Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Tips Aman Snorkeling yang Sering Disepelekan Wisatawan

5 Tips Aman Snorkeling yang Sering Disepelekan Wisatawan
Potret orang snorkeling (unsplash.com/NEOM)
  • Dua turis China tewas tenggelam setelah gelombang tinggi menghantam perairan Pulau Kelor, Labuan Bajo, pada Juli 2026, menegaskan risiko snorkeling bahkan di perairan dangkal.

  • Wisatawan perlu menjaga hidrasi serta memantau cuaca, tinggi gelombang, arus, dan arahan pemandu atau kapten; rencana snorkeling sebaiknya dibatalkan saat laut tidak bersahabat.

  • Life jacket tetap diperlukan meski mahir berenang; jangan menyentuh biota laut, dan tetap dekat dengan pemandu atau kelompok agar pertolongan lebih cepat saat darurat.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Snorkeling menjadi salah satu aktivitas yang digemari untuk menikmati keindahan bawah laut. Kamu tidak harus jago berenang atau memiliki keahlian khusus seperti diving.

Meski tergolong mudah, tetapi aktivitas seru ini tetap memiliki risiko yang gak boleh dianggap remeh, lho. Meskipun kamu melakukannya di perairan dangkal.

Beberapa waktu lalu, dua turis asal China tewas tenggelam saat snorkeling di perairan Pulau Kelor, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur. Keduanya dilaporkan terseret setelah gelombang tinggi menghantam area tersebut pada Juli 2026.

Kejadian ini menjadi pengingat bahwa ada beberapa aspek keselamatan snorkeling yang sering disepelekan wisatawan. Jika gak diperhatikan, maka bisa berakibat fatal.

Untuk mengurangi risiko kejadian serupa, berikut beberapa tips aman snorkeling yang sering disepelekan wisatawan.

  1. 1. Minum air yang cukup untuk mencegah dehidrasi

    Berenang dan snorkeling bisa membuat tubuh kehilangan cairan lebih cepat. Tanpa disadari, kamu bisa lupa dengan rasa haus karena asyik menikmati pemandangan bawah laut.

    Padahal itu tanda awal tubuh mulai kekurangan cairan. Jika dibiarkan, dehidrasi dapat memicu pusing, lemas, hingga sulit berkonsentrasi saat snorkeling.

    Sebaiknya minum yang cukup sebelum, saat jeda, dan setelah snorkeling. Hindari menunggu hinnga benar-benar haus. Kalau snorkeling seharian penuh di beberapa titik lokasi, luangkan waktu istirahat untuk rehidrasi. Kebiasaan seperti ini sering dianggap sepele, padahal cukup krusial untuk menjaga stamina selama beraktivitas di air.

  2. 2. Pantau kondisi perairan sebelum snorkeling

    Potret prakiraan cuaca
    Potret prakiraan cuaca (unsplash.com/Nathalia Segato)

    Selain memerhatikan peralatan dan perlengkapan, kamu perlu memantau kondisi perairan yang akan menjadi lokasi snorkeling. Kondisi cuaca, ketinggian gelombang, dan arus laut menjadi beberapa faktor alam yang dapat membahayakan keselamatan.

    Kamu bisa memantau prakiraan tinggi gelombang harian, arah dan kecepatan angin, serta cuaca maritim melalui situs resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Selain itu, bisa memantau informasi dari instansi berwenang jika berada di luar negeri.

    Namun, berbeda jika kamu akan snorkeling menggunakan jasa operator wisata. Biasanya mereka sudah mengecek kondisi cuaca dan gelombang sebelum kapal diizinkan berlayar oleh syahbandar setempat.

    Maka dari itu, penting untuk mengikuti arahan guide atau kapten kapal terkait titik lokasi yang aman untuk snorkeling. Kalau kamu snorkeling tanpa pendamping, gak perlu ragu untuk membatalkan rencana saat kondisi laut terlihat kurang bersahabat.

  3. 3. Pakai life jacket meski jago berenang

    Life jacket penting untuk keselamatan meski kamu merasa jago berenang. Perlu diingat bahwa kondisi laut lepas berbeda dari kolam renang yang cenderung tenang. Arus dan gelombang bisa datang tiba-tiba, sehingga akan menguras tenagamu.

    Kamu tetap wajib memakai life jacket saat berada di permukaan air. Cukup dilepas sesekali ketika hendak menyelam lebih dalam untuk melihat biota laut dari dekat.

    Begitu selesai menyelam, segera pakai kembali life jacket sebelum melanjutkan aktivitas di permukaan air. Kebiasaan kecil ini dapat mengurangi risiko kecelakaan kalau tiba-tiba kondisi laut berubah drastis saat snorkeling.

  4. 4. Hindari menyentuh biota laut sembarangan

    Potret orang snorkeling
    Potret orang snorkeling (unsplash.com/OnBird Phu Quoc)

    Keindahan terumbu karang dan biota laut yang indah membuat wisatawan tergoda untuk menyentuh atau memegangnya. Namun, kamu gak disarankan menyentuh biota laut sembarangan.

    Tindakan tersebut dapat merusak ekosistem laut yang membutuhkan waktu lama untuk pulih. Selain itu, beberapa biota laut beracun. Jadi, kamu perlu memikirkan keselamatn diri.

    Kalau tanpa sengaja menyentuh biota laut yang menyebabkan luka, iritasi, atau gatal, sebaiknya segera menjauh dan meminta pertolongan. Aturan sederhana ini bukan sekadar penting untuk keselamatan diri. Namun, juga bentuk tanggung jawab terhadap kelestarian bawah laut. Kamu tetap bisa menikmati keindahannya dari jarak aman tanpa perlu menyentuh apa pun.

  5. 5. Usahakan dekat dengan pemandu atau kelompok

    Saat sedang asyik menikmati pemandangan bawah laut, wisatawan kadang tidak sadar sudah berenang terlalu jauh dari pemandu atau kelompok. Sebaiknya, usahakan untuk tetap dekat dengan mereka.

    Tujuannya untuk mempermudah pertolongan dan sebagai antisipasi. Apalagi jika tiba-tiba kamu mengalami kram, kelelahan, atau kesulitan bernapas di tengah laut.

    Meski kamu sudah berpengalaman dan mahir berenang, sebaiknya tetap berada dalam jangkauan pandang pemandu atau teman snorkeling lainnya. Jika ingin mengeksplorasi ke titik agak jauh, kamu bisa mengajak pemandu atau teman. Sistem berkelompok ini dapat menjadi salah satu cara efektif untuk mempercepat pertolongan kalau terjadi keadaan darurat di air.

    Snorkeling memang aktivitas yang menyenangkan dan menjadi salah satu cara terbaik untuk menikmati keindahan bawah laut. Namun, kelima hal di atas sering luput dari perhatian wisatawan. Jadi, jangan sepelekan hal-hal sederhana yang ternyata tidak kalah penting untuk keselamatan diri kamu, ya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More