Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Keunikan Desa Sade yang Bikin Jadi Destinasi Wisata Populer di Lombok
ilustrasi suasana di Lombok (unsplash.com/Ahmad Mujahid Akbar)
  • Desa Sade di Rembitan, Lombok Tengah, menjadi destinasi budaya Suku Sasak dengan rumah beratap alang-alang yang masih dihuni dan mencerminkan nilai kehidupan tradisional.
  • Warga mempertahankan keterampilan menenun dengan alat tradisional, menghasilkan kain bercorak khas Lombok sebagai warisan budaya yang diteruskan antargenerasi.
  • Tradisi Sasak seperti merarik dan belulut masih dijalankan; sekitar 700 penduduk yang saling berkerabat turut menjaga adat, hunian, serta kehidupan komunal desa.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Ada tempat wisata yang menawarkan pemandangan untuk difoto, ada pula yang membuat pengunjung merasa seperti sedang membuka halaman buku sejarah. Desa Sade yang berada di Rembitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, termasuk yang kedua.

Begitu memasuki kawasan ini, suasana khas perkampungan Suku Sasak langsung terasa. Deretan rumah beratap alang-alang berdiri mengikuti kontur permukiman, sementara warganya tetap menjalankan aktivitas sehari-hari seperti menenun dan membuat kerajinan.

Kawasan ini dikenal sebagai salah satu destinasi wisata budaya untuk mengenal kehidupan serta tradisi Suku Sasak, masyarakat asli Pulau Lombok. Lalu, apa saja keunikan Desa Sade yang membuatnya jadi destinasi wisata?

1. Rumah adat Suku Sasak

potret warga Desa Sade (IDN Times/Sunariyah)

Salah satu hal pertama yang mencuri perhatian ketika berkunjung ke sini adalah deretan rumah tradisional Suku Sasak. Rumah-rumah tersebut memiliki bentuk yang khas, terutama pada bagian atapnya yang menggunakan alang-alang. Material alami juga digunakan pada dinding dan lantai, sehingga tampilan permukiman terasa sangat berbeda dari kawasan perumahan modern.

Menariknya, rumah adat ini bukan hanya bangunan yang dipertahankan untuk kepentingan wisata, tapi juga digunakan sebagai tempat tinggal. Bentuk dan tata ruangnya pun tidak dibuat sembarangan, karena memiliki keterkaitan dengan kehidupan serta nilai budaya masyarakat Sasak. Alih-alih hanya melihat bangunan bersejarah, kamu juga bisa menyaksikan langsung bagaimana rumah tradisional menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.

2. Tradisi menenun yang jadi warisan

ilustrasi budaya menenun (pixabay.com/Pexels)

Selain rumah adat, aktivitas menenun menjadi pemandangan yang cukup mudah ditemui di sini. Perempuan Suku Sasak telah mengenal keterampilan menenun sejak usia muda. Kegiatan ini dilakukan menggunakan alat tenun tradisional dan menghasilkan kain dengan motif serta corak khas Lombok.

Bagi masyarakat setempat, kain tenun bukan hanya barang kerajinan. Ada keterampilan, ketekunan, dan warisan budaya yang diteruskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Kamu pun bisa melihatnya langsung proses pembuatan kain di sini. Bahkan, gak sedikit pula yang membawa kain tenun sebagai oleh-oleh khas Lombok.

3. Adat istiadat unik yang masih dijaga

potret wisatawan mancanegara berkunjung ke Desa Wisata Adat Sade Lombok Tengah, Jumat (23/5/2025) (IDN Times/Muhammad Nasir)

Salah satu tradisi menarik desa ini adalah merarik atau tradisi kawin lari dalam masyarakat Sasak. Dalam praktik adatnya, calon pengantin laki-laki membawa calon pengantin perempuan untuk kemudian dilanjutkan dengan tahapan adat serta komunikasi antarkeluarga. Merarik memiliki aturan dan konteks budaya tersendiri dalam masyarakat Sasak.

Selain tradisi pernikahan, masyarakat Desa Sade juga masih mempertahankan berbagai kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari. Kekerabatan dan kehidupan komunal menjadi bagian yang membuat suasana desa terasa berbeda dibandingkan kawasan wisata modern. Hal ini pun menjadi salah satu alasan Desa Sade menarik bagi wisatawan yang ingin mengenal budaya Lombok lebih jauh.

4. Tradisi mengepel lantai dengan kotoran kerbau

ilustrasi lantai kayu (pixabay.com/pexels)

Masyarakat Desa Sade memiliki tradisi mengepel lantai yang terbuat dari tanah liat dengan kotoran kerbau atau sapi yang bernama belulut. Kegiatan ini dilakukan secara rutin oleh Suku Sasak setiap seminggu sekali atau menjelang upacara adat.

Campuran kotoran hewan ini membuat lantai tanah menjadi lebih kokoh, padat, dan mencegah keretakan. Setelah mengering, kotoran ini justru mengikat debu sehingga lantai terasa bersih serta tidak berbau. Uniknya, setelah benar-benar kering sempurna, lantai pun tidak menyisakan bau kotoran maupun bau amis sama sekali.

Dalam kepercayaan Suku Sasak, tradisi ini juga dimaknai sebagai simbol penyucian rumah dan penolak bala. Bahkan, kandungan alami dari kotoran tersebut efektif membantu mengusir nyamuk serta menjaga suhu ruangan tetap hangat.

5. Warga desa masih berasal dari satu garis keturunan

potret warga Desa Sade (IDN Times/Sunariyah)

Salah satu hal yang membuat Desa Sade berbeda dari desa wisata pada umumnya adalah hubungan kekerabatan masyarakatnya yang masih sangat kuat. Sekitar 700 jiwa penduduk di perkampungan Suku Sasak ini saling berkerabat. Warganya sering melakukan pernikahan antarkerabat atau dengan orang dari suku yang sama.

Ikatan tersebut turut berperan dalam menjaga kehidupan tradisional Desa Sade. Masyarakat tidak hanya mempertahankan bentuk rumah adat, tetapi juga berbagai aturan serta kebiasaan yang diwariskan antargenerasi.

Keunikan Desa Sade bukan cuma soal rumah beratap alang-alang atau kain tenun yang cantik untuk dibawa pulang. Ada kehidupan, adat, dan kebiasaan masyarakat Suku Sasak yang masih terasa di setiap sudutnya. Dari rumah yang tetap dihuni, tradisi yang diwariskan turun-temurun, hingga cara masyarakat merawat hunian dan menjaga lingkungan, semuanya membuat Desa Sade punya cerita tersendiri.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article