Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Fakta Tahir Solo Museum yang Resmi Dibuka, Ada Fosil 20 Meter

5 Fakta Tahir Solo Museum yang Resmi Dibuka, Ada Fosil 20 Meter
Tahir Solo Museum di Kota Solo. (IDN Times/Larasati Rey)
Intinya Sih
  • Tahir Solo Museum Culture Science and Technology resmi dibuka pada 26 Juli 2026 di Jebres, Solo. Museum hibah Dato’ Sri Tahir ini mengangkat peradaban manusia masa lalu hingga masa depan.
  • Berdiri di lahan sekitar 5 hektare dengan bangunan 55.000–60.000 meter persegi, museum berkapasitas hingga 12.000 pengunjung dan memadukan seni, sains, serta budaya dalam tiga lantai.
  • Koleksinya mencakup fosil asli Omeisaurus Tianfuensis berleher sekitar 20 meter dari pinjaman Museum Zigong, Tiongkok; sebagian koleksi berganti tiap enam bulan, sementara President Center disiapkan pada tahap kedua.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Liburan ke museum tengah menjadi tren yang menarik bagi wisatawan. Selain bisa menghabiskan waktu dengan cara berbeda, berkunjung ke museum juga memberikan pengalaman edukasi yang menarik.

Kali ini, ada kabar baik buat kamu yang ingin liburan ke Solo. Baru-baru ini, Tahir Solo Museum Culture Science and Technology di Kecamatan Jebres, Solo, resmi dibuka pada Minggu (26/7/2026).

Museum yang didirikan oleh pendiri Grup Mayapada dan Tahir Foundation, Dato' Sri Tahir, ini mengangkat tema peradaban manusia dari masa lalu hingga masa depan. Tak hanya menghadirkan koleksi berkelas internasional, Tahir Solo Museum juga dirancang sebagai pusat edukasi dan kebudayaan modern di Kota Solo.

Museum ini dihibahkan oleh Dato’ Sri Tahir kepada Kota Solo dan diharapkan menjadi destinasi wisata edukasi baru bagi masyarakat. Tak hanya warga Solo, museum ini juga ditujukan untuk wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara.

Lantas, apa saja fakta menarik Tahir Solo Museum yang baru saja dibuka ini? Simak informasinya berikut, ya!

1. Museum terbesar di Indonesia

Tahir Solo Museum berdiri di atas lahan seluas sekitar 5 hektare dengan luas bangunan mencapai 55.000-60.000 meter persegi. Dengan ukuran tersebut, museum ini memiliki kapasitas yang cukup besar dan dapat menampung hingga 12.000 pengunjung. Kehadirannya menambah pilihan wisata edukasi di Kota Solo.

2. Konsep Tahir Solo Museum

Tahir Solo Museum di Kota Solo
Tahir Solo Museum di Kota Solo. (IDN Times/Larasati Rey)

Tahir Solo Museum menggabungkan tiga unsur utama, yakni art, science, and culture. Konsep tersebut diterapkan melalui pembagian area museum yang menghadirkan pengalaman berbeda di setiap lantainya.

Lantai dasar menghadirkan berbagai wahana teknologi berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, dan Mathematics). Sementara itu, lantai tengah menampilkan koleksi fosil dan tata surya. Lantai atas diisi dengan berbagai koleksi seni. Konsep ini diharapkan membuat Tahir Solo Museum menjadi destinasi edukasi modern yang melengkapi deretan museum di Kota Solo.

3. Memiliki fosil asli dengan leher 20 meter

Salah satu koleksi yang paling menarik adalah fosil asli Omeisaurus Tianfuensis dengan leher sepanjang sekitar 20 meter. Terdapat pula replika berbagai jenis dinosaurus yang bisa menjadi daya tarik bagi pengunjung. Tahir Solo Museum mendapat pinjaman koleksi langsung dari Museum Zigong, Tiongkok.

Saat memasuki area lobi, pengunjung akan menemukan koleksi dengan tema alam semesta, evolusi kehidupan, hingga seni arsitektur Gaudi. Pada zona evolusi kehidupan, terdapat fosil dan replika robot dinosaurus.

Museum ini juga memiliki area eksplorasi luar angkasa. Di dalamnya, pengunjung dapat melihat pakaian misi antariksa hingga replika menara peluncur roket di Wenchang, Tiongkok.

4. Koleksi museum diganti setiap enam bulan

Tahir Solo Museum di Kota Solo
Tahir Solo Museum di Kota Solo. (IDN Times/Larasati Rey)

Koleksi yang ditampilkan di Tahir Solo Museum tidak semuanya bersifat permanen. Sebagian koleksi dipinjamkan dalam jangka waktu sekitar enam bulan dan akan diganti secara berkala. Konsep ini membuat pengalaman berkunjung ke museum terasa berbeda. Pengunjung memiliki alasan untuk datang kembali karena bisa menemukan koleksi dan tema baru setiap periode tertentu.

5. President Center akan hadir di tahap kedua

Tahir Solo Museum juga akan dikembangkan melalui pembangunan tahap kedua yang berfokus pada President Center. Fasilitas ini nantinya dilengkapi auditorium tertutup dan ruang terbuka. President Center dirancang untuk menjadi tempat berbagai kegiatan, mulai dari seminar, kuliah umum yang menghadirkan tokoh dunia, hingga pertunjukan seni dan budaya.

Dengan konsep yang memadukan seni, sains, teknologi, dan budaya, Tahir Solo Museum bisa menjadi pilihan wisata edukasi baru saat kamu berkunjung ke Solo. Gimana, tertarik memasukkannya ke dalam itinerary liburanmu?

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More