Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

RTS Link Siap Hubungkan Johor—Singapura pada Akhir 2026

RTS Link Siap Hubungkan Johor—Singapura pada Akhir 2026
ilustrasi kereta api (unsplash.com/KC Shum)
Intinya Sih
  • Proyek Rapid Transit System Link (RTS Link) akan menghubungkan Johor Bahru dan Singapura dengan waktu tempuh sekitar 5 menit, ditargetkan beroperasi penuh pada akhir tahun 2026.
  • Kereta sepanjang 4 kilometer ini mampu menampung hingga 10 ribu penumpang per jam, dilengkapi fasilitas imigrasi gabungan di stasiun Bukit Chagar dan Woodlands North untuk mempercepat proses lintas negara.
  • Tarif perjalanan diperkirakan antara 5–7 dolar Singapura, menjadikan RTS Link alternatif hemat yang mendukung mobilitas harian, pariwisata, serta pertumbuhan ekonomi kedua negara.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Mobilitas antara Malaysia dan Singapura akan memasuki babak baru. Proyek Rapid Transit System Link (RTS Link) dipastikan siap beroperasi pada akhir 2026 dan menjadi solusi transportasi cepat lintas negara yang selama ini dinantikan.

Jalur kereta modern ini akan menghubungkan Johor Bahru dengan Singapura, sekaligus mengurangi kemacetan parah di jalur darat, seperti Johor—Singapore Causeway. Dengan waktu tempuh hanya sekitar 5 menit, RTS Link digadang-gadang menjadi solusi bagi pekerja lintas batas, pelajar, hingga wisatawan.

Table of Content

1. Apa itu RTS Link?

1. Apa itu RTS Link?

RTS Link Project
RTS Link Project (instagram.com/rts.link)

Dilansir My MRT Malaysia, RTS Link adalah jalur kereta api ulang alik sepanjang kurang lebih 4 kilometer yang menghubungkan dua stasiun. Pertama adalah Bukit Chagar Station di Johor Bahru, Malaysia, dan Woodlands North Station di Singapura.

Kereta ini dirancang sebagai sarana transportasi lintas batas yang cepat, nyaman, dan efisien dengan waktu perjalanan kurang lebih hanya 5 menit dari satu ujung ke ujung lainnya. Proyek ini terus berjalan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan dan ditargetkan siap beroperasi pada akhir tahun 2026 nanti.

2. Beberapa fitur yang menjadikan RTS Link menarik dan praktis

ilustrasi penumpang kereta
ilustrasi penumpang kereta (unsplash.com/Kit Suman)

Kereta ini akan memiliki kapasitas hingga 10 ribu penumpang per jam dengan jadwal reguler. Layanan ini akan beroperasi setiap hari, mulai pukul 06.00—24.00 atau tengah malam waktu setempat dengan frekuensi kereta yang ketat.

Sebagai jalur penghubung internasional antara Malaysia dan Singapura, proyek RTS Link mencakup pembangunan fasilitas Immigration, Customs, and Quarantine (ICQ) baru di sebelah Stasiun Bukit Chagar. Demikian pula, stasiun RTS Link di Woodlands North di Singapura juga akan memiliki fasilitas Customs, Immigration, and Quarantine (CIQ).

Fasilitas ICQ Malaysia dan CIQ Singapura akan berada di gedung yang sama. Sehingga, seluruh proses imigrasi untuk meninggalkan dan memasuki kedua negara diselesaikan di stasiun keberangkatan. Setelah tiba, penumpang hanya perlu meninggalkan stasiun tanpa perlu melalui formalitas penyeberangan perbatasan lagi. Hal ini bisa membantu mempercepat proses lintas negara.

3. Perkiraan biaya tiket RTS Link

ilustrasi tiket kereta
ilustrasi tiket kereta (unsplash.com/Evelyn Liow)

Dilansir mrtkl.com, tarif sekali jalan RTS Link diperkirakan berkisar antara 5—7 dolar Singapura atau 15,50—21,70 ringgit Malaysia. Menjadikannya alternatif yang lebih hemat dibandingkan dengan berkendara melintasi perbatasan Johor-Singapura. Tarif akan ditetapkan oleh RTS Operations, sebuah usaha patungan antara Prasarana Malaysia Berhad dan SMRT Corporation, yang beroperasi berdasarkan prinsip komersial tanpa subsidi pemerintah untuk memastikan keberlanjutan jangka panjang.

Layanan RTS Link ini tidak hanya akan mempermudah mobilitas harian antara Johor dan Singapura saja, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi serta pariwisata di kedua negara. Transportasi ini akan membantu mengurangi kemacetan lalu lintas, mempercepat lintas negara dengan nyaman, serta meningkatkan konektivitas regional di kawasan Asia Tenggara.

Dengan target akhir tahun 2026, proyek RTS Link siap menjadi solusi transportasi modern yang memudahkan perjalanan lintas negara antara Malaysia dan Singapura. Akhir 2026 nanti, bepergian dari Malaysia ke Singapura atau sebaliknya tidak lagi terasa rumit. Cukup naik kereta dan petualangan pun dimulai.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Naufal Al Rahman
Eddy Rusmanto
Naufal Al Rahman
EditorNaufal Al Rahman
Follow Us

Latest in Travel

See More