Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

10 Negara yang Pernah Keluarkan Travel Warning ke Bali

10 Negara yang Pernah Keluarkan Travel Warning ke Bali
Potret ogoh-ogoh di Batu Bolong, Bali, Maret 2026 (IDN Times/Dewi Suci Rahayu)

Bali dikenal sebagai salah satu destinasi wisata dunia yang selalu ramai dikunjungi wisatawan mancanegara. Namun, di balik popularitasnya, Pulau Dewata juga beberapa kali menjadi sorotan internasional hingga mendorong sejumlah negara mengeluarkan travel warning bagi warganya yang akan berkunjung atau sedang liburan di Bali.

Baru-baru ini, Korea Selatan melalui Kedutaan Besarnya di Jakarta turut mengeluarkan peringatan perjalanan yang menyoroti meningkatnya kasus kejahatan terhadap turis asing di Bali. Imbauan tersebut menjadi perhatian, karena disampaikan secara cukup rinci dan tegas, sehingga memicu kewaspadaan bagi calon wisatawan.

Travel warning sendiri umumnya diterbitkan sebagai bentuk peringatan pemerintah terkait kondisi keamanan, potensi bencana, atau situasi tertentu di suatu destinasi. Lantas, negara mana saja yang pernah mengeluarkan travel warning untuk warganya yang akan atau sedang liburan di Bali? Berikut daftarnya.

Table of Content

1. Australia

1. Australia

Australia menjadi salah satu negara yang paling sering mengeluarkan travel warning warganya yang ke Bali, terutama setelah peristiwa Bom Bali 2002. Serangan bom yang terjadi di kawasan Kuta tersebut menewaskan ratusan orang, termasuk banyak warga negara Australia.

Sejak saat itu, pemerintah Australia secara rutin memperbaharui peringatan perjalanan terkait potensi ancaman keamanan di Indonesia, khususnya Bali. Selain faktor keamanan, peringatan juga kerap diperbaharui, karena isu keselamatan wisata, seperti kecelakaan, penipuan, hingga standar keselamatan aktivitas wisata.

2. Amerika Serikat

Ilustrasi penumpang di bandara (unsplash.com/Jackie Alexander)
Ilustrasi penumpang di bandara (unsplash.com/Jackie Alexander)

Pemerintah Amerika Serikat melalui Departemen Luar Negeri juga mengeluarkan travel warning setelah peristiwa Bom Bali 2002. Peringatan ini berkaitan dengan ancaman terorisme di wilayah Indonesia.

Seiring waktu, status peringatan diperbarui secara berkala, termasuk saat terjadi peningkatan risiko keamanan atau kondisi tertentu. Meskipun tidak selalu spesifik untuk Bali, Indonesia secara umum sering masuk dalam daftar perhatian terkait keamanan.

3. Inggris

Inggris juga mengeluarkan peringatan perjalanan setelah Bom Bali 2002 dan kembali memperbaharuinya saat terjadi Bom Bali 2005. Pemerintah Inggris menyoroti potensi ancaman terorisme serta keamanan wisatawan sebagai alasan utama. Seperti negara lain, peringatan ini terus diperbarui sesuai perkembangan situasi di Indonesia.

4. Jepang

Potret gunung meletus
Potret gunung meletus (pexels.com/ Diego Girón)

Pada tahun 2017, Jepang mengeluarkan travel warning terkait aktivitas Gunung Agung yang mengalami peningkatan signifikan. Erupsi gunung berapi tersebut menyebabkan penutupan bandara dan gangguan penerbangan, sehingga berdampak langsung pada wisatawan. Peringatan ini lebih berfokus pada aspek bencana alam dan keselamatan perjalanan.

5. Singapura

Singapura juga mengeluarkan imbauan perjalanan pada periode yang sama, yakni saat erupsi Gunung Agung pada 2017. Abu vulkanik yang menyebar di udara menyebabkan pembatalan dan penundaan banyak penerbangan dari dan menuju Bali. Pemerintah Singapura mengingatkan warganya untuk memantau kondisi sebelum bepergian.

6. Kanada

Potret penumpang di bandara
Potret penumpang di bandara (unsplash.com/Anete Lūsiņa)

Kanada memperbaharui travel advisory untuk Indonesia secara rutin, termasuk Bali, dengan menyoroti berbagai aspek risiko perjalanan. Dalam salah satu peringatannya, pemerintah Kanada secara tegas meminta warga negaranya untuk meningkatkan kewaspadaan, karena adanya potensi ketegangan sosial dan politik, serta ancaman terorisme yang masih menjadi perhatian nasional.

