Potret Insa Historic Sites Museum di Seoul (instagram.com/seoulcity)
Insa Historic Sites Museum menyajikan enam zona pameran bertema yang mencakup proses penggalian arkeologi, kehidupan sehari-hari di kawasan Jongno, serta ilmu pengetahuan dan teknologi Dinasti Joseon.
Berbeda dengan museum pada umumnya yang menyimpan koleksi di balik etalase kaca dan berasal jauh dari tempat asalnya (tempat penemuan dan tempat pamerannya terpisah), Insa Historic Sites Museum ini menyajikan situs arkeologi langsung di tempat penemuannya atau disebut sebagai on-site museum.
Pengunjung akan diarahkan untuk berjalan di sepanjang dek kayu dan lantai kaca untuk melihat langsung situs arkeologi di bawahnya. Situs tersebut terdiri dari pondasi bangunan, sistem drainase kuno, dan sumur batu komunal berukuran besar yang diperkirakan dibangun pada abad ke-16.
"Insa Historic Sites Museum adalah contoh utama bagaimana pelestarian perkotaan dan pembangunan berkelanjutan dapat hidup berdampingan," ujar Direktur Seoul Museum of History, Choi Byung Goo, dilansir The Korean Times, Selasa (14/7/2026).
Selain reruntuhan arsitektur, museum ini juga menampilkan 523 artefak yang ditemukan dari tanah. Di antaranya seperti sampel Ilseongjeongsiui (jam astronomi yang dipesan oleh Raja Sejong Agung pada tahun 1437), mesin cetak logam bergerak di era awal Joseon, lebih dari 440 keping replika huruf cetak logam yang langka, komponen jam air bersejarah, dan senjata api Korea kuno.
Pengunjung juga bisa menjajal pengalaman interaktif berupa tampilan rekonstruksi 3D, karya seni media digital oleh seniman kontemporer, dan aktivitas mesin cetak logam interaktif untuk anak-anak.