Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
X Ubah Skema Monetisasi, Konten Lokal Kini Lebih Diutamakan
ilustrasi logo X (unsplash.com/@kellysikkema)
  • X memperbarui skema monetisasi kreator dengan fokus pada pembagian pendapatan yang lebih menonjolkan konten lokal dan relevan di tiap wilayah.
  • Sistem baru memberi bobot lebih besar pada impresi dari negara asal kreator untuk mendorong pembangunan audiens lokal dan regional.
  • Kebijakan ini bertujuan mengurangi praktik penargetan audiens luar negeri serta menciptakan ekosistem konten yang lebih beragam dan inklusif di X.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Platform media sosial X akan menghadirkan penyesuaian pada sistem monetisasi kreator. Kali ini, perubahan difokuskan pada skema revenue sharing yang bertujuan untuk mendorong konten yang lebih relevan secara lokal dan beragam di seluruh dunia.

Pengumuman tersebut disampaikan oleh Nikita Bier, Head of Product X, melalui unggahan di platform X pada Rabu (25/3/2026). Dalam pernyataannya, ia menjelaskan bahwa mulai Kamis, X akan memperbarui insentif pembagian pendapatan agar lebih selaras dengan jenis konten yang ingin dikembangkan di platform.

"Mulai hari Kamis, kami akan memperbarui insentif pembagian pendapatan kami untuk memberikan penghargaan yang lebih baik kepada konten yang kami inginkan di X,” tulis Nikita.

Ia menambahkan bahwa sistem baru ini akan memberikan bobot lebih besar pada impresi yang berasal dari wilayah asal kreator.

Langkah ini bertujuan untuk mendorong kreator membangun audiens di negara masing-masing, termasuk menjangkau pengguna di negara tetangga atau mereka yang menggunakan bahasa yang sama. Dengan demikian, konten yang dihasilkan diharapkan lebih relevan dan kontekstual bagi komunitas lokal.

Nikita juga menyinggung fenomena kreator yang cenderung menargetkan audiens dari negara tertentu, seperti Amerika Serikat atau Jepang, demi meningkatkan jangkauan dan potensi pendapatan.

"Meskipun kami menghargai pendapat semua orang tentang politik Amerika, kami berharap ini akan mengurangi insentif untuk memanipulasi perhatian akun AS atau Jepang," ujarnya.

Melalui perubahan ini, X ingin mengurangi praktik tersebut dan mendorong percakapan yang lebih beragam di platform. Fokus pada audiens lokal dinilai dapat menciptakan ekosistem konten yang lebih sehat dan inklusif.

"Kami mengajak para kreator untuk mulai membangun audiens secara lokal. X akan menjadi komunitas yang jauh lebih kaya ketika ada unggahan yang relevan bagi orang-orang di seluruh dunia." tutup Nikita.

Banyak yang menentang kebijakan ini

Sejumlah pengguna X langsung menyuarakan ketidaksetujuan mereka terhadap perubahan skema monetisasi ini. Banyak yang menilai kebijakan baru tersebut berpotensi merugikan kreator dengan jangkauan global, terutama mereka yang audiensnya tidak berada di negara asal.

Salah satu pengguna, @Antunes1, menyoroti ketimpangan jumlah pengguna di tiap negara.

"Di beberapa negara, hampir tidak ada pengguna. Saya rasa orang tidak seharusnya dihukum karena memiliki jangkauan luas di luar negara mereka,” tulisnya. Ia juga menambahkan bahwa kreator seharusnya tidak “dihukum” hanya karena berhasil menjangkau audiens internasional.

Kritik yang lebih keras datang dari pengguna lain, @Goddek, yang mengaku terdampak secara personal oleh kebijakan tersebut.

"Apa kau serius? Aku hidup dalam pengasingan karena apa yang terjadi padaku di platform ini… Dan sekarang kau bilang aku dihukum lagi karena audiensku tidak berada di ‘wilayah asalku’?” tulisnya dalam balasan yang emosional.

Respons ini mencerminkan kekhawatiran bahwa perubahan algoritma dan insentif dapat mengabaikan kondisi unik sebagian kreator, termasuk mereka yang terpaksa membangun audiens di luar negara asal. Bagi kelompok ini, pendekatan berbasis wilayah dinilai tidak selalu relevan dengan realitas yang mereka hadapi.

Perdebatan ini menunjukkan bahwa upaya X untuk mendorong konten lokal tidak serta-merta diterima oleh seluruh komunitas, dan berpotensi memunculkan diskusi lebih luas tentang keseimbangan antara jangkauan global dan relevansi lokal di platform digital.

Respons positif pengguna X terhadap kebijakan baru

Di sisi lain, kebijakan baru X ini juga mendapat respons positif dari sejumlah pengguna yang menilai langkah tersebut dapat menciptakan ekosistem percakapan yang lebih sehat dan relevan secara lokal. Mereka melihat perubahan ini sebagai upaya untuk mengurangi dominasi audiens lintas negara dalam diskusi tertentu.

Salah satu pengguna, @bennyjohnson, menyambut baik kebijakan tersebut dan menilai dampaknya akan signifikan.

"Ini langkah yang brilian dan akan mengurangi operasi asing di aplikasi ini hingga 99%. Terima kasih 🙏🏻," tulisnya, merujuk pada potensi berkurangnya intervensi dari akun luar negeri dalam percakapan domestik.

Sementara itu, pengguna lain, @Sassafrass_84, juga mengapresiasi langkah X karena dinilai dapat menjaga fokus diskusi, khususnya terkait isu politik.

"Ini jauh lebih baik. Terima kasih. Saya muak dengan negara-negara lain yang mencoba ikut campur dan mengarahkan jalannya politik Amerika," ungkapnya.

Dukungan ini menunjukkan bahwa sebagian pengguna menginginkan ruang diskusi yang lebih kontekstual dan tidak terlalu dipengaruhi oleh audiens global. Bagi mereka, kebijakan ini dapat membantu menciptakan percakapan yang lebih relevan dengan kondisi dan kepentingan lokal masing-masing negara.

Editorial Team