Mengapa Penonton Piala Dunia Kini Pegang Dua Layar Sekaligus?

- Fenomena second screen membuat penonton Piala Dunia menggunakan smartphone atau tablet bersamaan dengan televisi untuk mencari statistik, memantau media sosial, dan menambah konteks pertandingan secara real time.
- Media sosial menjadikan pengalaman menonton lebih interaktif dan terasa kebersamaan global, karena penonton dapat langsung berbagi reaksi, komentar, serta berdiskusi dengan penggemar lain di seluruh dunia.
- Piala Dunia 2026 memperkuat tren multilayar lewat konten digital tambahan seperti video pendek, statistik interaktif, dan fitur 3D yang menyatukan siaran utama dengan pengalaman online instan.
Dahulu, menonton Piala Dunia identik dengan duduk di depan televisi dan fokus mengikuti jalannya pertandingan dari awal hingga akhir. Namun, kebiasaan tersebut mulai berubah dalam beberapa tahun terakhir. Banyak penonton yang tidak hanya menatap layar televisi, tetapi juga memegang smartphone, tablet, atau laptop saat pertandingan berlangsung. Fenomena ini terlihat hampir di tiap pertandingan besar, termasuk Piala Dunia 2026.
Saat gol tercipta atau keputusan VAR diumumkan, banyak orang justru langsung melihat smartphone mereka. Sebagian mencari statistik pertandingan, sebagian lain memeriksa media sosial atau membaca reaksi penggemar dari berbagai negara. Kebiasaan tersebut dikenal sebagai fenomena second screen atau penggunaan layar kedua saat menonton siaran utama. Lalu, mengapa penonton Piala Dunia kini merasa perlu menggunakan dua layar sekaligus?
1. Apa itu fenomena second screen?

Fenomena second screen merujuk pada kebiasaan menggunakan perangkat digital lain saat seseorang sedang menonton televisi. Perangkat tersebut bisa berupa smartphone, tablet, atau laptop yang digunakan secara bersamaan dengan layar utama. Awalnya perilaku ini dianggap mengganggu fokus penonton terhadap tayangan yang sedang disaksikan. Seiring perkembangan teknologi, kebiasaan tersebut justru menjadi bagian dari pengalaman menonton modern.
Penelitian Nielsen pada 2013 menunjukkan bahwa penggunaan layar kedua telah menjadi kebiasaan umum di berbagai negara. Survei tersebut menemukan hampir setengah pemilik smartphone dan tablet menggunakan perangkat mereka saat menonton televisi setiap hari. Bahkan, lebih dari dua pertiga responden mengaku melakukan hal tersebut beberapa kali dalam seminggu. Dalam konteks Piala Dunia, layar utama digunakan untuk menyaksikan pertandingan, sedangkan layar kedua dimanfaatkan untuk mencari statistik, memantau media sosial, atau memperoleh informasi tambahan yang tidak tersedia dalam siaran televisi.
2. Mengapa penonton bola membutuhkan layar kedua?

Sepak bola modern menghasilkan begitu banyak data dan percakapan yang bergerak sangat cepat. Saat pertandingan berlangsung, penonton tidak hanya ingin melihat gol, tetapi juga mengetahui statistik penguasaan bola, peta tembakan, peluang kemenangan, hingga reaksi penggemar dari seluruh dunia.
Nielsen menemukan bahwa banyak pengguna layar kedua memanfaatkannya untuk mencari informasi terkait tayangan yang sedang mereka saksikan. Pada acara olahraga, aktivitas yang sering dilakukan adalah memeriksa skor pertandingan lain, membaca berita, dan mengikuti diskusi secara real time. Karena itu, smartphone kini berfungsi layaknya "pusat komando" bagi penonton. Televisi menampilkan pertandingan, sementara smartphone menyediakan konteks tambahan yang memperkaya pengalaman menonton.
3. Media sosial membuat menonton pertandingan jadi aktivitas bersama

