Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Nanjing vs. Beijing, Kota Sejarah Mana yang Lebih Tenang Dikunjungi?
potret Nanjing (pixabay.com/Gnailhe)
  • Nanjing menawarkan suasana lebih santai dengan kepadatan wisatawan lebih rendah, sehingga aktivitas berjalan kaki dan kunjungan ke situs sejarah terasa lebih leluasa.
  • Beijing memiliki landmark sejarah ikonik seperti Forbidden City, Great Wall, dan Temple of Heaven, tetapi pengunjung perlu menghadapi keramaian serta antrean, terutama saat musim liburan.
  • Nanjing cocok untuk agenda berirama pelan, ruang hijau, dan kuliner lokal yang lebih nyaman; Beijing menyediakan pilihan wisata, budaya, belanja, serta kuliner yang lebih beragam dan padat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kalau kamu sedang merencanakan liburan ke Tiongkok, memilih antara Nanjing dan Beijing mungkin terasa cukup membingungkan. Keduanya sama-sama dikenal sebagai kota bersejarah yang menyimpan banyak peninggalan budaya, arsitektur megah, dan destinasi wisata ikonik. Namun, suasana yang ditawarkan oleh kedua kota ini ternyata memiliki karakter yang berbeda.

Sebagian wisatawan lebih menyukai kota yang ramai dengan banyak destinasi, sementara yang lain mencari tempat yang lebih santai untuk menikmati perjalanan tanpa terburu-buru. Jika kamu termasuk tipe yang ingin menjelajahi kota dengan ritme yang lebih tenang, ada beberapa hal yang patut dipertimbangkan sebelum menentukan tujuan. Yuk, cari tahu perbandingan Nanjing vs Beijing agar liburanmu semakin sesuai dengan gaya traveling yang diinginkan.

1. Suasana kota dan kepadatan wisatawan

potret Beijing (pixabay.com/shiakingkong)

Nanjing dikenal memiliki suasana yang lebih santai dibandingkan Beijing. Meski merupakan kota besar, lalu lintas wisatawan di banyak tempat masih terasa nyaman sehingga aktivitas berjalan kaki bisa dinikmati dengan lebih leluasa. Ritme kehidupan sehari-harinya juga cenderung tidak sepadat ibu kota.

Sebaliknya, Beijing menjadi pusat pemerintahan sekaligus destinasi wisata utama di Tiongkok. Tempat-tempat populer mulai dari Forbidden City, Temple of Heaven, hingga Summer Palace hampir selalu dipadati pengunjung, terutama saat musim liburan. Bagi wisatawan yang kurang menyukai keramaian, kondisi ini terkadang membuat pengalaman berwisata terasa lebih melelahkan.

2. Pengalaman menjelajahi situs bersejarah

potret Nanjing (pixabay.com/chenyongdx)

Nanjing menawarkan banyak peninggalan sejarah yang dapat dinikmati dalam suasana lebih tenang. Kamu bisa mengunjungi Tembok Kota Nanjing, Mausoleum Sun Yat-sen, hingga kawasan bersejarah di sekitar Danau Xuanwu tanpa harus berdesakan dengan wisatawan lain. Waktu berkunjung pun terasa lebih fleksibel untuk menikmati setiap sudutnya.

Beijing menghadirkan deretan situs sejarah kelas dunia yang menjadi kebanggaan Tiongkok. Kemegahan Forbidden City, Great Wall, dan Temple of Heaven memang sangat memukau, tapi antrean panjang sering kali menjadi bagian dari pengalaman wisata. Jika datang pada musim ramai, kamu perlu mengatur jadwal lebih awal agar kunjungan tetap nyaman.

3. Ruang hijau yang nyaman untuk bersantai

potret Beijing (pixabay.com/jeremy888)

Nanjing memiliki banyak taman kota dan ruang terbuka hijau yang cocok untuk melepas penat setelah berkeliling. Danau Xuanwu menjadi salah satu lokasi favorit untuk berjalan santai, bersepeda, maupun menikmati pemandangan kota yang asri. Suasana yang relatif tenang membuat waktu bersantai terasa lebih maksimal.

Beijing juga memiliki taman-taman indah dengan nilai sejarah tinggi. Namun, karena jumlah pengunjung yang jauh lebih banyak, beberapa taman populer sering kali terasa cukup ramai, terutama pada akhir pekan. Meski demikian, keindahan lanskap dan bangunan tradisionalnya tetap memberikan pengalaman yang mengesankan.

4. Kemudahan menikmati kuliner lokal

potret Nanjing (pixabay.com/Goodfreephotos_com)

Menjelajahi kuliner di Nanjing biasanya terasa lebih santai karena banyak restoran lokal yang tidak terlalu dipadati wisatawan internasional. Kamu bisa menikmati mi khas Nanjing, bebek asin, dan aneka jajanan tradisional dengan suasana yang lebih akrab. Harga makanan di beberapa kawasan juga cenderung bersahabat bagi wisatawan.

Di Beijing, pilihan kuliner memang jauh lebih beragam karena kotanya sangat besar. Restoran terkenal sering dipenuhi pengunjung, terutama yang menyajikan bebek Peking autentik. Jika ingin makan dengan lebih nyaman, waktu kunjungan ke restoran sebaiknya diatur di luar jam sibuk.

5. Cocok untuk liburan santai atau penuh aktivitas

potret Temple of Heaven, Beijing (commons.wikimedia.org/Siestecita)

Nanjing menjadi pilihan menarik bagi wisatawan yang ingin menikmati perjalanan dengan ritme lebih pelan. Jarak antardestinasi yang relatif mudah dijangkau membuat agenda wisata terasa lebih santai tanpa harus terburu-buru berpindah tempat. Kota ini cocok untuk kamu yang ingin menikmati sejarah sambil bersantai.

Beijing lebih sesuai bagi wisatawan yang ingin mengunjungi banyak landmark terkenal dalam satu perjalanan. Pilihan tempat wisata, museum, kawasan belanja, dan wisata budaya sangat melimpah sehingga itinerary bisa dipenuhi berbagai aktivitas setiap hari. Meski lebih ramai, kota ini tetap menawarkan pengalaman sejarah yang sulit ditemukan di tempat lain.

Kalau kamu menyukai perjalanan yang memberi ruang untuk menikmati suasana tanpa tergesa-gesa, Nanjing layak masuk dalam daftar destinasi berikutnya. Sementara itu, Beijing selalu siap menyambut dengan energi kota besar yang penuh cerita di setiap sudutnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article