Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Gunung di Luar Pulau Jawa Favorit Pendaki Internasional

 5 Gunung di Luar Pulau Jawa Favorit Pendaki Internasional
Gunung Agung, Bali (unsplash.com/@pascalvendel)
Intinya Sih
  • Artikel menyoroti lima gunung di luar Pulau Jawa yang jadi favorit pendaki internasional: Carstensz, Kerinci, Agung, Batur, dan Rinjani dengan karakteristik unik masing-masing.
  • Gunung Carstensz di Papua menjadi incaran pendaki profesional dunia karena termasuk Seven Summits dan memiliki jalur panjat tebing ekstrem serta fenomena gletser tropis langka.
  • Dari spiritualitas Gunung Agung hingga panorama Danau Segara Anak di Rinjani, tiap gunung menawarkan pengalaman mendaki berbeda yang memadukan tantangan fisik dan keindahan alam Indonesia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Termasuk tipe gunung berapi kerucut sinder, dan memiliki lanskap yang mengesankan, tak heran jika Gunung Bromo di Jawa Timur sampai sekarang ini menjadi gunung favorit para pendaki internasional. Bukan cuma Bromo, Gunung Semeru yang merupakan gunung tertinggi di Pulau Jawa dan terbilang memiliki jalur pendakian ekstrem juga jadi gunung pilihan, lho.

Jika kedua gunung favorit pendaki internasional tersebut berada di Pulau Jawa, maka ada banyak pula gunung di luar Pulau Jawa yang menarik dijelajahi. Berikut ini deretan gunung di luar Pulau Jawa yang jadi favorit para pendaki internasional. Salah satunya mungkin favoritmu juga, nih!

1. Gunung Carstensz

Carstensz Pyramid atau Puncak Jaya
Carstensz Pyramid atau Puncak Jaya (googlemaps.com/Hyozingaru)

Memiliki ketinggian mencapai 4.884 meter di atas permukaan laut (mdpl), Gunung Cartensz di Papua bukan sekadar gunung tertinggi di Indonesia, tapi bagian dari salah satu Seven Summits atau tujuh puncak tertinggi di tujuh benua di dunia, lho. Menakjubkan!

Fakta tersebut membuat Gunung Carstensz menjadi spot pendakian impian bagi para pendaki profesional dari berbagai negara, lho. Tak cuma memamerkan citra sebagai gunung tertinggi, Cartensz juga memiliki daya tarik yang terletak pada keunikan geologisnya yang luar biasa.

Di Carstensz, para pendaki bisa menyaksikan fenomena gletser atau es abadi di wilayah tropis. Akan tetapi, untuk sampai puncak Gunung Cartensz sama sekali tidak mudah. Berbeda dengan mayoritas gunung di Indonesia yang didominasi oleh jalur tanah serta hutan, Gunung Carstensz punya jalur trekking yang menuntut para pendaki memiliki kemampuan teknis panjat tebing atau rock climbing mumpuni di atas batuan tajam serta licin.

2. Gunung Kerinci

Gunung Kerinci, Sumatra Barat
Gunung Kerinci, Sumatra Barat (commons.m.wikimedia.org/Muhamad Izul Faqih)

Gunung Kerinci yang berdiri megah di perbatasan Provinsi Jambi dan Sumatra Barat termasuk gunung luar Jawa incaran pendaki internasional. Alasannya karena gunung dengan ketinggian sekitar 3.805 mdpl ini adalah salah satu gunung tertinggi di Indonesia yang memiliki vegetasi hutan hujan tropisnya yang masih alami, sangat rapat, dan cukup menantang.

Menurut para pendaki internasional, melakukan pendakian menuju puncak Gunung Kerinci seperti bertualang ke alam liar yang masih murni. Sebab, selama melakukan perjalanan atau pendakian, gak cuma dihibur dengan vegetasi hijau saja, tapi juga satwa endemik, seperti siamang, yang berseliweran di antara pepohonan.

