Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Jalur Pendakian Gunung Kembang Via Lengkong, Blembem, dan Keseneng

Jalur Pendakian Gunung Kembang Via Lengkong, Blembem, dan Keseneng
ilustrasi gunung (pixabay.com/klaus_schrodt)
Share Article

Wonosobo dikenal sebagai Kota Seribu Gunung pasalnya ada banyak gunung yang menjadi favorit para pendaki. Mulai dari gunung yang ramah pendaki pemula hingga gunung yang diperuntukan oleh pendaki profesional. Selain medan pendakian yang beragam, keindahan alam menjadi daya tarik penjelajahan.

Salah satu gunung yang menjadi incaran adalah Gunung Kembang yang ada di Wonosobo. Hal yang menarik dari Gunung Kembang adalah pendaki bisa berkemah di puncak gunung. Untuk menuju puncak, jalur pendakian Gunung Kembang via Lengkong, Blembem, dan Keseneng bisa jadi pilihan. Berikut ulasannya.

1. Lokasi dan karakteristik Gunung Kembang

ilustrasi mendaki gunung
ilustrasi mendaki gunung (pexels.com/Iqx Azmi)

Gunung Kembang berada di Kecamatan Kreteg, Wonosobo, Jawa Tengah. Gunung dengan nama lain “Anak Gunung Sindoro” ini lebih tepatnya berada di Dukuh Blembem Kliurip, Desa Damarkasihan. Gunung ini telah didaki sejak 1993 namun pendakian umum resmi dibuka pada 1 April 2018.

Gunung yang berdampingan dengan Gunung Sindoro ini memiliki ketinggian 2.340 mdpl. Gunung Kembang merupakan gunung berapi yang aktif dan masih ada aktivitas magma. Oleh karena itu, Gunung Kembang masih bertambah tinggi setiap tahunnya. Bahkan kurang lebih 10 tahun yang lalu, ketinggian Gunung Kembang hanya 1.200-an mdpl saja dan kini naik menjadi 2.000-an mdpl.

2. Daya tarik

ilustrasi anggrek
ilustrasi anggrek (pexels.com/Franziska Leimkühler)

Gunung Kembang dikenal sebagai gunung yang memiliki vegetasi tinggi. Terdapat hutan rapat, sabana, hingga semak belukar menjadi teman dalam perjalanan mendaki. Konon, ada sekitar 100 jenis anggrek dan tumbuhan pakis yang tumbuh di sekitar Gunung Kembang.

Sesampai di puncak juga tidak kalah indah. Ada pemandangan Gunung Sumbing yang memanjakan mata, ada pula Kawah Bimo Pengkok yang terisi air ketika musim hujan yang menjadi daya tarik para pendaki. Namun perlu waspada karena banyak populasi babi hutan yang bisa saja tiba-tiba menyerang, khususnya untuk pendakian malam hari.

3. Akses menuju Gunung Kembang

ilustrasi mobil jeep
ilustrasi mobil jeep (pixabay.com/valentinikid)

Untuk kamu yang berada di luar kota dan ingin mendaki Gunung Kembang, bisa naik transportasi umum seperti kereta api. Pilih kereta yang menuju Stasiun Purwokerto dan setelah sampai bisa lanjut menggunakan bus menuju Wonosobo. Selain naik bus, kamu juga bisa menyewa mobil atau travel untuk pilihan lebih nyaman.

Sesampainya di Terminal Mendolo, Wonosobo, dilanjutkan dengan naik angkutan umum atau ojek untuk sampai ke basecamp. Jarak dari terminal ke basecamp kurang lebih 10 km sehingga perjalanannya menempuh waktu sekitar 30 menit saja. Jika sudah sampai basecamp, kamu bisa mendaftarkan diri dilanjutkan mendaki. Pendakian Gunung Kembang dapat dilewati via tiga jalur yaitu Lengkong, Blembem dan Keseneng.

