Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
7 Museum Unik yang Hanya Ada di Bantul, Sudah Tahu?
Museum Gumuk Pasir, Bantul (google.com/maps/I2I44OO22_ Arief Ramadhan)
  • Bantul memiliki lebih dari sepuluh museum; tujuh di antaranya menawarkan pengalaman edukasi beragam, dari mainan anak, sejarah kolonial, seni, hingga budaya Jawa.
  • Museum Wayang Beber Sekartaji melestarikan wayang beber yang langka, sementara Museum Taman Tino Sidin mengabadikan karya dan memorabilia maestro menggambar Tino Sidin.
  • Museum Tani Jawa Indonesia mengenalkan kehidupan agraris, sedangkan Museum Gumuk Pasir menjelaskan pembentukan bukit pasir, ekosistem pesisir, dan ilmu geospasial secara interaktif.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bantul bisa dibilang salah satu daerah di Daerah Istimewa Yogyakarta yang memiliki banyak sekali museum. Terhitung ada lebih dari sepuluh museum yang mendiami daerah ini. Masing-masing museum di Bantul tersebut memiliki keunikan tersendiri yang gak cuma menghibur wisatawan tapi menambah wawasan baru yang berbeda.

Berikut ini tujuh museum unik di Bantul yang mungkin hanya bisa kamu jumpai di sana saja. Museum apa saja yang dimaksud?

1. Museum Kolong Tangga

Museum Kolong Tangga, Bantul (google.com/maps/Vivi Setiawan)

Sebagai museum mainan anak pertama di Indonesia, Museum Kolong Tangga yang berlokasi di wilayah Kasihan ini bisa dibilang menyajikan nostalgia masa kecil yang berharga, lho. Hampir seluruh koleksinya mencakup puluhan ribu mainan tradisional, poster, buku cerita, hingga komik dari berbagai daerah di Indonesia serta mancanegara. Wah, keren banget!

Konon tujuan berdirinya museum ini gak cuma semata untuk hiburan saja tapi juga mengingatkan kita akan pentingnya dunia bermain dalam membentuk karakter, imajinasi, serta interaksi sosial anak-anak sebelum era digital. Keberadaan Museum Kolong Anak Tangga gak cuma mengedukasi anak-anak tentang permainan tradisional serta fungsinya saja tapi juga mengajak para orang dewasa untuk bernostalgia dengan masa kecil mereka, lho.

2. Museum Bantul Masa Belanda

Museum Bantul Masa Belanda, Bantul (google.com/maps/Lia Nur Pratiwi)

Memang benar, museum yang terletak di Kelurahan Palbapang ini seperti rumah biasa dengan kesan klasik yang bikin siapa pun melihatnya seakan bernostalgia kembali ke tahun sebelum 2000-an. Akan tetapi, rumah klasik tersebut menyimpan sejarah penting bagi daerah Palbapang yang di masa lalu adalah bagian dari saksi bisu kolonialisme Belanda.

Di masa lalu, di Palbapang terdapat Pabrik Gula Gondhanglipura yang bersejarah bagi perekonomian masyarakat setempat. Sayangnya, informasi sejarah penting tersebut tidak banyak diketahui oleh penduduk setempat hingga akhirnya salah satu warga bernama Windu Hadi Kuntoro mendirikan museum tersebut untuk mengingatkan sejarah Palbapang di masa lalu.

Museum Bantul Masa Belanda tersebut menyimpan koleksi berbagai foto tua, arsip, hingga benda-benda peninggalan masa penjajahan, lho. Setiap wisatawan yang berkunjung ke museum ini diajak memahami bagaimana struktur sosial, perekonomian pabrik gula, serta bentang alam Bantul terbentuk pada era Hindia Belanda.

3. Museum Wayang Beber Sekartaji

Museum Wayang Beber Sekartaji, Bantul (google.com/maps/Wahyu Dewanti)

Museum yang bisa dibilang cuma ada di Bantul ini koleksi utamanya adalah wayang beber. Bukan semacam wayang kulit! Wayang beber bisa dibilang merupakan salah satu seni pertunjukan tertua di Indonesia yang menggunakan gulungan lembaran kain atau kertas berlukis, lho.

