5 Hidden Gems di Nagoya yang Wajib Masuk Bucket List Liburanmu

- Nagoya menawarkan lima destinasi tersembunyi yang menghadirkan budaya lokal, sejarah, dan suasana lebih tenang dibanding jalur wisata populer.
- Shikemichi, Nittai-ji, dan Kousho-ji menyuguhkan bangunan era Edo, pagoda, relikui Buddha, serta pasar berkala yang dapat diakses melalui stasiun terdekat.
- Taman Shirotori dan Pertokoan Endoji menghadirkan lanskap tradisional, sajian matcha, kuliner lokal, kedai keluarga, serta atmosfer nostalgia warga Nagoya.
Nagoya sering kali hanya dianggap sebagai kota transit bagi pelancong yang ingin menuju Kyoto atau Tokyo. Padahal, ibu kota Prefektur Aichi ini menyimpan beragam lokasi tersembunyi yang menawarkan keautentikan budaya. Penelusuran ke sudut-sudut kota tersebut memberikan pengalaman liburan yang jauh lebih tenang dan berkesan.
Pelancong dapat menemukan taman tradisional, kuil bersejarah, hingga pasar kuno yang bebas dari kerumunan turis. Keberadaan tempat-tempat tersebut menyajikan sisi lain kehidupan warga lokal yang jarang terpublikasi secara luas. Berikut lima hidden gems di Nagoya yang masih jarang diketahui turis.
1. Kawasan Bersejarah Shikemichi

potret Kawasan Bersejarah Shikemichi (commons.wikimedia.org/663highland) Wisatawan yang berkunjung ke Prefektur Aichi sering melewatkan kawasan cagar budaya yang berada tidak jauh dari Stasiun Nagoya ini. Deretan gudang kayu beratap genteng hitam dari zaman Edo berdiri kokoh di sepanjang jalan berbatu. Suasana tenang menyelimuti area pemukiman pedagang tempo dulu yang kini difungsikan sebagai kafe dan galeri seni.
Pengunjung bisa menikmati secangkir kopi hangat di dalam bangunan bersejarah yang telah dipugar tanpa mengubah bentuk aslinya. Tempat ini menawarkan pengalaman menyusuri lorong waktu tanpa terganggu oleh kerumunan rombongan tur. Akses menuju lokasi terbilang mudah karena dapat dijangkau dengan berjalan kaki selama 10 menit dari Stasiun Kokusai Center.
2. Kuil Nittai-ji

potret Kuil Nittai-ji (commons.wikimedia.org/Hyppolyte de Saint-Rambert) Kuil Nittai-ji memiliki posisi istimewa sebagai simbol hubungan diplomatik antara Jepang dan Thailand. Kompleks tempat ibadah tersebut menyimpan relikui suci Sang Buddha yang diserahkan langsung oleh Raja Chulalongkorn pada tahun 1900. Menara pagoda lima tingkat setinggi 30 meter berdiri di tengah lanskap pepohonan rimbun.
Setiap tanggal 21, area sekitar tempat ibadah ini berubah menjadi pasar kaget yang menjajakan barang antik, pakaian, dan makanan. Suasana spiritual yang sunyi membuat lokasi ini cocok untuk menenangkan pikiran dari hiruk-pikuk pusat kota. Wisatawan dapat menaiki kereta bawah tanah jalur Higashiyama dan turun di Stasiun Kakuozan.
3. Taman Shirotori

potret Taman Shirotori (commons.wikimedia.org/Tomio344456) Areal lanskap tradisional Jepang seluas 3,7 hektare ini dirancang menyerupai topografi wilayah Chubu. Aliran sungai buatan meliuk di antara kolam air jernih yang diisi oleh ribuan ekor ikan koi berukuran besar. Pohon maple dan sakura ditanam secara teratur guna memberikan perubahan pemandangan alam sesuai pergantian empat musim.
Kedai teh Seiryutei menyajikan matcha hangat lengkap dengan kue tradisional bertekstur lembut. Jembatan kayu lengkung menawarkan sudut pemandangan yang pas untuk mengabadikan pemandangan alam. Lokasi Taman Shirotori dapat diakses dengan berjalan kaki selama 10 menit dari Stasiun Jingu Nishi.
4. Kuil Kousho-ji

potret Kuil Kousho-ji (nagoya-info.jp) Kuil yang berdiri sejak tahun 1688 ini dikelilingi oleh bukit Yagoto yang asri dan sejuk. Ciri khas utama kompleks ini berupa pagoda kayu lima tingkat yang kokoh menjulang di antara rimbunnya pepohonan. Area pemakaman tua serta lanskap hutan bambu menghadirkan nuansa otentik khas zaman Edo.
Pasar malam lokal diadakan setiap tanggal 5 dan 13 untuk menjajakan kuliner khas rumahan. Pengunjung jarang menemukan turis mancanegara di area ini sehingga suasana meditasi terasa sangat hening. Stasiun Yagoto menjadi titik perhentian terdekat bagi pelancong yang menggunakan moda transportasi kereta bawah tanah.
5. Pertokoan Endoji

potret Pertokoan Endoji (commons.wikimedia.org/Asturio Cantabrio) Kawasan belanja beratap ini telah menjadi pusat aktivitas warga lokal sejak era Showa. Lentera gantung berwarna-warni serta deretan kedai tua menyajikan atmosfer nostalgia yang kental. Usaha mikro milik keluarga menjual berbagai kudapan khas seperti tebasaki, mie, dan miso katsu berharga terjangkau.
Festival berekspresi seni kerap digelar di sepanjang koridor pertokoan pada momen tertentu. Interaksi hangat dengan para pedagang senior memberikan pemahaman mendalam mengenai kehidupan sehari-hari masyarakat setempat. Letaknya yang berdampingan dengan kawasan Shikemichi memudahkan rute perjalanan wisata harian.
Menyambangi lima destinasi tersembunyi ini memberikan sudut pandang baru dalam menikmati sisi autentik Kota Nagoya. Wisatawan dapat merasakan keheningan sejarah serta kehangatan budaya lokal tanpa perlu berdesakan dengan kerumunan turis. Dari kelima lokasi tersebut, tempat mana yang paling ingin dimasukkan ke dalam rencana perjalanan selanjutnya?




















![[QUIZ] Pilih Kota Favoritmu dan Temukan Event yang Menarik Kamu Datangi!](https://image.idntimes.com/post/20260504/upload_08e051f7248b52f6087758fa92030873_fecbaeea-355a-4283-842d-e4c1cfd419a2_watermarked_idntimes-1.png)