Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Fakta Musée d'Orsay, Bekas Stasiun yang Jadi Museum Seni

5 Fakta Musée d'Orsay, Bekas Stasiun yang Jadi Museum Seni
Musée d'Orsay di Paris, Prancis. (commons.wikimedia.org/Ninara)
Intinya Sih
  • Musée d'Orsay awalnya adalah stasiun kereta Gare d'Orsay yang dibangun tahun 1900 dengan gaya Beaux-Arts dan teknologi modern, lalu ditinggalkan sejak 1939 karena tak cocok untuk kereta baru.
  • Bangunan ini diselamatkan dari rencana pembongkaran pada 1977 dan diubah menjadi museum seni oleh arsitek Gae Aulenti, resmi dibuka tahun 1986 menampilkan karya dari periode 1848–1914.
  • Kini Musée d'Orsay dikenal sebagai rumah bagi koleksi impresionis dan pasca-impresionis terbesar di dunia serta ikon jam kaca raksasa yang jadi spot foto favorit pengunjung.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Paris selalu punya cara untuk membuat dunia terpukau, salah satunya melalui Musée d'Orsay, museum seni rupa bergengsi di Paris, Prancis, yang terletak di Tepi Kiri Sungai Seine. Museum ini menjadi sangat istimewa karena menyimpan koleksi karya seni Impresionis dan Pasca-Impresionis terbesar di dunia. Gak cuma itu, Musée d'Orsay juga merupakan arsitektur yang punya sejarah transformasi luar biasa.

Lantas, bagaimana sebenarnya perjalanan panjang bangunan ini hingga bisa berubah menjadi museum seni seperti sekarang? Mari telusuri kisah lengkapnya dalam artikel ini!

1. Bekas stasiun kereta api

Stasiun kereta api bersejarah Gare d'Orsay di Paris, Prancis.
Stasiun kereta api bersejarah Gare d'Orsay di Paris, Prancis. (commons.wikimedia.org/Unknown author/postcard)

Bangunan Musée d'Orsay di Paris awalnya didirikan sebagai stasiun kereta api bernama Gare d'Orsay. Bangunan ini dirancang oleh arsitek Victor Laloux dan selesai dibangun dalam waktu singkat selama dua tahun. Stasiun ini resmi dibuka pada tahun 1900 untuk menyambut pameran dunia Exposition Universelle.

Arsitektur bangunan ini memadukan fasad luar bergaya klasik Beaux-Arts dengan struktur logam modern di bagian dalamnya. Desain interiornya saat itu sudah sangat maju karena dilengkapi dengan rel listrik dan lift untuk kenyamanan penumpang. Melalui perpaduan tersebut, bangunan ini berhasil mencerminkan keindahan estetika sekaligus kemajuan teknik konstruksi abad ke-19.

2. Hampir dihancurkan untuk hotel modern

Bagian tengah utama yang megah dari Musée d'Orsay.
Bagian tengah utama yang megah dari Musée d'Orsay. (unsplash.com/Sung Jin Cho)

Sejak tahun 1939, stasiun kereta api ini mulai ditinggalkan karena ukuran peronnya terlalu pendek untuk kereta modern yang lebih panjang. Bangunan ini sempat telantar dan kosong hingga tahun 1970-an. Alih-alih dirobohkan, pada tahun 1977 Presiden Valéry Giscard d'Estaing memutuskan untuk menyelamatkan struktur bersejarah ini dan mengubahnya menjadi sebuah museum.

Proses transformasi ini dikerjakan oleh kelompok arsitek ACT, dengan Gaetana Aulenti yang merancang desain interiornya. Mengambil periode karya seni dari tahun 1848 hingga 1914, museum yang diberi nama Musée d'Orsay ini akhirnya resmi dibuka untuk umum pada tahun 1986 oleh presiden saat itu, François Mitterrand.

3. Aula utamanya memanfaatkan struktur asli

Patung Les Six Continents (Enam Benua), yang terletak di pelataran di luar Musée d'Orsay. Dipahat oleh seniman berbeda, masing-masing mewakili sebuah benua: Eropa, Asia, Afrika, Amerika Utara, Amerika Selatan, dan Oseania.
Patung Les Six Continents (Enam Benua), yang terletak di pelataran di luar Musée d'Orsay. Dipahat oleh seniman berbeda, masing-masing mewakili sebuah benua: Eropa, Asia, Afrika, Amerika Utara, Amerika Selatan, dan Oseania. (unsplash.com/Sandip Roy)

Pada tahun 1981, seorang arsitek asal Italia bernama Gae Aulenti dipilih untuk merancang interior museum, mulai dari tata letak ruangan, dekorasi, sampai furniturnya. Ia menyulap area bekas peron kereta menjadi sebuah aula tengah yang megah untuk memajang patung dan membagi galeri seni menjadi tiga tingkatan di bawah atap kubah kaca yang besar. Desain ini dibuat agar ruangan yang super luas tersebut terasa lebih rapi dan nyaman buat pengunjung yang ingin menikmati karya seni.

