Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Danau Alpen yang Airnya Tetap Dingin meski Musim Panas

5 Danau Alpen yang Airnya Tetap Dingin meski Musim Panas
ilustrasi danau Alpen (commons.wikimedia.org/Chainwit.)
Intinya Sih
  • Beberapa danau di kawasan Alpen tetap memiliki suhu air dingin sepanjang musim panas karena mendapat pasokan dari gletser dan lelehan salju pegunungan.
  • Lima danau terkenal seperti Oeschinen, Königssee, Braies, Eibsee, dan Lünersee menawarkan pemandangan spektakuler dengan air jernih serta udara sejuk khas dataran tinggi.
  • Kombinasi panorama pegunungan bersalju, jalur trekking indah, dan suasana tenang menjadikan danau-danau Alpen destinasi favorit untuk menikmati kesejukan di tengah musim panas.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Musim panas biasanya identik dengan suhu hangat yang membuat banyak danau lebih nyaman untuk berenang. Namun, tidak semua danau mengalami perubahan suhu yang drastis. Di kawasan Alpen Eropa, misalnya, terdapat sejumlah danau yang tetap terasa dingin, bahkan ketika matahari bersinar terik dan suhu udara mencapai puncaknya.

Air yang jernih, latar pegunungan bersalju, dan suhu yang tetap rendah menjadi kombinasi yang membuat danau-danau Alpen berbeda dari kebanyakan destinasi musim panas lainnya. Kondisi ini terjadi karena banyak danau mendapat pasokan air langsung dari gletser atau lelehan salju di dataran tinggi.

Simak deretan danau Alpen yang terkenal karena kesejukannya sepanjang musim panas berikut ini. Bikin kamu pengin ke sana, deh!

1. Danau Oeschinen menyuguhkan air gletser berwarna biru toska

Danau Oeschinen
Danau Oeschinen (commons.wikimedia.org/BasicPotatoes)

Danau Oeschinen berada di dekat desa Kandersteg, kawasan Bernese Oberland, Swiss. Lokasinya berada di ketinggian sekitar 1.578 meter di atas permukaan laut (mdpl), sehingga suhu airnya cenderung tetap rendah sepanjang tahun.

Danau ini dikelilingi tebing batu kapur dan puncak gunung yang masih menyimpan salju hingga musim panas. Pemandangan tersebut membuat warna air tampak biru kehijauan yang sangat mencolok saat terkena cahaya matahari.

Untuk mencapai danau ini, banyak pelancong memanfaatkan kereta gantung dari Kandersteg sebelum melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki. Meskipun beberapa orang mencoba berenang saat musim panas, suhu air sering kali masih berada pada kisaran yang cukup dingin untuk sebagian besar pengunjung.

Jalur trekking di sekitar danau juga menjadi daya tarik utama karena menawarkan panorama Pegunungan Alpen dari berbagai sudut. Waktu terbaik berkunjung biasanya antara Juni hingga September ketika akses menuju kawasan danau lebih mudah dijangkau.

2. Danau Königssee mempertahankan suhu sejuk di antara tebing curam

Danau Königssee
Danau Königssee (commons.wikimedia.org/Ankermast)

Danau Königssee terletak di wilayah Berchtesgaden, Bavaria, Jerman. Bentuknya yang memanjang dan dikelilingi tebing tinggi membuat paparan sinar matahari langsung tidak selalu merata sepanjang hari. Faktor tersebut ikut membantu menjaga suhu air tetap relatif rendah meskipun musim panas sedang berlangsung. Airnya juga terkenal sangat jernih karena kawasan sekitar danau dijaga ketat untuk melindungi ekosistem alami.

Perjalanan di Königssee biasanya dilakukan menggunakan perahu listrik yang berangkat dari dermaga Schönau am Königssee. Salah satu tujuan favorit adalah Gereja St. Bartholomä yang berdiri di tepi danau dengan latar pegunungan yang ikonik.

Banyak wisatawan datang untuk menikmati suasana yang tenang, bukan sekadar berenang. Jika berkunjung pada pagi hari, kabut tipis yang menggantung di permukaan air sering kali menciptakan pemandangan yang sangat fotogenik.

