Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Masjid Bibi-Heybat, Permata Tersembunyi di Tepi Pantai Kaspia
Pemandangan dari depan Masjid Bibi-Heybat. (commons.wikimedia.org/Ludvig14)

Masjid Bibi-Heybat adalah masjid ikonis yang terletak di Baku, Azerbaijan. Bangunan yang ada saat ini dengan setia merekonstruksi struktur sebelumnya dari abad ke-13. Masjid asli dibangun atas perintah Farrukhzad II dari Dinasti Sirwansyah. Meskipun dihancurkan oleh kaum Bolshevik pada tahun 1936, berhasil dipugar dengan indah.

Masjid Bibi-Heybat menyimpan makam putri Musa al-Kadhim, imam ketujuh dalam Islam Syiah Dua Belas. Memiliki arti penting agama dan budaya yang mendalam bagi pengunjung dan jemaah. Saat ini berdiri sebagai salah satu markah tanah arsitektur Islam terkemuka di Azerbaijan. Yuk, simak fakta unik tentang Masjid Bibi-Heybat berikut ini, guys!

1. Dibangun pada akhir abad ke-13

potret pelataran Masjid Bibi-Heybat (commons.wikimedia.org/Ludvig14)

Para sejarawan meyakini Masjid Bibi-Heybat dibangun pada akhir abad ke-13 berdasarkan prasasti yang ditemukan di dinding selatannya, ujar SunTour Azerbaijan DMC. Teks berbahasa Arab ini mengidentifikasi pembangunnya sebagai Mahmud ibn Sa'd. Ia juga dikenal karena membangun Benteng Nardaran di dekat Baku. Hubungan ini menyoroti nilai arsitektur dan warisan karyanya.

Penulis Prancis, Alexandre Dumas, mengunjungi Masjid Bibi-Heybat pada abad ke-19. Dalam bukunya The World, ia menggambarkannya sebagai tempat ibadah yang istimewa. Ia mencatat bahwa wanita yang ingin memiliki anak akan berjalan kaki ke sana untuk berdoa. Menurut catatannya, banyak yang percaya bahwa keinginan mereka akan terpenuhi dalam waktu satu tahun.

2. Contoh klasik arsitektur Shirvan

potret bagian dalam kubah Masjid Bibi-Heybat (commons.wikimedia.org/Interfase)

Masjid Bibi-Heybat memiliki tiga kubah yang mempertahankan bentuk tradisional dari struktur aslinya. Kubah-kubah ini mempertahankan desain bergelombang klasik dari masjid lama. Didekorasi dengan indah menggunakan cermin berwarna hijau dan biru kehijauan, serta dihiasi dengan prasasti Al-Qur'an berlapis emas. Selain itu, terdapat dua menara yang elegan.

Aula salat pria terletak di sisi selatan kompleks. Sementara itu, aula salat wanita terletak di sisi utara. Tata letak ini menyediakan ruang ibadah yang terpisah dan nyaman. Sebuah makam berdiri di antara kedua bagian tersebut, menambah makna spiritual pada Masjid Bibi-Heybat.

3. Dihancurkan pada tahun 1936

potret makam putri Musa al-Kadhim di dalam Masjid Bibi-Heybat (commons.wikimedia.org/Richard Mortel)

Setelah kekuasaan Soviet dimulai di Azerbaijan, kebijakan pemerintah mengalami perubahan besar. Pada tahun 1936, Masjid Bibi-Heybat dihancurkan. Lokasinya kemudian dibersihkan sepenuhnya. Shahina Travel menambahkan bahwa penanda kuburan pun dipindahkan dan ditutupi, sehingga tidak ada jejak yang terlihat dari lokasinya.

Pada tahun 1980-an, pemerintah mulai menyadari betapa seriusnya tindakan mereka sebelumnya. Upaya untuk memulihkan Masjid Bibi-Heybat dimulai. Para cendekiawan dengan cermat mempelajari semua foto bangunan yang masih ada. Dengan menggunakan deskripsi yang detail, mereka berhasil menciptakan kembali desain interiornya.

4. Pemulihannya dimulai pada tahun 1998

potret jemaah yang sedang berwudu di Masjid Bibi-Heybat (commons.wikimedia.org/Adam Jones)

Pada tahun 1993, Pemerintah Azerbaijan yang baru merdeka menyetujui rencana untuk memulihkan Masjid Bibi-Heybat. Didasarkan pada model-model yang telah diverifikasi secara akurat dari periode Soviet. Pekerjaan proyek secara resmi dimulai pada tahun 1998. Adapun upacara peletakan batu pertamanya dihadiri oleh Presiden Heydar Aliyev.

Rekonstruksi Masjid Bibi-Heybat membutuhkan waktu sepuluh tahun untuk diselesaikan. Setelah periode ini, masjid siap menerima pengunjung pertamanya. Desain modernnya mengikuti sketsa historis aslinya. Proyek ini dipimpin oleh arsitek Sanan Sultanov.

Masjid Bibi-Heybat adalah simbol kuat warisan budaya di pesisir Laut Kaspia. Sebagai permata tersembunyi, masjid ini mendorong kekaguman terhadap sejarah dan budaya Azerbaijan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

EditorAtqo Sy

Related Article