Setelah renovasi selesai pada Juli 1986, butuh waktu sekitar 6 bulan untuk menata sekitar 2.000 lukisan dan 600 patung di dalamnya. Demi melengkapi koleksi yang sudah ada, pihak museum juga membeli karya-karya penting lain, seperti buatan Paul Gauguin dan Camille Claudel. Alhasil, saat ini Musée d'Orsay nggak cuma memamerkan lukisan, tapi juga menyimpan lebih dari 2.200 patung, serta koleksi foto, arsitektur, dan seni dekoratif yang sangat lengkap.

4. Menyimpan koleksi mahakarya impresionis dan pasca-impresionis terbesar di dunia

Nature morte aux pommes et aux oranges, lukisan cat minyak karya seniman Prancis Paul Cézanne, yang dibuat sekitar tahun 1899. Lukisan aslinya disimpan di Musée d'Orsay di Paris, Prancis.
Nature morte aux pommes et aux oranges, lukisan cat minyak karya seniman Prancis Paul Cézanne, yang dibuat sekitar tahun 1899. Lukisan aslinya disimpan di Musée d'Orsay di Paris, Prancis. (commons.wikimedia.org/Paul Cézanne (1839–1906)/The Yorck Project (2002) 10.000 Meisterwerke der Malerei (DVD-ROM), distributed by DIRECTMEDIA Publishing GmbH. ISBN: 3936122202.)

Kalau kamu suka banget sama aliran seni impresionis dan pasca-impresionis, Musée d'Orsay di Paris ini wajib banget masuk ke daftar tempat yang harus dikunjungi. Museum ini menyimpan koleksi mahakarya terbesar di dunia dari era emas tahun 1848 hingga 1914. Suasananya bakal bikin kamu takjub karena di sinilah rumah bagi karya-karya legendaris dunia, seperti lukisan malam penuh bintang Starry Night Over the Rhône karya Vincent van Gogh dan keindahan bunga teratai Blue Water Lilies milik Claude Monet.

Selain Van Gogh dan Monet yang punya puluhan koleksi di sini, kamu juga bisa melihat langsung karya-karya ikonik dari para pelukis master lainnya. Mulai dari lukisan pesta yang hidup karya Pierre-Auguste Renoir, karya-karya berani Édouard Manet dan Edgar Degas, hingga ratusan lukisan indah dari Paul Cézanne, Gustave Courbet, dan Camille Pissarro. Bahkan, museum ini juga memamerkan patung-patung luar biasa seperti The Gates of Hell karya Auguste Rodin, menjadikannya surga yang super lengkap bagi para pencinta seni.

5. Ada jam kaca raksasa yang mendominasi dinding interior

Jam kaca raksasa yang terletak di dalam Musée d'Orsay.
Jam kaca raksasa yang terletak di dalam Musée d'Orsay. (unsplash.com/Armand Khoury)

Jam raksasa di Musée d'Orsay adalah simbol ikonik yang langsung dikenali dan selalu sukses bikin pengunjung takjub. Jam kaca besar yang mendominasi dinding bagian dalam ini sebenarnya peninggalan asli dari masa stasiun kereta dulu, yang fungsinya untuk membantu penumpang supaya tidak ketinggalan kereta. Bukan cuma alat penunjuk waktu biasa, jam ini adalah mahakarya berdesain Belle Époque yang sangat elegan dengan detail yang rumit dan ukuran yang luar biasa besar.

Sekarang, area di balik jam raksasa ini berubah menjadi spot foto paling hits dan paling dicari oleh para wisatawan. Saat berdiri di sana, kamu bisa berfoto menghasilkan siluet yang estetik dengan latar belakang pemandangan kota Paris yang indah, bahkan gereja Sacré-Cœur di kejauhan bisa terlihat langsung dari balik kaca jam tersebut.

Melihat perjalanannya, sungguh mengagumkan bagaimana sebuah stasiun kereta api tua yang hampir dirobohkan kini telah bertransformasi menjadi salah satu pusat seni paling dikagumi di dunia. Saat ini, Musée d'Orsay berhasil menjadi ruang yang mempertemukan keindahan arsitektur masa lalu dengan mahakarya seni legendaris secara sempurna. Menjelajahi museum ini bukan sekadar menikmati lukisan dan patung yang indah, tetapi juga merayakan kreativitas manusia yang terus hidup melintasi waktu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Debby Utomo
EditorDebby Utomo

Related Articles

See More