Ketika berhasil sampai di puncak Gunung Kerinci, pendaki bakal disuguhi pemandangan menakjubkan berupa kawah aktif yang luas dengan air berwarna hijau kekuningan. Ada pula panorama Samudra Hindia yang nampak dari kejauhan.

3. Gunung Agung

Gunung Agung, Bali
Gunung Agung, Bali (pexels.com/Guillaume Meurice )

Pendaki internasional menyukai tantangan fisik sekaligus spiritual Gunung Agung. Itulah alasannya kenapa gunung dengan ketinggian kurang lebih 3.142 mdpl ini menjadi salah satu gunung di luar Pulau Jawa yang menjadi favorit pendaki internasional.

Gunung Agung bisa dikatakan sebagai titik tertinggi di Pulau Dewata dan dianggap sebagai tempat paling suci oleh masyarakat Hindu Bali. Pendakian ke Gunung Agung terkenal dengan jalurnya yang terus menanjak curam tanpa toleransi terhadap jalanan datar, serta melalui hutan nan lebat hingga hamparan batuan vulkanik terbuka.

Pendaki internasional pada umumnya memilih melakukan pendakian ke Gunung Agung pada malam hari, tepatnya tengah malam. Alasannya untuk mengejar momen matahari terbit di puncak. Tak cuma suasana sunrise-nya yang bikin hati merinding, saat mentari mulai membiaskan cahaya, dari kejauhan bisa nampak sekilas pemandangan Gunung Rinjani, lho.

4. Gunung Batur

Gunung Batur, Bali
Gunung Batur, Bali (pxabay.com/ innokurnia)

Selain Gunung Agung, Gunung Batur juga merupakan gunung favorit pendaki internasional. Jika Gunung Agung dirasa terlalu ekstrem bagi sebagian pendaki internasional, Gunung Batur dengan ketinggian kurang lebih 1.717 mdpl ini menjadi opsi pendakian, lho.

Terletak di Kintamani, Gunung Batur adalah salah satu spot sunrise trekking paling populer di Asia Tenggara. Gunung Batur memiliki daya tarik utama yang terletak pada efisiensi jalurnya. Pendaki hanya membutuhkan waktu sekitar 2—3 jam untuk mencapai puncak.

Sesampainya di puncak Gunung Batur, rasa lelah bakal terbayar lunas oleh pemandangan alam kawah beserta keindahan Danau Batur yang tenang. Ada aktivitas sederhana namun menarik yang sering dilakukan oleh para pendaki, yaitu menikmati kopi hangat dan telur yang dimasak langsung menggunakan uap panas yang berasal dari celah-celah batuan vulkanik di sekitar kawah gunung.

5. Gunung Rinjani

Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat
Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat (pexels.com/ROMAN ODINTSOV)

Ngomongin gunung favorit pendaki internasional, kurang afdal jika belum menyebut Gunung Rinjani di Nusa Tenggara Barat. Gunung ini diakui oleh pendaki internasional sebagai salah satu gunung yang memiliki lanskap tercantik di Asia, bahkan di dunia, lho. Gunung Rinjani di Pulau Lombok memiliki ketinggian sekitar 3.726 mdpl.

Sebelum sampai di puncak untuk mendapati pesona sunrise dan sunset-nya, pendaki akan dibawa melewati sabana luas Sembalun yang menyerupai perbukitan di luar negeri, sebelum akhirnya menghadapi tanjakan pasir yang melelahkan untuk bisa sampai di puncak. Namun, rasa lelah tersebut bakal sirna begitu melihat penampakan Danau Segara Anak yang pesonanya bikin mata berbinar.

Dari dinginnya puncak Gunung Carstensz yang diselimuti es hingga kehangatan mentari pagi di Gunung Rinjani, setiap gunung di luar Pulau Jawa yang menjadi favorit pendaki internasional tadi memiliki tantangan pendakian dan pesona masing-masing. Kita patut bangga karena memiliki banyak gunung yang menarik untuk dijadikan spot pendakian.

Dari kelima gunung yang disebutkan tadi, gunung mana yang menjadi spot pendakian favoritmu?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team
Naufal Al Rahman
EditorNaufal Al Rahman

Related Articles

See More