"Barangsiapa yang bersuci dari rumahnya, lalu datang ke Masjid Quba dan melaksanakan salat di dalamnya, maka ia akan mendapatkan pahala seperti pahala umrah," (HR. Ibnu Majah 320, disahihkan oleh al-Albani).
8 Masjid di Madinah selain Masjid Nabawi yang Wajib Dikunjungi

Madinah Al Munawwarah selalu menawarkan ketenangan jiwa bagi setiap orang, terutama jemaah haji dan umrah yang mengunjunginya. Di kota ini, terdapat Masjid Nabawi yang menjadi pusat utama ibadah dan juga makam Rasulullah SAW yang selalu dikunjungi jemaah.
Selain dua tempat tersebut, kota ini juga punya banyak masjid yang menjadi saksi bisu perjalanan dakwah Rasulullah SAW bersama para sahabat. Mengunjungi masjid-masjid bersejarah di luar kompleks utama Nabawi akan memberikan banyak pemahaman mengenai perkembangan Islam dari masa ke masa.
Wisata religi ke beberapa masjid di Madinah ini cocok dilakukan kapan saja, terutama sembari menunggu salat fardu. Penasaran di mana saja masjidnya?
Berikut IDN Times bagikan rekomendasi masjid di Madinah selain Masjid Nabawi yang wajib masuk dalam daftar kunjunganmu selama umrah atau berhaji.
Table of Content
1. Masjid Quba

Masjid Quba merupakan masjid pertama yang dibangun Rasulullah SAW, tepatnya beliau dalam perjalanan hijrah dari Makkah ke Madinah. Rasulullah SAW sendiri yang meletakkan batu pertama pembangunannya. Selain itu, masjid ini memiliki keutamaan yang tertuang dalam sabda Sang Nabi.
Secara fisik, Masjid Quba telah mengalami berbagai renovasi besar-besaran oleh pemerintah Arab Saudi. Arsiktekturnya sangat megah dengan dominasi warna putih. Area pelatarannya luas dan sejuk, serta sering dipenuhi jemaah yang ingin merasakan suasana syahdu pada pagi hari.
Di dalam masjid, pencahayaan alami masuk melalui kubah-kubah kecil, memberikan kesan lapang dan sangat nyaman bagi siapa pun yang beribadah di dalamnya. Jarak Masjid Quba dari Masjid Nabawi ini tidak terlalu jauh, sekitar 3,5 kilometer.
Jemaah bisa mengunjunginya dengan naik taksi maupun berjalan kaki melalui jalur pedestrian khusus yang menghubungkannya langsung dengan Masjid Nabawi.
2. Masjid Qiblatain

Masjid Qiblatain atau Masjid Dua Kiblat merupakan tempat terjadinya peristiwa besar dalam sejarah Islam, yaitu perpindahan arah kiblat dari Masjidil Aqsa di Palestina menjadi Kakbah di Makkah. Peristiwa ini terjadi pada tahun ke-2 Hijriah.
Saat itu, Rasulullah SAW sedang memimpin Salat Zuhur (beberapa riwayat menyebutnya salat Asar), Allah SWT menurunkan wahyu berupa perintah pemindahan kiblat salat.
"Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram..." (QS. Al-Baqarah: 144).
Arsitektur Masjid Qiblatain sangat ikonik dengan dua kubah besar dan menara kembar yang berdiri tegak. Di bagian dalamnya ada penanda sejarah di dinding bagian belakang untuk menunjukkan di mana arah kiblat lama berada (sebelum dialihkan ke Kakbah). Lokasinya berada di wilayah barat laut Madinah, tepatnya di atas sebuah bukit kecil di kawasan Bani Salamah atau sekitar lima kilometer dari Masjid Nabawi.
3. Masjid Abu Bakar Ash Shiddiq

Masjid ini didedikasikan untuk mengenang sahabat terdekat, sekaligus mertua Rasulullah SAW, yakni Abu Bakar Ash Shiddiq RA. Lokasinya sangat dekat dengan kompleks Masjid Nabawi, tepatnya di bagian sisi barat daya dan bisa ditempuh dengan berjalan kaki.
Bangunan Masjid Abu Bakar Ash Shiddiq memiliki ciri khas arsitektur Ottoman yang sangat kental dengan kubah tunggal. Meski ukurannya tidak terlalu besar jika dibandingkan dengan masjid-masjid utama lainnya, masjid ini memiliki pesona historis yang sangat kuat.
Banyak jemaah yang menyempatkan diri untuk salat sunah di sini sembari mengenang kesetiaan dan pengorbanan luar biasa Sang Khalifah pertama dalam membela agama Islam.
4. Masjid Umar bin Khattab

