Kenapa Spanyol Cocok untuk Wisatawan Muslim? Ini Alasannya!

- Spanyol menarik perhatian dunia setelah menjuarai Piala Dunia 2026, membuat banyak wisatawan termasuk dari Indonesia tertarik berkunjung.
- Negeri ini menyimpan warisan kejayaan Islam selama delapan abad, dengan situs ikonik seperti Alhambra di Granada dan Mezquita-Catedral di Cordoba.
- Spanyol ramah bagi wisatawan Muslim berkat ketersediaan makanan halal, masjid untuk ibadah, serta toleransi tinggi dari penduduk lokal.
Spanyol resmi menjadi juara Piala Dunia 2026 setelah unggul 1-0 dari Argentina pada Minggu (19/7/2026) waktu Amerika Serikat. Berkat prestasi yang membanggakan tersebut, negara yang dibela oleh Lamine Yamal pun menjadi sorotan dunia. Bahkan, banyak pencinta sepak bola, termasuk dari Indonesia, yang ingin mengunjungi Spanyol untuk berlibur.
Namun, meski agama penduduk lokalnya mayoritas Katolik, bukan berarti Spanyol tidak cocok disambangi oleh wisatawan Muslim, lho. Islam pernah berjaya di Spanyol selama 8 abad, sehingga menyisakan banyak peninggalan sejarah.
Bagi yang tertarik untuk berwisata ke sana, berikut ini alasan wisatawan Muslim cocok berlibur ke Spanyol. Siapa tahu kamu semakin kepincut!
1. Banyak peninggalan sejarah Islam

Spanyol merupakan destinasi ideal bagi wisatawan Muslim. Pasalnya, di sana Islam pernah berjaya selama kurang lebih 8 abad dari 711–1492 M. Dipelopori oleh Thariq bin Ziyad, era ini mengubah Semenanjung Iberia menjadi pusat ilmu pengetahuan, arsitektur, dan toleransi yang membawa Eropa keluar dari Dark Ages.
Karena itu, kawasan selatan Spanyol adalah pusat kejayaan Islam pada masa tersebut, sehingga banyak tempat ikonik yang wajib masuk dalam itinerary saat traveling ke sana. Kamu bisa menyambangi Granada untuk melihat istana megah Alhambra, yang menjadi benteng pertahanan kerajaan Islam terakhir.
Kemudian, jika berkunjung ke Cordoba, jangan lupa mampir ke Mezquita-Catedral, bekas masjid agung era kekhalifahan Islam Andalusia yang kini berfungsi sebagai Gereja Katedral Katolik Roma. Sementara di Seville, kamu bisa ke La Giralda, yang dulunya merupakan menara masjid.
2. Banyak makanan halal

Saat pelesir ke Spanyol, wisatawan Muslim juga tidak perlu mengkhawatirkan soal makanan halal, lho. Makanan halal cukup mudah ditemui di kota-kota besar, terutama yang memiliki populasi imigran Afrika Utara (Maroko dan Aljazair) yang cukup besar, seperti di Catalonia, Andalusia, Murcia, hingga Madrid.
Saat kebetulan menyambangi wilayah-wilayah tersebut, carilah restoran dengan logo atau sertifikat dari Halal Institute Spanyol secara langsung atau lewat Google Maps. Namun, jika berada di luar area Muslim, kamu bisa memesan hidangan laut atau seafood dan makanan vegetarian untuk berjaga-jaga.
3. Terdapat masjid untuk beribadah

Waktu salat di Spanyol dapat berubah-ubah bergantung pada musim saat kamu berkunjung. Jadi, tidak bisa berpatok pada jam, nih. Tetapi, agar lebih mudah, unduh aplikasi seperti Qibla Finder untuk memastikan waktu dan arah salat dengan akurat.
Jika ingin merasakan budaya Islam secara langsung di Spanyol, kamu bisa singgah ke Pusat Kebudayaan Islam Madrid atau Masjid Abu Bakar. Namun, jika kebetulan sedang di Granada, ada Masjid Agung Granada yang biasanya dipakai penduduk lokal Muslim untuk beribadah.
Sedangkan kalau jauh dari tempat-tempat di atas, jangan lupa membawa perlengkapan salat pribadi, seperti sajadah lipat dan mukena tipis, yang khusus untuk traveling. Karena di luar area muslim, fasilitas musala di tempat umum maupun masjid sangat jarang.
4. Toleransi penduduk lokal yang tinggi

Spanyol sangat ramah dan aman bagi wisatawan muslim, yang dibuktikan dengan komunitas Muslim yang diterima dengan baik dan terus berkembang. Apalagi, di kota-kota besar yang memiliki imigran Maroko dan Aljazair, kamu mungkin akan bertemu banyak perempuan berhijab. Jadi, sebenarnya tidak semenyeramkan itu.
Selain itu, penduduk lokal di sana juga memiliki toleransi yang tinggi. Jadi, Spanyol merupakan destinasi ideal bagi wisatawan muslim yang ingin mempelajari jejak sejarah dan budaya Islam di negara tersebut. Bahkan, saat akan masuk ke dalam katedral, setiap orang juga diwajibkan mengenakan pakaian yang sopan. Yuk, agendakan!




















