Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Fakta Masjid Putra, Ikon Arsitektur Islam Modern di Malaysia

5 Fakta Masjid Putra, Ikon Arsitektur Islam Modern di Malaysia
Masjid Putra di Putrajaya, Malaysia. (commons.wikimedia.org/Gaodanielbo)
Intinya Sih
  • Masjid Putra di Putrajaya dikenal dengan arsitektur Islam modern berwarna merah muda, menampilkan kubah besar bergaya arabes dan delapan kubah kecil yang memperkuat keindahan visualnya.
  • Terletak di tepi Danau Putrajaya, masjid ini menciptakan efek seolah terapung di atas air, terutama saat matahari terbit atau tenggelam yang memantulkan cahaya indah di permukaan danau.
  • Didesain oleh Dato’ Dr. Nik Mohamad Bin Mahmood, Masjid Putra memadukan gaya Persia, Timur Tengah, Moor, dan Melayu tradisional serta mampu menampung hingga 15.000 jemaah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Masjid Putra merupakan salah satu ikon wisata religi dan arsitektur Islam modern paling populer di Malaysia. Terletak di Provinsi Putrajaya, masjid ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah utama, tetapi juga menjadi magnet wisata internasional karena keindahan visualnya yang luar biasa.

Berikut adalah lima fakta menarik dan keunikan dari Masjid Putra yang perlu kamu ketahui!

1. Warna merah muda jadi daya tarik utama

Bagian dalam kubah Masjid Putra di Putrajaya, Malaysia.
Bagian dalam kubah Masjid Putra di Putrajaya, Malaysia. (pexels.com/YiTian)

Daya tarik utama dari Masjid Putra terletak pada warna merah muda yang mendominasi seluruh dinding luar bangunan. Warna lembut yang menawan ini dihasilkan dari penggunaan material khusus yang dilapisi dengan batu granit berwarna merah muda. Bagian yang paling mencuri perhatian adalah kubah utamanya yang berdiri megah dengan diameter 36 meter.

Dilansir Masjid Putra, desain kubah cantik ini mengusung gaya arabes dengan ukiran motif tumbuh-tumbuhan estetis khas masjid-masjid di Mesir. Keindahan kubah utama tersebut makin lengkap berkat hiasan ukiran berwarna emas yang berkilau di bagian puncaknya. Selain kubah besar, terdapat pula delapan kubah kecil berdesain serupa yang tersebar rapi di empat penjuru kompleks masjid.

2. Ada efek "masjid terapung"

Masjid Putra di Putrajaya, Malaysia.
Masjid Putra di Putrajaya, Malaysia. (pexels.com/Anata Nsg)

Masjid Putra dibangun persis di tepi Danau Putrajaya, sebuah danau buatan seluas 650 hektare. Lokasi persisnya berada di kawasan Alun-Alun Putra dan berdiri tepat bersebelahan dengan riak air danau. Karena sebagian besar fondasi bangunannya menjorok ke arah air, masjid ini terlihat sangat unik karena seolah-olah mengapung di atas danau.

Pemandangan apung yang menakjubkan ini akan terlihat jauh lebih istimewa saat momen matahari terbit atau tenggelam. Pada waktu-waktu tersebut, cahaya keemasan mentari akan memantul cantik di permukaan air danau yang tenang. Kilauan cahaya itu pun berpadu sempurna dengan warna kubah masjid, menciptakan panorama visual yang sangat memanjakan mata.

3. Arsitekturnya memadukan berbagai pengaruh budaya islam

Bagian dalam Masjid Putra di Putrajaya, Malaysia.
Bagian dalam Masjid Putra di Putrajaya, Malaysia. (commons.wikimedia.org/Syed Wali Peeran)

Desain Masjid Putra dirancang oleh seorang arsitek berbakat bernama Dato’ Dr. Nik Mohamad Bin Mahmood. Beliau berhasil merancang bangunan ini dengan memadukan berbagai pengaruh budaya Islam dari seluruh dunia. Salah satu inspirasi terbesarnya datang dari gaya Persia zaman Safawi yang dikombinasikan secara apik dengan desain arsitektur khas Timur Tengah.

Selain itu, kemegahan masjid ini juga makin lengkap berkat adanya sentuhan estetis dari arsitektur Moor di beberapa sudutnya. Menariknya, identitas lokal tetap dijaga dengan sangat kuat melalui penerapan gaya Melayu tradisional pada interior bangunan. Perpaduan seni budaya global ini kemudian digarap langsung oleh para pengrajin lokal berbakat hingga menghasilkan karya yang sangat menawan.

4. Punya menara tinggi dan penuh simbolisme

Masjid Putra di Putrajaya, Malaysia.
Masjid Putra di Putrajaya, Malaysia. (unsplash.com/Alex Hudson)

Masjid Putra memiliki sebuah menara megah yang menjulang tinggi hingga mencapai 116 meter. Desain menara ini ternyata terinspirasi dari arsitektur Masjid Syekh Omar yang berada di Baghdad. Jika diperhatikan dari bawah, struktur bangunannya dibuat tegak lurus ke atas dan terlihat sangat kokoh.

Keunikan lain dari menara ini adalah bentuk strukturnya yang dibuat berundak dan terbagi menjadi 5 tingkat. Setiap tingkatan tersebut bukan sekadar hiasan, melainkan memiliki simbolisme mendalam yang melambangkan lima Rukun Islam. Melalui perpaduan ini, menara tersebut tidak hanya indah dipandang tetapi juga sarat akan makna spiritual yang kuat.

5. Punya kapasitas jemaah yang besar

Jemaah di Masjid Putra di Putrajaya, Malaysia.
Jemaah di Masjid Putra di Putrajaya, Malaysia. (unsplash.com/Nahrizul Kadri)

Dilansir Malaysia travel, nama Masjid Putra sendiri diambil dari nama Perdana Menteri pertama Malaysia yang sangat dihormati, yaitu Almarhum Tunku Abdul Rahman Putra Al Haj. Proses pembangunan masjid megah ini dimulai pada tahun 1997 dan berhasil diselesaikan secara penuh pada tahun 1999. Kompleks tempat ibadah ini berdiri di atas lahan seluas 1,37 hektar yang dibagi menjadi tiga area utama, yaitu ruang salat, halaman, dan madrasah.

Sebagai salah satu masjid terbesar di Malaysia, bangunan ini mampu menampung hingga 15.000 jemaah sekaligus dalam satu waktu. Ruang salat utamanya yang luas dirancang agar bisa memuat sekitar 8.000 orang dengan nyaman. Sementara itu, sisa jemaah lainnya bisa menempati area halaman terbuka yang luas serta lantai-lantai tambahan di sekitarnya.

Masjid Putra adalah tempat ibadah sekaligus destinasi wisata yang sangat menarik karena memadukan desain Islam dunia dengan budaya lokal Malaysia. Jadi, jangan lupa untuk mampir dan melihat langsung keindahan masjid ini saat kamu berkunjung ke Putrajaya, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More