Masjid Umar bin Khattab terletak tidak jauh dari Masjid Abu Bakar Ash Shiddiq, tepatnya area barat daya Masjid Nabawi. Sesuai dengan namanya, masjid ini didedikasikan untuk mengenang khalifah kedua, yakni Umar bin Khattab, yang pernah menunaikan salat id di masjid ini bersama Rasulullah SAW dan umat muslim.
Arsitektur Masjid Umar bin Khattab mengusung gaya klasik dengan kubah tunggal yang rendah dan menara yang tidak terlalu tinggi, mencerminkan karakter sang Khalifah yang kuat, tapi tetap sederhana.
Selain itu, fasadnya menggunakan susunan batu bata dengan gaya arsitektur era Ottoman yang masih terjaga keasliannya hingga saat ini. Meski ukurannya tidak terlalu besar, keberadaan masjid ini di tengah jantung Kota Madinah menjadi daya tarik tersendiri bagi jemaah.
5. Masjid Utsman bin Affan
Masjid Utsman bin Affan berada di sisi utara Masjid Nabawi dengan jarak sekitar 500 meter saja. Lokasi tersebut sering dikaitkan dengan kediaman atau tempat beliau saat melakukan aktivitas dakwah di masa lampau. Meski saat ini posisinya berada di tengah kawasan modern, masjid ini tetap mempertahankan identitas religiusnya melalui menara dan kubahnya yang ikonik.
Masjid Utsman bin Affan menjadi simbol penghargaan atas jasa besar Utsman bin Affan RA yang telah mendanai banyak keperluan umat Islam di masa sulit, termasuk perluasan Masjid Nabawi di masa awal. Ruang salatnya sangat nyaman dengan hamparan karpet tebal yang sering digunakan jemaah untuk beristirahat sejenak atau membaca Alquran.
6. Masjid Ali bin Abi Thalib

Kalau masjid ini dinamai sesuai dengan nama khalifah keempat, sekaligus menantu dan sepupu Rasulullah SAW, yakni Ali bin Abi Thalib. Menurut sejarah, masjid ini pertama kali dibangun pada masa Khalifah Umar bin Abdul Aziz (93–97 H) di titik atau tempat yang pernah digunakan Ali dan umat muslim untuk mendirikan salat Idulfitri.
Arsitektur Masjid Ali bin Abi Thalib mengadopsi gaya bangunan tradisional Madinah dengan sentuhan ukiran yang sangat cantik di bagian fasad dan pintu masuknya. Lokasinya sekitar 600 meter dari bangunan utama Masjid Nabawi, sehingga cocok dikunjungi di sela-sela waktu ibadah di masjid tersebut.
7. Masjid Al Ghamamah

Masjid Al Ghamamah yang secara harfiah berarti "Masjid Awan" terletak sangat dekat dengan gerbang utama Masjid Nabawi. Dinamai demikian karena menurut riwayat, setiap kali Rasulullah SAW melakukan salat Istisqa (salat meminta hujan) di tempat ini, awan-awan selalu datang menaungi beliau dari terik matahari hingga akhirnya hujan turun.
Selain itu, tempat berdirinya masjid ini juga pernah digunakan Rasulullah SAW memimpin Salat Gaib untuk Raja Najasyi. Masjid Al Ghamamah bentuknya sangat unik dengan deretan kubah kecil yang tersusun rapi.
Arsitekturnya yang bergaya klasik tetap dipertahankan, meski di sekelilingnya telah berdiri gedung-gedung modern. Pada malam hari, masjid ini terlihat sangat memesona dengan lampu-lampu yang menyoroti setiap kubahnya. Jemaah yang baru keluar dari Masjid Nabawi melalui pintu barat akan langsung disambut oleh kemegahan masjid ini.
8. Masjid Syuhada, Jabal Uhud

Masjid Syuhada berada tepat di kaki Gunung Uhud, Madinag, dan menjadi titik pusat bagi jemaah yang ingin berziarah ke makam para syuhada Uhud, termasuk makam Hamzah bin Abdul Muthalib. Masjid ini dibangun untuk mengenang jasa-jasa para syuhada dan memfasilitasi jemaah yang ingin menunaikan salat.
Masjid Jabal Uhud mengusung desain yang modern dan luas, serta mampu menampung ribuan jemaah sekaligus. Fasilitasnya sangat lengkap, mulai dari tempat wudu yang bersih hingga area parkir yang luas untuk bus-bus besar. Suasana di sekitar masjid sangat tenang dan dikelilingi pegunungan batu yang menjadi saksi perjuangan hidup dan mati para sahabat.
Nah, itu dia rekomendasi masjid-masjid di Madinah, selain Masjid Nabawi, yang wajib masuk dalam daftar kunjunganmu selama umrah atau berhaji. Setiap langkah di situs-situs suci ini tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga diharapkan mampu meningkatkan keimanan.
Jadi, mau berkunjung ke masjid yang mana dulu, nih?


















