Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kenapa Cáceres Sering Dijadikan Lokasi Syuting Film dan Serial?

Kenapa Cáceres Sering Dijadikan Lokasi Syuting Film dan Serial?
Cáceres, Spanyol (commons.wikimedia.org/Lorenzo Vallés)
  • Cáceres dipilih untuk syuting karena Ciudad Monumental mempertahankan jalan batu, istana, gereja, dan tembok bersejarah tanpa banyak elemen modern, sehingga kebutuhan editing lebih minim.
  • Kota di Extremadura ini pernah menjadi lokasi Game of Thrones, House of the Dragon, 1492: Conquest of Paradise, dan The Promise berkat ragam latar dalam area berdekatan.
  • Pengaruh Romawi, Islam, Gotik, Renaissance, dan Barok menciptakan arsitektur beragam, sementara hari cerah mendukung syuting luar ruang serta wisata napak tilas lokasi film.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Tidak semua kota yang sering muncul di layar lebar memiliki nama setenar Madrid atau Barcelona. Di wilayah Extremadura, ada Cáceres, kota tua yang berkali-kali dipilih sebagai lokasi syuting film dan serial televisi internasional.

Sekilas, kota ini memang terlihat seperti kota Abad Pertengahan yang seolah berhenti di masa lalu. Padahal, di balik tembok batunya tersimpan sejarah panjang sejak era Romawi, pemerintahan Islam, hingga Kerajaan Kastilia. Berikut beberapa alasan kenapa Cáceres begitu sering dilirik para sineas untuk dijadikan lokasi syuting.

  1. 1. Kota tuanya hampir tidak tersentuh bangunan modern

    Ciudad Monumental
    Ciudad Monumental (commons.wikimedia.org/Jesusccastillo)

    Alasan terbesar Cáceres sering dipilih sebagai lokasi syuting terletak pada kawasan Ciudad Monumental, kota tua yang telah masuk dalam daftar Situs Warisan Dunia UNESCO sejak 1986. Begitu melewati gerbang batu, pemandangannya langsung berubah.

    Jalan-jalan masih menggunakan batu alam, rumah-rumah bangsawan berdiri dengan fasad asli, sementara menara, gereja, dan istana Abad Pertengahan tetap dipertahankan tanpa tambahan bangunan modern yang mencolok. Karena minimnya kabel listrik, papan reklame, dan gedung tinggi, kru film tidak perlu melakukan banyak editing untuk menciptakan latar dari masa lampau. Hal itu tentu menghemat waktu dan biaya produksi.

    Suasana seperti ini sulit ditemukan di banyak kota Eropa yang sudah berkembang pesat. Dalam beberapa langkah saja, latarnya bisa berubah dari plaza kecil ke lorong sempit, lalu berlanjut ke halaman istana batu yang masih utuh. Itulah sebabnya, Cáceres mampu mewakili berbagai tempat, mulai dari kota abad pertengahan hingga kawasan yang terinspirasi oleh dunia fantasi. Bagi wisatawan, berjalan kaki di kawasan ini terasa seperti berpindah dari satu set film ke set film lainnya. Hampir setiap sudut menawarkan detail arsitektur yang membuat orang spontan mengeluarkan kamera.

  2. 2. Banyak produksi besar pernah syuting di Cáceres

    Plaza de Santa María
    Plaza de Santa María (commons.wikimedia.org/Falk2)

    Nama Cáceres semakin dikenal setelah menjadi salah satu lokasi syuting serial Game of Thrones. Pada musim ke-7, beberapa bagian kota tua disulap menjadi King's Landing, ibu kota Seven Kingdoms dalam serial tersebut. Plaza de Santa María, Arco de la Estrella, hingga sejumlah jalan di sekitar kota tua muncul dalam beberapa adegan penting.

    Selain itu, kota ini juga menjadi lokasi syuting film, seperti 1492: Conquest of Paradise, The Promise, hingga serial House of the Dragon. Sutradara tertarik karena dalam radius yang tidak terlalu luas tersedia berbagai jenis latar, mulai dari istana, gereja, benteng, alun-alun, hingga lorong batu. Dengan begitu, proses produksi menjadi lebih efisien tanpa harus berpindah kota setiap kali berganti adegan. Tidak mengherankan jika dunia perfilman menjadikan Cáceres sebagai salah satu lokasi favorit di Spanyol.