Selain itu, Kanada juga menyoroti risiko bencana alam, seperti gempa bumi, tsunami, dan aktivitas vulkanik yang dapat terjadi sewaktu-waktu di wilayah Indonesia. Peringatan ini tidak selalu berarti larangan bepergian, tetapi lebih kepada imbauan, agar wisatawan mempersiapkan perjalanan dengan matang dan mengikuti perkembangan situasi terbaru.

7. Prancis

Prancis mengeluarkan travel warning setelah Bom Bali 2002 sebagai bagian dari respons terhadap ancaman terorisme di destinasi wisata internasional. Seiring waktu, pemerintah Prancis melalui Kementerian Luar Negeri juga memperbarui peringatan perjalanan dengan mempertimbangkan kondisi global, termasuk risiko keamanan, demonstrasi, hingga potensi gangguan sosial di beberapa wilayah.

Prancis juga mengingatkan warganya terkait standar keselamatan di destinasi wisata, termasuk risiko kecelakaan lalu lintas dan aktivitas wisata ekstrem yang cukup populer di Bali.

8. Malaysia

Potret traveling
Potret traveling (pexels.com/Ketut Subiyanto)

Sebagai negara tetangga dengan mobilitas tinggi ke Bali, Malaysia pernah mengeluarkan travel advisory saat terjadi erupsi Gunung Agung pada 2017. Peringatan ini berfokus pada gangguan penerbangan akibat abu vulkanik yang berdampak langsung pada jalur transportasi udara.

Malaysia juga rutin memperbaharui imbauan perjalanan secara cepat, apalagi jika terjadi kondisi darurat di kawasan regional, termasuk bencana alam atau gangguan transportasi. Hal ini dilakukan untuk memastikan keselamatan warga Malaysia yang sering bepergian ke Bali, baik untuk liburan maupun keperluan bisnis.

9. Filipina

Filipina mengeluarkan travel warning terutama saat pandemik COVID-19 pada 2020, yang berdampak besar terhadap mobilitas internasional, termasuk Bali.

Peringatan ini berkaitan dengan pembatasan perjalanan lintas negara, risiko penularan virus, serta kebijakan karantina yang berubah-ubah di berbagai destinasi. Pemerintah Filipina juga mengimbau warganya untuk menunda perjalanan tidak mendesak selama situasi belum stabil.

Selain pandemik, Filipina juga memperhatikan faktor kesehatan dan kesiapan sistem medis di destinasi tujuan sebagai bagian dari pertimbangan dalam mengeluarkan peringatan perjalanan.

10. Korea Selatan

Potret turis sedang traveling
Potret turis sedang traveling (unsplash.com/Thi Nguyen Duc)

Baru-baru ini, Korea Selatan kembali mengeluarkan travel warning untuk Bali dengan sorotan khusus pada meningkatnya kasus kriminalitas yang menimpa wisatawan asing. Dalam peringatan tersebut, otoritas Korea Selatan memaparkan secara rinci berbagai kejahatan serius, mulai dari penculikan, pemotongan anggota tubuh, hingga pelecehan seksual.

Situasi ini dinilai mengkhawatirkan dan perlu diwaspadai warga Korea Selatan yang hendak berwisata ke Bali. Pihak berwenang juga menduga eskalasi ini berkaitan dengan munculnya sindikat kriminal internasional yang beroperasi di kawasan wisata populer.

Sindikat tersebut disebut memanfaatkan tingginya arus wisatawan untuk melakukan berbagai tindak kejahatan, seperti penusukan, perampokan, hingga pelecehan seksual. Kedutaan Besar Korea Selatan secara spesifik menyoroti beberapa insiden kasus penusukan fatal terhadap turis Belanda pada 23 Maret di Kuta Utara, dugaan penculikan dan pelecehan seksual terhadap warga negara China oleh pengemudi ojek. Selain itu, juga ada dua kasus pelecehan seksual di Seminyak dan Canggu yang melibatkan oknum staf hotel dan petugas keamanan.

Rangkaian kejadian ini memperkuat pandangan bahwa risiko kriminalitas di Bali tengah berada pada level yang lebih serius, sehingga pemerintah Korea Selatan mengimbau warganya meningkatkan kewaspadaan selama berkunjung.

Itu dia beberapa negara yang pernah mengeluarkan travel warning ke Bali. Hal ini menjadi pengingat sektor pariwisata tidak hanya bergantung pada keindahan destinasi, tetapi juga aspek keamanan dan kenyamanan wisatawan. Semoga Bali dapat kembali meraih kepercayaan dunia internasional lagi dengan meningkatnya keamanan, serta minimnya risiko bencana alam, sehingga siapa pun nyaman liburan ke Pulau Dewata.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dewi Suci Rahayu
EditorDewi Suci Rahayu
Follow Us

Latest in Travel

See More

Apakah Bisa Umroh dengan Visa Transit?

09 Apr 2026, 14:15 WIBTravel