Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

6 Kota Asia yang Cocok untuk Sleep Tourism, Ada yang di Indonesia!

4 min read
6 Kota Asia yang Cocok untuk Sleep Tourism, Ada yang di Indonesia!
ilustrasi sleep tourism (unsplash.com/Valeriia Miller)
  • Agoda merekomendasikan enam destinasi Asia untuk sleep tourism, tren wisata bagi pelancong yang mencari ketenangan, pemulihan dari stres, dan kualitas tidur lebih baik.
  • Kinosaki Onsen, Khao Yai, Damyang, Ba Bể Lake, dan Alishan menawarkan kombinasi onsen, hutan, pegunungan, udara sejuk, serta minim polusi suara dan cahaya.
  • Sumba menjadi pilihan Indonesia dengan akomodasi berkonsep slow living, fasilitas yoga dan spa, suasana digital detox, serta lingkungan yang mendukung pengaturan ritme sirkadian alami.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Sleep tourism belakangan ini menjadi tren traveling. Jenis wisata ini sangat diminati oleh orang-orang yang menginginkan suasana tenang atau lingkungan bebas gangguan untuk beristirahat, setelah setiap hari mengalami kelelahan kerja, stres digital, hingga penurunan kualitas tidur akibat gaya hidup yang serba cepat.

Tidak harus jauh-jauh ke Eropa, Asia juga memiliki banyak sekali kota-kota yang menawarkan lingkungan tanpa suara bising, sehingga tidur akan lebih nyenyak, nih. Baru-baru ini, platform perjalanan digital, Agoda telah memberikan rekomendasi beberapa kota di Asia yang cocok untuk sleep tourism. Yuk, cek mana saja!

  1. 1. Kinosaki Onsen, Jepang

    ilustrasi Kinosaki Onsen, Jepang
    ilustrasi Kinosaki Onsen, Jepang (unsplash.com/Kate Kasiutich)

    Banyaknya pilihan pemandian air panas alami atau onsen menjadikan Kinosaki Onsen sebagai kota di Jepang yang cocok untuk sleep tourism menurut Agoda, nih. Berendam di air panas akan melemaskan otot-otot yang kaku dan melancarkan sirkulasi darah sehingga tidur akan lebih nyenyak. Apalagi, staf penginapan juga akan menyiapkan kasur gulung futon yang empuk di atas lantai tikar tatami di malam hari.

    Tidak hanya itu, Konosaki Onsen dirancang agar dapat dijelajahi dengan berjalan kaki santai di sepanjang kanal yang dipenuhi pohon willow. Orang-orang yang berkunjung ke kota tersebut juga biasanya mengenakan jubah katun tradisional yukata dan sandal kayu geta. Meski sederhana, pakaian itu bisa memberikan suasana santai yang menjauhkan pikiran kita dari stres akibat pekerjaan atau kebisingan di perkotaan.

  2. 2. Khao Yai, Thailand

    ilustrasi Khao Yai, Thailand
    ilustrasi Khao Yai, Thailand (unsplash.com/Cristina P)

    Thailand juga menawarkan lingkungan tenang dan jauh dari kebisingan yang cocok untuk sleep tourism. Bahkan, lokasi Khao Yai yang berada di ketinggian dan taman nasional di sekitarnya menghadirkan langit gelap dan keheningan hutan yang membuat tubuh menjadi lebih rileks dan dapat ditempuh hanya dalam waktu 2 jam dari Bangkok dengan transportasi umum atau menyewa mobil.

    Selain itu, banyak resor maupun vila di Khao Yai, seperti U Khao Yai hingga Themes Valley Khao Yai dirancang khusus dengan fasilitas kenyamanan tidur tingkat tinggi yang jarang ditemui di kota-kota lainnya di Thailand. Mereka juga akan memanjakan kita dengan tempat tidur yang empuk, pilihan bantal khusus, hingga konsep kamar bernuansa alam untuk membantu melepas penat dari hiruk pikuk perkotaan. Siapa yang tidak tertarik?