  3. 3. Bangunan dari berbagai zaman berdiri di kawasan yang sama

    Cáceres
    Cáceres (commons.wikimedia.org/Diego Delso )

    Cáceres bukan kota yang dibangun hanya dalam satu periode sejarah. Selama berabad-abad, kota ini berkembang di bawah pengaruh Romawi, pemerintahan Islam, Gotik, Renaissance, hingga Barok. Jejak setiap masa masih bisa dilihat hingga sekarang.

    Dalam satu kawasan, kamu bisa menemukan menara bergaya Moor, istana Renaissance, gereja Gotik, dan rumah bangsawan yang berdiri saling berdekatan. Perpaduan inilah yang membuat kota ini mudah disesuaikan dengan kebutuhan cerita film dari berbagai era.

    Keunikan tersebut juga membuat Cáceres menarik untuk dijelajahi meski tidak sedang mencari lokasi syuting. Banyak bangunan masih digunakan sesuai fungsinya, sementara sebagian lainnya berubah menjadi museum, hotel, atau pusat kebudayaan. Berjalan kaki tanpa peta pun sudah cukup menyenangkan karena hampir setiap gang menghadirkan detail yang berbeda. Tidak sedikit wisatawan menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk menikmati suasana kota tanpa tujuan tertentu.

  4. 4. Cahaya alami kota membuat suasana terlihat lebih hidup

    Cáceres
    Cáceres (commons.wikimedia.org/Alonso de Mendoza)

    Selain arsitektur, kondisi geografis Cáceres juga menjadi keuntungan bagi industri perfilman. Kota ini berada di wilayah Extremadura yang dikenal memiliki banyak hari cerah sepanjang tahun. Cahaya matahari yang stabil memudahkan proses pengambilan gambar di luar ruangan, terutama untuk adegan yang memanfaatkan jalan, plaza, maupun halaman bangunan bersejarah. Produksi film pun tidak terlalu bergantung pada pencahayaan buatan untuk menghasilkan gambar yang konsisten.

    Bagi wisatawan, kondisi tersebut juga membuat aktivitas berjalan kaki terasa lebih nyaman pada musim semi dan musim gugur. Warna batu granit yang mendominasi bangunan terlihat berubah mengikuti arah datangnya cahaya, terutama menjelang sore ketika sinar matahari mulai menghangat. Banyak fotografer sengaja menunggu waktu tersebut karena tekstur bangunan menjadi lebih jelas. Tidak heran jika hasil foto dari Cáceres sering terlihat begitu khas meski diambil dari sudut yang sederhana.

  5. 5. Wisatawan bisa napak tilas lokasi syuting sambil mengenal sejarah kota

    Arco de la Estrella
    Arco de la Estrella (commons.wikimedia.org/Ben Bender)

    Salah satu cara terbaik untuk menikmati Cáceres adalah napak tilas dengan jalan kaki yang melewati lokasi-lokasi syuting terkenal. Dari Arco de la Estrella, perjalanan bisa dilanjutkan menuju Plaza Mayor, Plaza de Santa María, Palacio de los Golfines de Abajo, hingga Concatedral de Santa María. Seluruhnya berada di kawasan yang saling terhubung sehingga mudah dijelajahi tanpa kendaraan. Di sepanjang perjalanan, kamu tidak hanya menemukan tempat yang pernah muncul di film atau serial, tetapi juga berbagai bangunan penting dalam sejarah Cáceres.

    Setelah puas berkeliling, sempatkan duduk di salah satu restoran atau kafe yang menghadap plaza untuk menikmati suasana kota. Dari sana, kamu bisa melihat bagaimana warga lokal dan wisatawan berinteraksi di tengah bangunan berusia ratusan tahun.

    Pengalaman seperti ini membuat Cáceres terasa lebih dari sekadar lokasi syuting. Kota ini menunjukkan bahwa warisan sejarah yang terawat dengan baik tetap bisa menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari sekaligus menarik perhatian industri film dunia.

    Kalau suatu hari berkesempatan menjelajahi wilayah barat Spanyol, Cáceres layak dipertimbangkan sebagai destinasi singgah. Siapa tahu, saat menyusuri lorong-lorong batunya, kamu justru menemukan sudut yang terasa familier karena pernah muncul di film atau serial favoritmu. Tertarik jalan-jalan ke Cáceres?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More