Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Bangunan Bersejarah Indonesia yang Masih Menyimpan Interior Asli
Lawang Sewu, Semarang (commons.wikimedia.org/Galuhranitiara)
  • Lawang Sewu, Museum Bank Indonesia, dan Museum Fatahillah mempertahankan elemen kolonial asli, seperti tegel, pintu kayu, jendela tinggi, lantai marmer, pilar, serta ruang transaksi dan sidang.
  • Istana Maimun di Medan menampilkan interior Kesultanan Deli dengan singgasana, perabot antik, lampu gantung, ornamen emas, dan perpaduan budaya Melayu, Timur Tengah, India, serta Eropa.
  • Keraton Yogyakarta tetap menjadi kediaman resmi Kesultanan dengan pendopo, furnitur kuno, ukiran kayu, langit-langit khas Jawa, dan benda pusaka yang mencerminkan tradisi serta filosofi budaya Jawa.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pernahkah kamu membayangkan seperti apa suasana di dalam bangunan bersejarah yang masih mempertahankan interior aslinya? Berjalan di antara ruangan-ruangan tua dengan lantai, langit-langit, dan perabot yang tetap terawat tentu menghadirkan pengalaman yang berbeda. Rasanya seolah waktu berhenti dan mengajak siapa saja untuk menyelami kisah yang pernah terjadi di balik dindingnya.

Indonesia memiliki banyak bangunan bersejarah yang tidak hanya memukau dari tampilan luarnya, tetapi juga menyimpan interior autentik yang masih dipertahankan hingga sekarang. Setiap sudut bangunan menghadirkan cerita tentang budaya, arsitektur, dan perjalanan sejarah bangsa. Kalau kamu menyukai wisata sejarah, lima bangunan bersejarah Indonesia berikut layak masuk ke dalam daftar destinasi yang wajib dikunjungi.

1. Lawang Sewu, Semarang

Museum Lawang Sewu, Semarang (commons.wikimedia.org/Philip Nalangan)

Lawang Sewu menjadi salah satu bangunan bersejarah paling terkenal di Indonesia yang masih mempertahankan banyak elemen interior aslinya. Lantai tegel bermotif, pintu-pintu kayu besar, jendela tinggi, dan tangga besi tua masih dapat ditemukan di berbagai sudut bangunan. Nuansa kolonial yang kuat membuat setiap ruangan terasa autentik.

Saat memasuki bagian dalam bangunan, pengunjung akan disambut oleh koridor panjang yang dipenuhi cahaya alami dari jendela besar. Detail plafon dan ventilasi udara masih menunjukkan kualitas arsitektur pada zamannya. Kondisi interior yang terawat membuat pengalaman berkunjung terasa semakin berkesan.

2. Museum Bank Indonesia, Jakarta

Museum Bank Indonesia, Jakarta (commons.wikimedia.org/Ahmes Syahda)

Bangunan yang kini menjadi Museum Bank Indonesia masih mempertahankan banyak bagian interior asli sejak era kolonial Belanda. Pilar-pilar megah, lantai marmer, dan ruang transaksi lama tetap dipelihara dengan sangat baik. Keindahan interiornya menjadi daya tarik utama selain koleksi sejarah yang dipamerkan.

Berjalan di dalam museum membuat pengunjung dapat merasakan atmosfer perbankan pada masa lalu. Langit-langit tinggi dan pencahayaan klasik memperlihatkan kemewahan bangunan bersejarah ini. Setiap ruangan dirancang untuk tetap mempertahankan karakter aslinya.

3. Museum Fatahillah, Jakarta

Museum Fatahillah (commons.wikimedia.org/Chainwit.)

Museum Fatahillah merupakan bekas balai kota Batavia yang hingga kini masih memiliki interior bergaya kolonial. Tangga kayu, pintu besar, jendela tinggi, dan ruang sidang tetap dipertahankan sebagai bagian dari nilai sejarah bangunan. Semua elemen tersebut memberikan gambaran kehidupan pada masa kolonial.

Interior museum juga dilengkapi dengan berbagai ruangan yang dahulu memiliki fungsi penting dalam pemerintahan Batavia. Suasana klasik semakin terasa berkat penggunaan material asli yang masih terjaga. Pengunjung dapat menikmati pengalaman sejarah yang lebih nyata.

4. Istana Maimun, Medan

Istana Maimun (commons.wikimedia.org/Adhmi)

Istana Maimun dikenal sebagai salah satu ikon Kota Medan yang memiliki interior mewah dan masih asli. Ruang utama dihiasi perabot antik, lampu gantung besar, dan singgasana Kesultanan Deli yang tetap dipertahankan. Perpaduan budaya Melayu, Timur Tengah, India, dan Eropa membuat interiornya terlihat unik.

Setiap ruangan menghadirkan ornamen yang kaya akan detail artistik. Warna-warna emas dan ukiran klasik masih mendominasi bagian dalam istana. Pengunjung pun dapat melihat langsung kemegahan peninggalan Kesultanan Deli.

5. Keraton Yogyakarta

Keraton Yogyakarta (commons.wikimedia.org/Gunawan Kartapranata)

Keraton Yogyakarta masih menjadi kediaman resmi Kesultanan Yogyakarta sekaligus bangunan bersejarah yang mempertahankan interior tradisionalnya. Berbagai pendopo, ruang tamu kerajaan, dan koleksi furnitur kuno tetap dirawat dengan baik. Keaslian interior tersebut menjadi bagian penting dari warisan budaya Jawa.

Ornamen kayu berukir, langit-langit khas Jawa, dan koleksi benda pusaka memperkuat suasana bersejarah di dalam keraton. Setiap ruangan memiliki filosofi yang berkaitan dengan tradisi Kesultanan. Pengunjung dapat mengenal budaya Jawa melalui detail interiornya.

Mengunjungi bangunan-bangunan bersejarah seperti ini bukan hanya memanjakan mata, tetapi juga menghadirkan kesempatan untuk menikmati jejak masa lalu dari jarak yang dekat. Setiap ruang memiliki cerita yang menunggu untuk ditemukan, mulai dari lantai tua hingga langit-langit yang telah menjadi saksi perjalanan waktu.

Jadi, saat merencanakan liburan berikutnya, sempatkanlah melangkah ke salah satu bangunan ini dan rasakan sendiri pesona sejarah yang masih hidup hingga kini. Kamu pengin ke mana dulu, nih?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article