  3. 3. Sumba, Indonesia

    ilustrasi Sumba, Indonesia
    ilustrasi Sumba, Indonesia (unsplash.com/Deepavali Gaind)

    Bagi orang Indonesia, tidak perlu jauh-jauh ke luar negeri. Sumba juga menawarkan susana tenang dan gaya hidup yang lebih sederhana. Penginapan yang menghadap laut juga dirancang untuk memberikan ketenteraman dengan minim polusi cahaya, sehingga memungkinkan kita untuk mengatur ulang ritme sirkadian secara alami.

    Untuk menggaet lebih banyak wisatawan asing, Sumba menyuguhkan berbagai akomodasi kelas dunia, seperti NIHI Sumba atau Cap Karoso yang menerapkan konsep slow living. Penginapan-penginapan ini juga menyediakan fasilitas yang sleep toursim friendly, seperti yoga, spa, dan suasana yang mendukung digital detox. Meski terpencil, kamu dapat mengambil penerbangan domestik singkat dari Bandara Ngurai Rai, Bali, menuju ke pulau ini.

  4. 4. Damyang, Korea Selatan

    ilustrasi Damyang, Korea Selatan
    ilustrasi Damyang, Korea Selatan (unsplash.com/Sung Jin Cho)

    Terkenal dengan hutan bambunya, Damyang menawarkan alternatif dari kepadatan Seoul, yaitu udara terbuka yang disaring pepohonan dan suasana yang hampir sepenuhnya tenang setelah matahari terbenam. Karena itu, Agoda tidak melewatkan Damyang sebagai salah satu kota di Asia yang cocok untuk sleep tourism dalam daftarnya, nih.

    Jalur-jalur untuk menikmati hutan dan penginapan di tepi sungai bahkan mengusung konsep kesehatan Korea yang berfokus pada "penyembuhan." Akomodasi-akomodasi di Damyang juga dirancang berdasarkan siklus cahaya alami daripada ritme kota, sehingga akan meningkatkan kualitas tidur saat pelesir ke sana. Jadi, jangan selalu ke Seoul, ya!

  5. 5. Ba Bể Lake, Vietnam

    ilustrasi Ba Bể Lake, Vietnam
    ilustrasi Ba Bể Lake, Vietnam (unsplash.com/Mikah Camper)

    Lebih tenang dan tidak terlalu ramai dibandingkan Sa Pa, Ba Bể Lake terletak jauh di dataran tinggi utara Vietnam, tepatnya di Provinsi Bắc Kạn. Sementara dari Hanoi, jaraknya sekitar 240 kilometer yang dapat ditempuh dengan naik bus langsung atau menyewa mobil dengan waktu tempuh sekitar 5 jam.

    Ba Bể Lake cocok bagi yang ingin sleep tourism karena dikelilingi oleh puncak-puncak batu kapur dan sebagian besar bebas dari polusi cahaya dan suara. Penginapan rumahan dan pondok ramah lingkungan di tepi danau ini juga memprioritaskan ketenangan daripada aktivitas, dengan kegelapan alami di awal hari yang mendukung tidur lebih nyenyak.

  6. 6. Alishan, Taiwan

    ilustrasi Alishan, Taiwan
    ilustrasi Alishan, Taiwan (unsplash.com/Eric BARBEAU)

    Alishan yang berada di ketinggian menawarkan udara yang sangat sejuk, pemandangan lautan awan, dan gaya hidup yang lebih santai dibandingkan Taipei. Penginapan di pegunungan ini juga dibangun dengan mempertimbangkan waktu tidur yang lebih awal dan udara hutan. Bahkan, hutan cemara di sekitarnya akan secara alami meredam suara.

    Cara tercepat menuju ke Alishan dari Taipei adalah dengan naik Taiwan High Speed Rail (HSR) ke Kota Chiayi, lalu dilanjutkan dengan bus atau kereta wisata. Selain itu, bisa juga menyewa mobil seperti Tripool, langsung dari Taipei atau dari Chiayi jika tidak ingin repot mengantre atau berganti moda transportasi.

    Kira-kira dari sejumlah opsi Agoda di atas, mana kota di Asia yang menurutmu paling cocok untuk sleep tourism, nih?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More