3. Danau Braies dikelilingi Pegunungan Dolomit yang menjulang

 Danau Braies
Danau Braies (commons.wikimedia.org/Fischer.H)

Danau Braies atau Lago di Braies berada di kawasan Dolomit, Italia utara. Danau ini terkenal karena warna airnya yang berubah-ubah mengikuti intensitas cahaya dan kondisi cuaca.

Meskipun musim panas menghadirkan suhu udara yang lebih hangat, air danau tetap terasa dingin karena mendapat pasokan dari sumber pegunungan di sekitarnya. Lokasinya yang berada pada ketinggian lebih dari 1.400 meter turut memengaruhi suhu air sepanjang tahun.

Jalur melingkar di sekitar danau memungkinkan pengunjung menikmati pemandangan dari berbagai titik tanpa harus melakukan pendakian berat. Dermaga kayu dan perahu dayung tradisional menjadi salah satu ikon yang sering muncul dalam foto perjalanan di kawasan Dolomit.

Banyak orang datang sejak pagi untuk menghindari keramaian dan mendapatkan pantulan gunung yang lebih jelas di permukaan air. Jika menggunakan kendaraan pribadi, datang lebih awal juga membantu memperoleh tempat parkir yang lebih mudah.

4. Danau Eibsee berada tepat di kaki gunung tertinggi Jerman

Danau Eibsee
Danau Eibsee (commons.wikimedia.org/-wuppertaler)

Danau Eibsee terletak tidak jauh dari Gunung Zugspitze, puncak tertinggi di Jerman. Posisinya yang dekat dengan kawasan pegunungan tinggi membuat suhu air tetap sejuk, bahkan saat musim panas mencapai periode terhangatnya.

Air danau terlihat sangat bening sehingga bagian dasar di area dangkal masih dapat terlihat dengan jelas. Kombinasi warna biru dan hijau pada permukaannya sering membuat danau ini tampak seperti destinasi tropis dari kejauhan.

Selain menikmati panorama danau, pengunjung juga dapat memanfaatkan jalur pejalan kaki yang mengelilingi kawasan Eibsee. Rute tersebut menawarkan pemandangan pulau-pulau kecil yang tersebar di permukaan danau.

Banyak fotografer memilih datang saat matahari terbit karena cahaya pagi menciptakan refleksi yang dramatis. Lokasinya juga mudah dijangkau dari kota Garmisch-Partenkirchen menggunakan transportasi umum maupun kendaraan pribadi.

5. Danau Lünersee menawarkan kesejukan di ketinggian Alpen Austria

Danau Lünersee
Danau Lünersee (commons.wikimedia.org/Herbert Heim)

Danau Lünersee berada di Austria, tepatnya di kawasan Vorarlberg dekat perbatasan Swiss. Letaknya yang berada pada ketinggian lebih dari 1.900 mdpl membuat suhu air tetap rendah bahkan ketika wilayah lain sedang mengalami cuaca panas.

Warna biru cerah danau berpadu dengan padang rumput Alpen serta pegunungan berbatu yang mengelilinginya. Lanskap tersebut menjadikan Lünersee sebagai salah satu danau pegunungan paling memukau di Austria.

Akses menuju danau dapat dilakukan menggunakan kereta gantung Lünerseebahn sebelum melanjutkan perjalanan singkat dengan berjalan kaki. Banyak pendaki menjadikan kawasan ini sebagai titik awal untuk menjelajahi jalur pegunungan di sekitarnya.

Karena berada di dataran tinggi, cuaca dapat berubah dengan cepat, sehingga membawa jaket tipis tetap disarankan meskipun berkunjung pada musim panas. Kondisi udara yang sejuk membuat aktivitas berjalan kaki terasa lebih nyaman dibandingkan dengan kawasan wisata yang lebih rendah.

Musim panas tidak selalu berarti air hangat dan cuaca yang menyengat. Danau-danau Alpen membuktikan bahwa kesejukan masih bisa ditemukan di tengah musim paling cerah dalam setahun. Perpaduan alam pegunungan, udara segar, dan panorama yang spektakuler menjadikan kawasan ini pilihan menarik untuk pengalaman liburan yang berbeda.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Naufal Al Rahman
EditorNaufal Al Rahman

Related Articles

See More