Media sosial menjadi salah satu alasan terbesar mengapa fenomena second screen terus berkembang. Ketika pertandingan berlangsung, jutaan penggemar dari seluruh dunia memberikan komentar, membagikan pendapat, hingga membuat meme terkait momen yang terjadi di lapangan. Aktivitas tersebut menciptakan ruang diskusi yang berjalan hampir bersamaan dengan pertandingan. Bagi banyak orang, pengalaman menonton terasa lebih seru ketika dapat berbagi emosi dengan penggemar lainnya.
Saat terjadi gol dramatis, kartu merah kontroversial, atau keputusan VAR yang memancing perdebatan, media sosial sering kali bereaksi dalam hitungan detik. Penonton tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga ikut berpartisipasi dalam percakapan global. Penelitian dari Wiley Online Library tahun 2025 berjudul How Second Screens Shape Consumer Experiences: The Role of Social Connection on Repeat Viewing menyebut bahwa penggunaan perangkat kedua saat menonton dapat meningkatkan rasa kebersamaan. Penelitian tersebut menemukan bahwa aktivitas seperti mengirim pesan, membaca komentar, atau berdiskusi secara real time membuat penonton merasa menjadi bagian dari komunitas yang menyaksikan momen yang sama.
Menariknya, para peneliti menemukan bahwa manfaat tersebut paling terasa ketika seseorang menonton sendirian. Dalam kondisi tersebut, smartphone atau tablet berfungsi sebagai jembatan yang menghubungkan penonton dengan penggemar lain melalui media sosial dan platform digital. Sebaliknya, ketika seseorang menonton bersama teman atau keluarga, penggunaan layar kedua yang berlebihan justru berpotensi mengurangi interaksi langsung dengan orang-orang di sekitarnya. Temuan ini menunjukkan bahwa layar kedua tidak selalu menjadi gangguan, tetapi dapat memperkaya pengalaman menonton dalam situasi tertentu.
4. Piala Dunia 2026 semakin mendorong tren multilayar

Piala Dunia 2026 menghadirkan 104 pertandingan dalam format baru yang lebih besar dibanding edisi sebelumnya. Banyak perusahaan media dan teknologi kini tidak hanya mengandalkan siaran televisi, tetapi juga menyediakan konten tambahan berupa video pendek, podcast, statistik interaktif, hingga berbagai layanan digital yang dapat diakses melalui perangkat kedua.
Bahkan beberapa penyiar mulai menghadirkan fitur interaktif untuk melengkapi tayangan utama. Mengutip The Sun, BBC misalnya meluncurkan pengalaman menonton berbasis teknologi 3D yang memungkinkan pengguna mengakses statistik dan berbagai sudut pandang pertandingan melalui perangkat digital tambahan. Di saat yang sama, perkembangan infrastruktur teknologi membuat cuplikan, data, dan reaksi pertandingan dapat diterima penonton dalam hitungan detik. Kondisi ini membuat aktivitas menonton dan berinteraksi secara online semakin menyatu.
Fenomena second screen menunjukkan bahwa cara orang menikmati sepak bola telah mengalami perubahan besar. Penonton modern tidak hanya ingin menyaksikan pertandingan, tetapi juga memahami data, mengikuti percakapan, dan memperoleh informasi tambahan secara instan. Kehadiran smartphone dan perangkat digital lainnya memungkinkan semua kebutuhan tersebut terpenuhi tanpa harus meninggalkan siaran utama. Karena itu, penggunaan layar kedua semakin sulit dipisahkan dari pengalaman menonton olahraga masa kini.
Pada akhirnya, kebiasaan menggunakan dua layar mencerminkan perubahan cara masyarakat mengonsumsi informasi di era digital. Menonton pertandingan kini tidak hanya soal apa yang terjadi di lapangan, tetapi juga bagaimana penonton mengikuti statistik, berbagi reaksi, dan terhubung dengan komunitas penggemar di berbagai belahan dunia. Bagi banyak orang, smartphone bukan lagi sekadar pelengkap saat menonton, melainkan bagian dari cara baru menikmati sepak bola. Karena itulah, pemandangan penonton yang menatap televisi sambil menggenggam smartphone kini bukan lagi hal yang aneh. Bagi banyak penggemar, dua layar telah menjadi cara baru untuk menikmati Piala Dunia.








![[QUIZ] Berdasarkan Warna Ponselmu, Kami Bisa Tebak Kepribadianmu](https://image.idntimes.com/post/20240210/10-394b9594f21c2e31a35a806a0b6d2a6c.jpg)









