Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Kekurangan Laptop Snapdragon, Kurang Ideal buat Main Game

4 min read
5 Kekurangan Laptop Snapdragon, Kurang Ideal buat Main Game
ilustrasi laptop Snapdragon (asus.com)
  • Laptop Snapdragon cukup mumpuni untuk penggunaan harian, tetapi performa gaming terbatas karena GPU terintegrasi dan banyak game berjalan lewat emulasi, dengan frame rate rendah pada pengujian.
  • Kompatibilitas printer masih terbatas, terutama untuk driver dan koneksi kabel; sementara itu, instal ulang Windows ARM lebih rumit karena pengguna perlu menyiapkan driver pada bootable USB.
  • Sebagian aplikasi berjalan melalui emulasi yang berpotensi kurang lancar dan lebih boros baterai, sedangkan RAM LPDDR5X umumnya disolder sehingga tidak dapat di-upgrade.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Dominasi laptop x86 mulai terguncang sejak munculnya prosesor dengan arsitektur ARM. Qualcomm menjadi pemicunya dengan menghadirkan prosesor Snapdragon X series pada 2025. Qualcomm juga mengeklaim bahwa laptop Snapdragon mampu bersaing dengan laptop x86 yang ditenagai prosesor buatan Intel dan AMD. Namun, kenyataannya hal tersebut tak sepenuhnya benar.

Ada beberapa kekurangan laptop Snapdragon yang membuatnya kalah dari laptop Intel atau AMD, seperti kemampuan gaming yang loyo, tidak bisa diinstal ulang dengan mudah, bahkan punya masalah kompatibilitas dengan printer. Apa kamu tertarik beli laptop Snapdragon? Simak dulu berbagai kekurangannya agar tak menyesal.

  1. 1. Performa gaming laptop Snapdragon belum maksimal

    ilustrasi laptop Snapdragon
    ilustrasi laptop Snapdragon (lenovo.com)

    Untuk penggunaan harian laptop Snapdragon memang sudah mumpuni, tapi hal tersebut tak berlaku buat gaming. Salah satu alasannya karena laptop Snapdragon tidak memiliki dedicated GPU seperti NVIDIA RTX series. Sebaliknya, GPU di laptop Snapdragon terintergrasi secara langsung ke system on chip (SoC), serupa dengan GPU di HP. Game juga tidak bisa berjalan secara native dan kebanyakan masih berjalan lewat emulasi.

    Pengetesan di laman PCWorld mengungkap fakta bahwa laptop Snapdragon tak mampu memberikan frame rate tinggi game. Rata-rata frame rate yang didadat ada di angka 14-30 FPS untuk game berat dan sekitar 50-an FPS untuk game ringan hingga menengah di resolusi 1080p. Meski bisa dimainkan, tapi perolehan frame rate tersebut terbilang kecil dan sama sekali tidak memuaskan.

  2. 2. Kemampuan print laptop Snapdragon cukup terbatas

    ilustrasi laptop Snapdragon
    ilustrasi laptop Snapdragon (asus.com)

    Laptop Snapdragon memiliki dua masalah utama terkait printer, yaitu tidak tersedianya driver printer dan laptop Snapdragon tidak bisa menjalankan printer secara wired (menggunakan kabel). Ada satu cara untuk mengatasai masalah tersebut, yaitu menggunakan printer wireless atau menghubungkan printer kabel ke port USB yang ada di router WiFi.

    Menariknya, laman Printerland menerangkan bahwa produsen printer seperti Epson, Kyocera, dan Xerox mulai mencari solusi agar printer bisa lancar dipakai pada laptop Snapdragon. Xerox merilis driver ARM64 bernama Windows V3 Global Print Driver. Kyocera juga melakukan hal yang sama dengan merilis driver ARM untuk laptop Snapdragon. Di sisi lain, Epson sedang memberikan update agar printer buatan mereka bisa berjalan lancar di laptop Snapdragon.

  3. 3. Proses instal ulang laptop Snapdragon cenderung rumit

    ilustrasi laptop Snapdragon
    ilustrasi laptop Snapdragon (lenovo.com)

    Instal ulang menjeadi proses yang kerap dilakukan oleh pengguna jika latpopnya dirasa lemot atau saat ingin mengganti sistem operasi (OS). Di laptop x86 seperti Intel dan AMD prosesnya terbilang cepat, mudah, dan tutorialnya bertebaran di internet. Sayangnya, di berbagai forum banyak pengguna yang mengeluhkan bahwa laptop Snapdragon sulit di instal ulang dan mereka kerap mengalami kegagalan.

    Salah satu kemudahan instal ulang di laptop x86 adalah kamu bisa menginstalnya tanpa perlu memasukan file driver laptop. Untuk laptop Snapdragon atau ARM kamu harus mencari serta memasukan file driver laptop ke bootable USB drive saat proses instalasi. Jika tidak dilakukan maka proses instalasi akan gagal atau macet di tengah jalan. Untungnya, beberapa brand menyediakan aplikasi khusus untuk instalasi driver.

  4. 4. Beberapa aplikasi beroperasi lewat proses emulasi

    ilustrasi laptop Snapdragon
    ilustrasi laptop Snapdragon (asus.com)

    Laman resmi HP menerangkan bahwa ada dua jenis aplikasi di laptop Snapdragon, yaitu aplikasi yang berjalan secara native dan aplikasi yang berjalan dengan sistem emulasi. Aplikasi yang berjalan native secara khusus dibuat untuk beroperasi di laptop Snapdragon. Hal tersebut membuatnya lebih lancar, mulus, minim bug, dan sama sekali tidak memiliki masalah ketika digunakan.

    Sementara itu, aplikasi yang berjalan lewat proses emulasi terkadang masih memiliki masalah karena adanya keterbatasan sistem, hardware, hingga software. Aplikasi yang dijalankan lewat emulasi biasanya adalah aplikasi yang usianya sudah tua atau aplikasi khusus yang hanya bisa berjalan native di arsitektur x86. Tak hanya kurang lancar, proses emulasi aplikasi umumnya lebih boros baterai.

  5. 5. RAM di laptop Snapdragon tidak bisa di-upgrade

    ilustrasi laptop Snapdragon
    ilustrasi laptop Snapdragon (lenovo.com)

    Dilansir ASUS dan Qualcomm, mayoritas laptop Snapdragon menggunakan RAM LPDDR, khususnya LPDDR5X. RAM LPDDR memang sangat ideal untuk laptop karena berukuran kecil, ngebut, tapi tetap hemat daya. Namun, RAM tersebut sudah disolder atau tertanam di motherboard sehingga kamu tidak bisa melakukan upgrade. Jika menginginkan RAM besar, kamu harus membeli laptop dengan konfigurasi RAM yang lebih tinggi. Untuk storage sendiri laptop Snapdragon umumnya menggunakan SSD konvensional seperti NVMe sehingga masih bisa di-upgrade dengan mudah.

    Jika kamu tak masalah dengan semua kekurangan laptop Snapdragon sebenarnya tak ada salahnya membeli laptop tersebut. Namun, bagi pengguna dengan kebutuhan spesifik seperti gaming, rendering, atau pengguna Linux sebaiknya hindari laptop Snapdragon. Bukan berarti laptop Snapdragon jelek, tapi spesifikasi dan sistemnya kurang cocok untuk beberapa penggunaan yang spesifik.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Ambang Batas Jelang Pemilu 2029

Related Articles

See More