ilustrasi wisata Spanyol (pexels.com/Raymond Petrik)
Musim panas selalu menjadi musim paling populer untuk liburan ke Spanyol, terutama kalau kamu ingin menikmati suasana khas negara ini. Pantai yang ramai, matahari yang bersinar hampir sepanjang hari, makan malam hingga larut malam, dan festival yang berlangsung sampai subuh benar-benar menciptakan pengalaman sol y playa yang ikonik. Atau, jika ingin suasana yang sedikit lebih nyaman, sebaiknya datang pada Juni atau Juli awal dan hindari Agustus karena kawasan wisata biasanya dipadati wisatawan dari seluruh Eropa.
Pantai-pantai Mediterania yang terkenal di musim panas juga jadi waktu yang pas untuk menjelajahi pesisir Atlantik seperti Cantabria, Galicia, dan Asturias. Lautnya memang cukup dingin, tapi pemandangan berupa tebing hijau, hutan eukaliptus, serta desa-desa nelayan yang masih aktif membuat pengalaman liburan terasa berbeda. Kamu bahkan bisa menikmati hidangan laut yang baru ditangkap pagi, lalu disantap saat malam ditemani segelas anggur lokal yang segar.
Sedangkan kalau berencana mengunjungi kota seperti Madrid atau Sevilla saat musim panas, ikuti saja ritme hidup orang Spanyol. Biasanya saat siang hari, mereka akan bersantai di museum atau kafe berpendingin udara, lalu mulai berjalan-jalan ketika matahari mulai turun dan kota kembali ramai hingga larut malam. Bahkan musim ini kamu bisa menemukan banyak festival seru, mulai dari San Fermín dan La Tomatina hingga pesta-pesta desa yang menghadirkan musik, tarian, kuliner, dan suasana hangat yang membuat liburan di Spanyol terasa semakin berkesan.
Kalau masih bingung menentukan waktu terbaik ke Spanyol, pertimbangkan dulu aktivitas mana yang paling ingin kamu lakukan selama liburan. Musim semi, panas, dan gugur sama-sama punya pesona yang siap memberikan pengalaman berbeda di setiap perjalanan. Yuk, agendakan segera!