Haedong Yonggungsa Temple: Lokasi, Rute, Jam Buka, HTM, dan Tips

Pernahkah kamu membayangkan berdiri di sebuah kuil yang langsung menghadap laut dengan ombak yang memecah di tebing? Haedong Yonggungsa Temple di Busan, Korea Selatan, menawarkan pengalaman seperti itu, yakni memadukan keindahan alam dan spiritualitas yang unik. Kalau kamu sedang merencanakan liburan ke Busan, tempat ini wajib masuk itinerary kamu karena banyak hal menarik yang bisa dieksplorasi dari pagi hingga sore.
Sebelum berangkat, penting untuk tahu informasi lengkap tentang lokasi, cara menuju ke sana, jam buka, dan aktivitas terbaik yang bisa kamu lakukan di sana. Jadi, perjalananmu lebih mudah, hemat waktu, dan tentunya lebih memorable. Yuk, kita mulai jelajahi semua hal penting yang perlu kamu tahu tentang Yonggungsa Temple di Busan.
1. Lokasi dan sejarah singkat Haedong Yonggungsa Temple

Haedong Yonggungsa Temple adalah kuil Buddha yang terletak di pesisir Gijang-gun, Busan, Korea Selatan. Kuil ini dikenal karena lokasinya yang spektakuler langsung menghadap laut, berbeda dari kuil di Korea yang biasanya berada di pegunungan.
Tempat ini dibangun pertama kali pada abad ke-14 dan kini menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan, terutama saat perayaan Buddha’s Birthday karena dihias ribuan lentera warna-warni. Selain nilai sejarahnya, pemandangan alamnya juga membuat banyak pengunjung datang untuk foto, meditasi, dan menikmati sunrise.
2. Rute praktis menuju Haedong Yonggungsa Temple

Untuk mencapai Haedong Yonggungsa Temple dari pusat Busan, ada beberapa opsi transportasi yang bisa dipilih. Kamu bisa naik metro Busan Line 2 menuju Haeundae Station, keluar dari exit 7, lalu naik Bus #181 atau Bus #1001 menuju halte Yonggungsa Temple. Perjalanan memakan waktu sekitar 30-45 menit sebelum dilanjutkan dengan jalan kaki sekitar 10-15 menit.
Alternatif lainnya adalah naik Donghae Line ke OSIRIA Station (exit 1) kemudian lanjut dengan bus lokal seperti #1001 atau #139, dan jalan kaki singkat menuju kuil. Taksi juga bisa jadi pilihan praktis, terutama jika kamu berangkat pagi untuk mengejar sunrise.
Kalau kamu bawa mobil sendiri, tersedia area parkir dekat kuil (biasanya ada biaya parkir yang berlaku). Namun, perlu diingat popularitas tempat ini sering membuat area parkir cepat penuh di jam sibuk.
3. Jam buka dan harga tiket masuk yang perlu kamu tahu

Haedong Yonggungsa Temple buka setiap hari mulai pagi dini hari hingga sore atau setelah matahari terbenam, umumnya antara pukul 05.00 hingga sekitar 19.00 atau 19.30 tergantung musim. Kuil ini ideal dikunjungi sejak pagi untuk menikmati sunrise di tepi laut yang sangat populer di kalangan wisatawan.
Kabar baiknya, tiket masuk ke kuil ini gratis untuk semua pengunjung, jadi kamu bisa datang tanpa perlu membeli tiket khusus. Hanya biaya tambahan seperti parkir, transportasi, atau aktivitas tertentu di area sekitar yang mungkin berlaku.
Untuk aktivitas seperti menulis doa, lempar koin doa, atau ikut kegiatan festival di tempat tertentu, mungkin ada biaya kecil yang diminta (opsional dan tidak wajib).
4. Aktivitas seru yang wajib dicoba di Haedong Yonggungsa

Begitu sampai di Haedong Yonggungsa Temple, kamu bisa menikmati banyak aktivitas seru dan berkesan. Pertama, jangan lewatkan sunrise pagi hari karena perpaduan cahaya matahari dengan deburan ombak memberikan pengalaman visual yang tak terlupakan.
Selain itu, kamu bisa berjalan santai mengelilingi area kuil sambil menikmati arsitektur tradisional Korea dan pemandangan laut yang memukau. Ada pula ritual menarik seperti melempar koin ke pagoda doa untuk keberuntungan dan harapan pribadi.
Jika berkunjung saat musim festival seperti Buddha’s Birthday (biasanya di musim semi), kamu akan melihat kuil dihiasi dengan lentera warna-warni yang Instagram-worthy dan suasana lebih hidup dibanding biasanya.
5. Tips wisata dan spot foto Instagramable di sekitar kuil

Agar pengalaman jalan-jalanmu makin maksimal, datanglah lebih pagi atau menjelang sore hari untuk menghindari kerumunan dan mendapatkan cahaya fotografi yang paling bagus. Sunrise di sini sangat terkenal, jadi datang 30 menit sebelum matahari terbit bisa jadi pilihan yang tepat.
Sepanjang jalan masuk dan area kuil, kamu akan menemukan spot foto ikonik seperti jalan setapak dengan patung Buddha, pemandangan tebing berlapis ombak, hingga latar belakang laut lepas yang sangat cocok untuk foto. Gunakan sudut berbeda, dari bawah tangga, sisi pantai, hingga dekat pintu gerbang kuil untuk variasi visual.
Jangan lupa membawa sepatu nyaman dan jaket ringan karena area ini cukup luas dan angin laut bisa terasa cukup kencang terutama di sore hari. Cek juga prediksi cuaca sebelum berangkat agar kamu tidak kedinginan atau basah saat menjelajah.
Kalau kamu ingin mendapatkan foto yang lebih dramatis dan tidak biasa, cobalah eksplorasi sudut dari tepi tebing atau area yang sedikit jauh dari pusat kompleks kuil, yakni di tempat di mana sinar matahari pagi atau sore biasanya memantul indah di permukaan laut.
















![[QUIZ] Kamu Lebih Cocok Liburan ke Kota Modern atau Alam yang Tenang?](https://image.idntimes.com/post/20240725/pexels-summerstock-371804-1-bb283fead267e58e98e2840b17468315-d838afbd80ec0cdce0204f2374a3cc80.jpg)
![[QUIZ] Destinasi Wisata yang Cocok untukmu Berdasarkan Pelabuhan Pilihanmu](https://image.idntimes.com/post/20250329/compress-20250330-000845-5501-18866743b6e2c71b3ac50bddddf568b8.jpg)
![[QUIZ] Cari Tahu Destinasi Musim Semi yang Paling Seru untukmu!](https://image.idntimes.com/post/20210527/hwanggujicheon-6a5b383b7d6fa29619ceea2b9cfae8c7-1c3ed337a36224afa6da1472363702d4.jpg)