Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Itinerary Seharian di Jiufen Taiwan, Desa ala Film Spirited Away
potret Jiufen Taiwan (commons.wikimedia.org/Taiwankengo)

Desa tua Jiufen di Taiwan menjadi magnet bagi wisatawan yang ingin merasakan atmosfer khas pemukiman lereng gunung berpemandangan laut. Kawasan ini terkenal dengan arsitektur klasik, lampion merah yang bergelantungan, dan suasana gang sempit yang menyerupai latar film animasi terkenal, Spirited Away. Menjelajahi setiap sudutnya memberikan pengalaman liburan yang khas dan kental dengan nilai sejarah.

Menyusun rencana perjalanan satu hari penuh di Jiufen membantu efisiensi waktu agar seluruh spot ikonik dapat tereksplorasi dengan maksimal. Aktivitas seperti berburu kuliner tradisional di Jiufen Old Street hingga menikmati teh di kedai legendaris menjadi agenda yang wajib masuk dalam daftar perjalanan. Jadwal perjalanan berikut akan memandu proses penjelajahan agar waktu liburan menjadi lebih terarah, efektif, dan menyenangkan.

1. Menjelajahi kuliner lokal di Jiufen Old Street

potret Jiufen Old Street (commons.wikimedia.org/Another Believer)

Awali perjalanan dari pagi hari dengan memasuki rute utama di Jiufen Old Street yang masih relatif tenang dari rombongan turis. Gang sempit yang beratap ini kanan-kirinya dipenuhi oleh berbagai kedai makanan tradisional, toko suvenir, dan aroma khas kuliner Taiwan. Berjalan santai di area ini memberikan kesempatan untuk melihat aktivitas para pedagang lokal yang mulai bersiap menyambut pengunjung.

Kamu wajib mencoba kuliner khas seperti taro ball hangat atau es, bola daging babi, serta kue beras ketan pelangi yang bertekstur kenyal. Keunikan berbelanja di sini terletak pada lorongnya yang terlindung dari hujan, sehingga aktivitas berburu makanan tetap terasa nyaman dalam kondisi cuaca apa pun. Sempatkan membeli beberapa camilan kering sebagai buah tangan sebelum jalur ini menjadi sangat padat di siang hari.

2. Berfoto di tangga ikonik Shuqi Road

potret Shuqi Road (commons.wikimedia.org/Ralff Nestor Nacor)

Selesai mengisi perut, arahkan tujuan ke Shuqi Road yang memotong jalur utama Jiufen Old Street secara vertikal. Jalur ini berupa deretan anak tangga batu yang curam dan diapit oleh bangunan-bangunan kayu berarsitektur kuno dengan lampion merah di sepanjang dindingnya. Sudut ini menjadi lokasi yang paling sering muncul di media sosial karena kemiripannya dengan suasana kota gaib di film animasi Jepang.

Datanglah ke tempat ini sebelum sore hari agar kamu bisa mengambil foto dengan pencahayaan alami yang bagus tanpa terlalu banyak gangguan dari pejalan kaki lain. Komposisi tangga yang berundak dan lampion yang menggantung memberikan efek visual yang sangat rapi di dalam lensa kameramu. Ambil posisi dari arah bawah tangga untuk mendapatkan sudut pandang bangunan yang tampak menjulang tinggi secara utuh.

3. Bersantai dan minum teh di A-Mei Tea House

potret A-Mei Tea House (commons.wikimedia.org/ume-y)

Tepat di tengah Shuqi Road, kamu akan menemukan bangunan A-Mei Tea House yang sangat terkenal dengan struktur kayu multi-lantai yang khas. Kedai teh ini menjadi salah satu magnet utama di Jiufen karena kemiripan bentuk luar bangunannya dengan rumah pemandian minyak milik Yubaba. Memasuki tempat ini membawa kamu kembali ke masa lalu lewat interior kayu yang hangat dan pajangan topeng tradisional di dindingnya.

Pilihlah tempat duduk di area balkon terbuka agar kamu bisa menikmati seduhan teh oolong berkualitas tinggi yang disajikan bersama camilan manis. Sambil mendengarkan penjelasan staf tentang tata cara menyeduh teh yang benar, pandangan matamu bisa bebas menatap hamparan perbukitan hijau di sekitarnya. Aktivitas ini menjadi jeda istirahat yang ideal untuk memulihkan energi setelah lelah menapaki banyak anak tangga batu.

4. Menikmati panorama laut dari Shengping Theater

potret Shengping Theater (commons.wikimedia.org/Allervous)

Lanjutkan perjalanan dengan menuruni tangga Shuqi Road menuju bangunan bersejarah Shengping Theater yang berada di bagian bawah bukit. Bioskop bergaya kuno ini dibangun pada era kolonial dan sempat menjadi pusat hiburan utama bagi para pekerja tambang emas di masa kejayaannya. Bagian dalam bangunan ini masih merawat interior aslinya, lengkap dengan kursi penonton dari kayu dan proyektor film antik.

Setelah melihat-lihat isi bioskop secara gratis, berjalanlah ke area pelataran luar yang menghadap langsung ke arah pantai timur Taiwan. Dari titik ketinggian ini, kamu bisa melihat batas pertemuan antara daratan hijau dan birunya Samudra Pasifik di kejauhan. Pemandangan lanskap yang luas ini memberikan kontras visual yang menyegarkan setelah sebelumnya kamu terus berada di dalam lorong gang yang sempit.

5. Menyaksikan nyala lampion senja di Qingbian Road

potret Jiufen Taiwan (commons.wikimedia.org/Another Believer)

Tutup rangkaian perjalanan satu harimu dengan berjalan menyusuri Qingbian Road saat hari mulai beranjak gelap. Jalur ini berada di level bawah desa dan menawarkan suasana yang jauh lebih tenang dibandingkan dengan area Old Street di bagian atas. Keistimewaan rute ini adalah kamu bisa melihat pemandangan seluruh desa Jiufen yang mulai menyala secara bertahap saat malam tiba.

Ketika matahari terbenam, ribuan lampion merah di sepanjang tebing bukit akan menyala serentak dan mengubah atmosfer desa menjadi sangat syahdu. Pantulan cahaya kemerahan di atas jalanan batu basah menghasilkan efek visual yang dramatis untuk dokumentasi fotografimu. Momen transisi waktu ini menjadi penutup yang sempurna sebelum kamu menaiki bus atau taksi untuk kembali ke pusat kota Taipei.

Menjelajahi Jiufen dalam waktu sehari memberikan pengalaman liburan yang berkesan melalui perpaduan kuliner tradisional dan pemandangan lampion merah yang khas. Suasana desa tua yang menyerupai latar film animasi terkenal ini wajib masuk ke dalam daftar kunjungan saat berlibur ke Taiwan. Mengikuti rencana perjalanan tersebut akan membantu mengatur waktu kunjungan secara efektif sehingga seluruh sudut ikonik desa dapat dijelajahi dengan maksimal.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article