Danau Apa Saja yang Termasuk 3D di Kalangan Pendaki Indonesia?

Sudah menjadi hal lumrah di kalangan pendaki untuk menyebut gunung dengan julukan tertentu. Kamu mungkin sudah gak asing dengan istilah gunung kembar Jawa Tengah, yaitu Sindoro dan Sumbing. Jika ditambah Gunung Slamet, maka akan sering disebut 3S.
Julukan yang diberikan tidak hanya mengacu pada nama gunung. Beberapa di antaranya juga menggunakan ciri khas yang ada di gunung tersebut sebagai julukan. Salah satunya adalah istilah 3D, merujuk pada tiga danau di tiga gunung berbeda.
Sejumlah pendaki pemula masih sering mempertanyakan, di mana saja itu 3D? Buat kamu yang masih penasaran, berikut ini daftar danau yang termasuk 3D di kalangan pendaki Indonesia.
1. Danau Ranu Kumbolo, Gunung Semeru

Kamu pasti sudah gak asing lagi dengan Ranu Kumbolo yang terletak di Gunung Semeru. Danau tersebut diperkirakan terletak pada ketinggian 2.400 meter di atas permukaan laut. Letaknya di tengah-tengah jalur pendakian, membuat area sekitar danau sering menjadi tempat untuk pendaki yang ingin istirahat maupun mendirikan tenda.
Ranu Kumbolo dikelilingi lembah dan perbukitan dengan vegetasi berupa pinus. Air danaunya berwarna hijau kebiruan yang tampak menyegarkan. Saat malam hari, kamu bisa menyaksikan pemandangan langit berbintang.
Air dari Ranu Kumbolo biasanya menjadi sumber air bersih bagi para pendaki. Dulu, air tersebut layak diminum tanpa harus dimasak. Sekarang, air tersebut dianggap telah terindikasi pencemaran.
Selain keindahan alamnya, ada pula mitos tentang Ranu Kumbolo yang beredar di tengah masyarakat. Konon, terdapat ikan mas yang kerap menampakkan diri. Ikan tersebut dipercaya sebagai jelmaan dewi penunggu danau.
2. Danau Taman Hidup, Gunung Argopuro

Gunung Argopuro menjadi tempat pendakian dambaan bagi sejumlah pendaki berpengalaman. Sebab, gunung tersebut terkenal dengan jalur pendakiannya yang panjang dan menantang. Tentu bisa menjadi kebangganan tersendiri jika bisa menyelesaikan pendakian di gunung tersebut dan kembali dengan selamat.
Salah satu spot yang terkenal di Gunung Argopuro adalah Taman Hidup pada ketinggian 1.980 meter di atas permukaan laut. Area yang lapang di jalur pendakian dengan sebuah danau. Spot ini menawarkan suasana yang tenang, sejuk, asri, dan kadang berkabut, sehingga menghadirkan nuansa magis nan dramatis.
Konon, Danau Taman Hidup yang dikelilingi hutan itu menjadi tempat bermain Dewi Rengganis. Dia adalah anak dari selir Raja Majapahit yang dibuang ke Pegunungan Argopuro. Sejak saat itu, sosok Dewi Rengganis dipercaya sebagai penunggu danau.
Masih berkaitan dengan mitos tersebut, pendaki diharap berhati-hati dan menjaga tingkah laku saat berada di sekitar danau. Masyarakat setempat percaya, jika ada pendaki yang berkata tidak sopan atau berkata kasar, maka Dewi Rengganis akan marah dan mengakibatkan kabut turun hingga disertai hujan badai. Selain itu, ada pula pendaki yang hilang karena menghadapi kemarahan Dewi Rengganis, terutama mereka yang datang pada malam hari.
3. Danau Segara Anak, Gunung Rinjani

Siapa nih yang tergoda untuk melihat keindahan Danau Segara Anak di Gunung Rinjani? Pendakian ke tempat ini juga gak kalah menantang, bahkan tidak disarankan untuk pendaki pemula. Danau tersebut merupakan kaldera pada ketinggian 2.004 meter di atas permukaan laut yang dapat dilihat dari puncak Gunung Rinjani.
Danau Segara Anak mendapatkan namanya dari warna air danau yang kebiruan menyerupai air laut. Danau seluas 1.100 hektare itu terbentuk dari hasil erupsi Gunung Rinjani di masa lampau. Kemudian membentuk cekungan dengan dalaman hingga 230 meter dan terisi air.
Pada tahun 1994, Gunung Rinjani kembali erupsi dan menyebabkan munculnya Gunung Barujari di tengah danau. Lebih tepatnya kerucut Barujari muncul di sebelah timur kaldera Gunung Rinjani. Potretnya pernah diabadikan dalam mata uang pecahan Rp10.000 tahun 1998.
Sama seperti kedua danau sebelumnya, Segara Anak pun tidak lepas dari legenda dan mitos yang dipercaya masyarakat setempat. Umat Hindu percaya bahwa danau itu menjadi tempat bersemayamnya para dewa. Sedangkan masyarakat setempat meyakini, terdapat istana tempat tinggal Dewi Anjani, penguasa Gunung Rinjani.
Daya tarik budaya dapat kamu lihat setiap tahunnya karena danau tersebut menjadi tempat pelaksanaan upacara Mulang Pekelem yang dilakukan oleh umat Hindu. Mulang Pekelem berupa penyembelihan hewan, melepaskan binatang ke alam liar, dan menenggelamkan benda berharga ke daam danau. Upacara itu biasanya dilakukan pada purnama bulan kelima dengan tujuan untuk memohon dan menjaga keharmonisan alam.
Sekarang rasa penasaranmu sudah terjawab, bukan? Ketiga danau tersebut berada di gunung dengan grade 4 yang menunjukkan tingkat kesulitannya tinggi. Wajar saja kalau menjadi tantangan sekaligus kebanggaan tersendiri kalau sudah bisa menyaksikan ketiga danau tersebut secara langsung.