Museum yang terletak di Kecamatan Bambanglipuro ini menjadi benteng terakhir pelestarian seni Wayang Beber yang sudah makin langka, sekaligus menjadi ruang edukasi interaktif bagi siapa saja yang ingin mempelajari teknik pembuatan serta seni dalangnya. Fakta menariknya, museum ini dinobatkan sebagai museum wayang beber pertama di Indonesia. Tak cuma menyaksikan pertunjukan, wisatawan bisa melihat koleksinya dari dekat berupa lontar, naskah, serta koleksi kuno lainnya.

4. Museum Tembi Rumah Budaya

Museum Tembi Rumah Budaya, Bantul (google.com/maps/Kundha Kabudayan)

Berdiri di atas kawasan pedesaan yang asri, tepatnya berada di wilayah Sewon, Tembi Rumah Budaya bisa dibilang sebagai ruang integratif yang merekam jejak kebudayaan Jawa. Museum Tembi Rumah Budaya ini menyimpan ribuan koleksi etnografi seperti naskah kuno, kerajinan rotan, perabotan antik, alat musik tradisional, permainan tradisional, hingga manuskrip serta majalah beraksara Jawa.

Tembi Rumah Budaya ini gak hanya membuka diri sebagai museum budaya saja. Dilengkapi juga dengan penginapan, bale karya, kolam renang, perpustakaan, sampai warung makan, lho. Menghabiskan waktu di sini dijamin anti bikin bosan!

5. Museum Taman Tino Sidin

Museum Tino Sidin, Bantul (google.com/maps/DCitra Igustina)

Karena lokasinya masih satu wilayah dengan Museum Kolong Tangga, kamu bisa sekalian mampir ke Museum Taman Tino Sidin. Siapa yang gak kenal Tino Sidin? Nama Tino Sidin tentu tak asing bagi generasi yang tumbuh dengan acara melukis di televisi.

Nah, kepengin kenal dengan sang pelukis tersebut? Kamu bisa mendatangi Museum Taman Tino Sidin yang konsepnya rumah klasik dikepung dengan pepohonan hijau. Serasa sedang bertamu ke rumah eyang!

Museum tersebut didirikan untuk mengabadikan karya, sketsa, buku, dan memorabillia dari sang maestro menggambar Indonesia. Mengusung slogan khasnya "Ya, Bagus!", museum ini juga dirancang untuk menumbuhkan rasa percaya diri serta kegembiraan berseni bagi anak-anak serta pencinta seni rupa.

6. Museum Tani Jawa Indonesia

Museum Tani Jawa Indonesia, Bantul (google.com/maps/Ria Sayari)

Ada lagi museum dengan tema unik dan hanya bisa kamu jumpai di Bantul yaitu Museum Tani Jawa Indonesia. Bantul dan agraris adalah dua hal yang tak terpisahkan. Museum Tani Jawa Indonesia dibangun untuk dedikasi serta menghormati kehidupan para petani Jawa dengan memamerkan koleksinya berupa alat-alat pertanian tradisional seperti bajak tanah, cangkul, caping, alat penumbuk, hingga perlengkapan ritual adat bercocok tanam lainnya.

Di museum ini, wisatawan gak cuma menambah wawasan mengenai dunia pertanian Indonesia saja. Terdapat egrang dan bakiak, permainan tradisional yang bisa dimainkan oleh para pengunjung, lho.

7. Museum Gumuk Pasir

Museum Gumuk Pasir, Bantul (google.com/maps/aprilia maharani)

Jika kamu kebetulan sedang bermain atau menikmati lanskap dari wisata Gumuk Pasir, bisa sekalian mampir ke museumnya. Museum Gumuk Pasir sendiri lokasinya dekat dengan kawasan pantai pesisir selatan Bantul, lho. Museum geologi ini berfokus pada fenomena alam gumuk pasir yang langka di dunia.

Setiap pengunjung yang datang ke Museum Gumuk Pasir dapat mempelajari proses pembentukan bukit pasir, ekosistem pesisir, hingga pemanfaatan ilmu geospasial melalui media interaktif dan laboratorium edukasi yang tersedia pada museum. Unik dan seru, kan?

Menjelajahi satu per satu dari tujuh museum unik yang ada di Bantul tersebut memberikan sudut pandang baru bahwa museum adalah ruang hidup yang penuh dengan inspirasi. Dari kisah edukasi bermain di Museum Kolong Tangga hingga keajaiban fenomena geologi di Museum Gumuk Pasir, Bantul membuktikan keberagamannya sebagai destinasi wisata edukasi dan budaya yang kaya. Jadi, kapan main ke Bantul?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article