Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Kenapa Piala Dunia 2026 Terasa Sepi Penonton?

Kenapa Piala Dunia 2026 Terasa Sepi Penonton?
ilustrasi Piala Dunia (unsplash.com/Fauzan Saari)
Share Article

Piala Dunia 2026 sangat istimewa karena berlangsung di tiga negara sekaligus, yakni Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada. Tetapi, banyak orang menilai kompetisi sepak bola internasional paling bergengsi tersebut kali ini terasai sepi penonton, nih.

Bahkan, meski telah dimulai, Piala Dunia 2026 belum memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi Amerika Serikat, Kanada, maupun Meksiko. Selain itu, pemesanan hotel hingga tiket pesawat internasional dilaporkan anjlok. Kira-kira apa alasannya, ya?

1. Kebijakan imigrasi Amerika Serikat yang sangat ketat

ilustrasi dokumen perjalanan
ilustrasi dokumen perjalanan (unsplash.com/Kit)

Jika berkaitan dengan masalah "perbatasan," setiap negara memang cukup ketat dan memiliki kebijakan tersendiri terhadap lalu lintas orang hingga barang bawaan demi keamanan nasional. Amerika Serikat pun demikian. Namun, tingkat keketatan negara yang dipimpin oleh Donald Trump tersebut berada di another level, nih.

Dilansir dari BBC World Service, data Departemen Luar Negeri Amerika Serikat menunjukkan bahwa tingkat penolakan visa dari 11 negara peserta Piala Dunia 2026 mencapai lebih dari 40 persen. Meski tim nasional sepak bola diizinkan bertanding, kebanyakan suporter dari Aljazair, Senegal, hingga Iran dilarang memasuki wilayah Amerika Serikat.

2. Harga tiket pertandingan yang mencekik

ilustrasi menonton pertandingan sepak bola
ilustrasi menonton pertandingan sepak bola (unsplash.com/Nelson Ndongala)

Belakangan, banyaknya kursi kosong di sejumlah pertandingan di Piala Dunia 2026 menjadi sorotan publik. Tak hanya masalah imigrasi yang ketat, penerapan kebijakan harga dinamis oleh FIFA yang membuat harga tiket melonjak drastis diklaim merupakan salah satu faktor utamanya juga.

Karena itu, harga tiket yang mencekik dianggap melampaui daya beli suporter biasa, termasuk warga lokal. Sebagai contoh, pada laga Korea Selatan melawan Republik Ceko di Meksiko pada Kamis (11/6/2026) waktu setempat, harga rata-rata tiket bahkan menyentuh angka 500 dolar AS atau sekitar Rp8 jutaan.

3. Biaya perjalanan dan akomodasi yang melonjak

ilustrasi di bandara
ilustrasi di bandara (pixabay.com/JoshuaWoroniecki)

Kondisi yang masih memanas di Timur Tengah juga sangat berdampak pada Piala Dunia 2026. Iran yang kini kembali menutup Selat Hormuz membuat tarif bahan bakar avtur pun terus melejit, sehingga menyebabkan tiket pesawat sangat mahal.

Lalu, mayoritas hotel dan penyedia penginapan jangka pendek di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko menggunakan algoritma harga yang secara otomatis naik jika jumlah pencarian melonjak drastis. Terutama, di area yang dekat dengan stadion Piala Dunia 2026.

Selain beberapa faktor di atas, pencinta sepak bola dari Indonesia tengah mengalami krisis ekonomi karena nilai tukar mata uang Rupiah yang masih melemah. Namun, Piala Dunia 2026 diprediksi akan mulai "ramai" saat memasuki laga-laga penting, seperti perempat final hingga perebutan juara pertama nanti.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Febrianti Diah Kusumaningrum
EditorFebrianti Diah Kusumaningrum

Related Articles

See More

Panduan Memulai Living Travel untuk Pemula, Ternyata Gak Sulit!

17 Jun 2026, 18:50 WIBTravel