4. Jalur pendakian via Lengkong

ilustrasi mendaki
ilustrasi mendaki (pexels.com/Emilio Sánchez Hernández)

Untuk mendaki via Lengkong, dimulai dari Dusun Salaman, Desa Lengkong dan Kecamatan Garung. Untuk sampai puncak, ada tiga pos yang harus dilewati yaitu pos 1 berupa hutan pinus, pos 2 berupa tanah lapang. Terakhir sebelum menuju puncak, ada pos 3 merupakan puncak bayangan.

Jalur ini termasuk jalur pendakian dengan tingkat kesulitan menengah-sulit dengan estimasi pendakian 6-8 jam. Selain elevasi bervariasi dan medan yang menantang, sumber air minum di jalur ini juga terbatas. Sebagai informasi, jalur ini pernah tutup pada 26 Juni hingga 3 Juli 2026. Oleh karena itu sebaiknya cari informasi terlebih dahulu sebelum datang ke sana.

5. Jalur pendakian via Blembem

ilustrasi mendaki
ilustrasi mendaki (pexels.com/cottonbro studio)

Jalur Blembem berada di Area Blembem, Desa Damarkasiyan, Kec. Kertek. Basecamp via Blembem berada di Dalan Anyar yang dikelilingi dengan kebun teh dan ada di pinggir jalan. Pendakian via Blembem dapat ditempuh dalam waktu sekitar 4-7 jam tergantung kondisi dengan tingkat kesulitan menengah.

Untuk mencapai puncak, pendaki harus melewati total tujuh pos, dimulai dari Istana Katak, Kandang Celeng. Dilanjutkan Liliput, Simpang Tiga, Akar, Sabana dan Tanjakan Mesra. Medan yang dilalui berupa tanjakan yang konsisten hingga ekstrem dengan vegetasi rapat dan hutan yang asri.

6. Jalur pendakian via Keseneng

ilustrasi mendaki
ilustrasi mendaki (pexels.com/sig)

Selain dua jalur tersebut, ada satu jalur lagi yang baru saja buka pada tahun 2025. Pada pembukaannya, dilakukan pendakian bersama pada 29-30 November 2025. Pembukaan jalur baru bernama Keseneng ini mendapatkan sambutan hangat dari para pendaki. 

Rute jalur dengan panjang sekitar 4,8 km ini dapat ditempuh kurang lebih 4-5 jam pendakian. Medan yang dilalui berupa tanah padat dan tanjakan terjal, untuk itu jalur ini sebaiknya didaki oleh pendaki yang sudah berpengalaman. Sebelum naik, lakukan pendaftaran dulu sebesar Rp20.000 untuk tiket, asuransi dasar, serta sertifikat.

7. Hal yg perlu diketahui pendaki

ilustrasi sampah
ilustrasi sampah (pexels.com/Vitaly Gariev)

Gunung Kembang pernah mendapatkan penghargaan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif karena bebas dari sampah. Gunung Kembang via Blembem mendapat penghargaan “Pelopor Pengelola Destinasi Wisata Gunung Berkelanjutan dengan Konsep Zero Waste Mountain”. Penghargaan ini tak lepas dari aturan ketat yang sudah diterapkan untuk menjaga area gunung tetap lestari. Untuk itu, beberapa hal berikut ini harus diketahui sebelum mendaki menuju Gunung Kembang.

  • Membawa perlengkapan mendaki yang kemudian didaftarkan saat membeli tiket. Barang bawaan yang dibawa naik akan kembali diperiksa saat turun. Jika ada barang yang tidak dibawa turun, pendaki dikenakan denda atau diminta mengambil kembali.

  • Bahan makanan yang dibungkus kemasan plastik harus dipindahkan ke satu wadah ramah lingkungan.

  • Tidak boleh membawa botol plastik atau kemasan sekali minum. Air minum bisa dibawa menggunakan tumbler atau jeriken.

  • Sampah dari kemasan organik, anorganik, dan puntung rokok harus dibawa kembali saat turun. Tersedia asbak portable yang bisa digunakan untuk perokok.

Itulah serba serbi jalur pendakian Gunung Kembang via Lengkong, Blembem, dan Keseneng. Naik dari jalur mana pun, jangan lupa untuk selalu menaati peraturan yang telah ditetapkan. Kira-kira, kamu lebih tertarik mendaki lewat jalur mana nih?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More