Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Itinerary 2 Hari di Lasem: Eksplorasi Kampung Peranakan yang Kaya Sejarah

Itinerary 2 Hari di Lasem: Eksplorasi Kampung Peranakan yang Kaya Sejarah
potret Lasem, Jawa Tengah (commons.wikimedia.org/Kristoforus Adhitya)

Kalau kamu lagi cari destinasi wisata budaya yang unik, tenang, adem, dan penuh nilai sejarah, Kampung Peranakan Lasem di Rembang, Jawa Tengah, bisa jadi pilihan tepat. Lasem dikenal sebagai “Tiongkok Kecil di Jawa” karena jejak budaya Tionghoa yang begitu kental sejak ratusan tahun lalu. Mulai dari rumah tua bergaya kolonial-Tionghoa, klenteng bersejarah, sampai batik Lasem yang melegenda.

Agar petualanganmu di sini makin maksimal, berikut itinerary 2 hari jelajah Kampung Peranakan Lasem yang praktis, santai, dan tetap padat pengalaman.

1. Hari pertama: menyusuri sejarah dan rumah kuno lasem

ilustrasi rumah kuno
ilustrasi rumah kuno (unsplash.com/Yi Zhong)

Perjalanan hari pertama sebaiknya dimulai sejak pagi. Setibanya di Lasem, kamu bisa langsung menuju kawasan Kampung Karangturi dan Babagan yang menjadi pusat rumah-rumah tua Peranakan.

Destinasi pertama yang wajib dikunjungi adalah Omah Lawang Ombo. Rumah berusia ratusan tahun ini menyimpan banyak cerita tentang kejayaan pedagang Tionghoa di masa lalu. Arsitekturnya khas dengan pintu besar, halaman luas, serta ornamen klasik yang masih terjaga. Di sini, kamu bisa belajar sejarah sambil berburu foto estetik.

Setelah itu, lanjutkan ke Rumah Batik Nyah Lasem atau rumah produksi batik tulis khas Lasem. Batik Lasem terkenal dengan warna merah menyala yang disebut merah darah ayam. Kamu bisa melihat langsung proses pembuatannya, belajar filosofi motif, hingga membeli kain atau busana batik sebagai oleh-oleh.

Menjelang siang, saatnya berburu kuliner khas. Jangan lewatkan lontong tuyuhan, lontong cap go meh, dan soto lasem yang punya cita rasa unik perpaduan Jawa-Tionghoa. Sore harinya, kamu bisa check-in penginapan sambil bersantai sebelum melanjutkan agenda malam.

2. Sore hingga malam: wisata kelenteng dan suasana kota tua

ilustrasi kelenteng
ilustrasi kelenteng (unsplash.com/sk)

Sore hari adalah waktu terbaik mengunjungi Kelenteng Cu An Kiong, kelenteng tertua di Lasem yang dibangun pada abad ke-15. Tempat ini menjadi saksi masuknya budaya Tionghoa ke pesisir utara Jawa. Arsitektur, ornamen naga, serta aroma dupa menciptakan suasana magis dan menenangkan.

Setelah itu, sempatkan jalan santai menyusuri kawasan kota tua Lasem. Kamu bisa melihat deretan rumah klasik, toko-toko lawas, hingga sudut-sudut kampung yang masih mempertahankan nuansa tempo dulu. Malam hari, cari warung lokal buat makan malam sambil menikmati suasana Lasem yang tenang dan jauh dari hiruk pikuk kota besar.

3. Hari kedua: jelajah kampung Tionghoa dan wisata edukasi

ilustrasi kampung Tionghoa
ilustrasi kampung Tionghoa (pexels.com/詠介 鄭)

Di hari kedua, fokuskan perjalanan ke kampung-kampung Peranakan yang masih aktif. Mulai dari Kampung Babagan, Karangturi, dan Soditan. Di kawasan ini, kamu bisa melihat aktivitas warga, rumah tradisional, hingga bangunan bersejarah yang tetap difungsikan.

Jangan lupa mampir ke Rumah Tiga Warna, salah satu ikon Lasem yang sering jadi spot foto favorit. Bangunan ini mencerminkan akulturasi budaya Jawa, Tionghoa, dan kolonial yang menyatu harmonis.

Selanjutnya, kamu bisa mengunjungi museum kecil atau rumah sejarah yang dikelola warga setempat. Di sini, kamu bakal mendapat banyak cerita menarik tentang perlawanan masyarakat Lasem terhadap penjajah, peran pedagang Tionghoa, hingga perkembangan batik Lasem.

4. Tips penting agar liburan ke Lasem makin maksimal

Masjid Jami' Lasem
Masjid Jami' Lasem (commons.wikimedia.org/Candramawa99)

Supaya itinerary 2 hari jelajah Kampung Peranakan Lasem kamu berjalan lancar, ada beberapa tips penting yang perlu diperhatikan. Pertama, datanglah saat musim kemarau agar cuaca mendukung aktivitas outdoor. Kedua, gunakan pakaian sopan karena beberapa lokasi bersifat religius dan bersejarah. Ketiga, sebaiknya sewa motor atau mobil kecil agar mobilitas lebih fleksibel. Jarak antar destinasi memang dekat, tapi transportasi umum terbatas. Keempat, siapkan uang tunai karena belum semua tempat menerima pembayaran non-tunai.

Dengan itinerary di atas, kamu gak cuma liburan, tapi juga belajar sejarah, budaya, dan kuliner dalam satu perjalanan singkat. Lasem cocok banget buat kamu yang ingin healing sambil menambah wawasan. Jadi, kapan kamu berangkat jelajah Kampung Peranakan Lasem?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Febrianti Diah Kusumaningrum
EditorFebrianti Diah Kusumaningrum
Follow Us

Latest in Travel

See More

Apa Saja Larangan saat Nyepi di Bali?

17 Mar 2026, 18:29 WIBTravel