Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Situs Megalitikum di Indonesia yang Usianya Lebih Tua dari Candi
Situs Gunung Padang (commons.wikimedia.org/Arie Basuki)
  • Indonesia memiliki lima situs megalitikum utama: Gunung Padang di Jawa Barat, Pokekea dan Tadulako di Lore Lindu, Lembah Bada, serta desa adat di Sumba Barat Daya.
  • Gunung Padang menampilkan teras batu bertingkat dan, menurut Tim Katastrofik Purba, struktur di bawahnya diperkirakan berusia 10.000–25.000 tahun.
  • Kawasan Lore Lindu menyimpan tinggalan batu di lembah dan dataran tinggi, sementara Sumba Barat Daya mempertahankan tradisi kubur batu serta ritual adat megalitik.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Situs megalitikum menjadi salah satu jejak peradaban kuno yang masih dapat ditemukan di berbagai wilayah Indonesia. Keberadaan batu besar, arca, hingga struktur ritual dari masa prasejarah menghadirkan suasana yang berbeda. Tidak sedikit di antaranya yang diperkirakan berasal dari masa yang jauh lebih tua dibandingkan bangunan candi.

Indonesia memiliki berbagai peninggalan situs megalitikum menyimpan karakter yang unik. Lanskap alam yang mengelilinginya juga menambah daya tarik tersendiri, mulai dari perbukitan hingga lembah yang sarat warisan budaya. Berikut lima situs megalitikum di Indonesia yang usianya lebih tua dari candi dan menarik untuk dijelajahi.

1. Situs Gunung Padang

Situs Gunung Padang (commons.wikimedia.org/Arie Basuki)

Situs Gunung Padang berada di Jawa Barat dan dikenal sebagai salah satu peninggalan budaya megalitik terbesar di Indonesia. Situs prasejarah ini merupakan peninggalan yang telah menjadi objek penelitian arkeologi, sejarah, dan geologi sejak 1979. Kawasan ini menampilkan susunan batu yang membentuk teras bertingkat di lingkungan perbukitan.

Struktur di bawah Gunung Padang diperkirakan berusia antara 10.000-25.000 tahun oleh Tim Katastrofik Purba. Rentang usia prasejarah ini diklaim jauh melampaui Piramida Giza yang berusia 4.500 tahun. Karakter prasejarah inilah yang membuatnya sering disebut sebagai salah satu situs yang berasal jauh dari masa sebelum perkembangan candi di Indonesia.

2. Situs Pokekea di Lore Lindu

Situs Pokekea (commons.wikimedia.org/Mugni supardi)

Situs Pokekea merupakan bagian dari Warisan Budaya Megalitik Lore Lindu di Sulawesi Tengah. Dilansir dari UNESCO World Heritage Centre, kawasan Lore Lindu berada di dataran tinggi yang terdiri atas sejumlah lembah luas yang dikelilingi perbukitan. Lanskap tersebut menciptakan latar alam yang menonjol bagi berbagai peninggalan megalitik yang masih bertahan.

Pokekea menjadi salah satu komponen penting dalam kawasan warisan megalitik Lore Lindu. Keberadaan tinggalan batu kuno di tengah bentang alam pegunungan, menghadirkan pengalaman yang berbeda dari destinasi sejarah pada umumnya. Perpaduan warisan budaya dan panorama alam menjadikan situs ini memiliki daya tarik tersendiri.

3. Situs Tadulako di Lore Lindu

Situs Tadulako (Dok. BPCB Gorontalo/Kemendikbudristek)

Masih berada dalam kawasan Lore Lindu, Situs Tadulako termasuk salah satu lokasi utama yang tercantum dalam pengajuan Warisan Dunia UNESCO. Situs ini berada di kawasan dataran tinggi Sulawesi Tengah yang dikenal memiliki konsentrasi peninggalan megalitik. Lingkungan alamnya menghadirkan suasana yang tenang dengan latar pegunungan yang mengelilingi lembah.

Tadulako merupakan bagian dari rangkaian situs megalitik yang menunjukkan kekayaan budaya kuno di wilayah Lore Lindu. Karakter kawasan yang masih menyatu dengan alam membuat tinggalan batu di lokasi ini tampak menonjol di tengah lanskap terbuka. Nuansa tersebut menghadirkan kesan kuat mengenai warisan masyarakat prasejarah yang pernah berkembang di kawasan ini.

4. Lembah Bada

Lembah Bada (commons.wikimedia.org/Lo2asinamura)

Lembah Bada berada di kawasan Sulawesi Tengah dan dikenal karena keberadaan arca batu megalitik yang tersebar di wilayah lembah. Berdasarkan informasi yang dirangkum UNESCO dalam kawasan Warisan Budaya Megalitik Lore Lindu, area ini merupakan bagian dari bentang budaya megalitik yang penting di dataran tinggi Sulawesi.

Menurut UNESCO World Heritage Centre, kawasan Lore Lindu menyimpan peninggalan megalitik yang tersebar di sejumlah lembah, termasuk Bada. Keberadaan arca dan struktur batu di tengah lingkungan alam terbuka menjadi daya tarik utama kawasan ini. Karakter tersebut membuat Lembah Bada sering dikaitkan dengan kekayaan tradisi megalitik Indonesia.

5. Desa Adat Megalitik di Sumba Barat Daya

Desa Adat Megalitik di Sumba Barat Daya (dispar.sbdkab.go.id)

Sumba Barat Daya memiliki sejumlah desa adat yang mempertahankan tradisi dan arsitektur megalitik hingga sekarang. Dilansir dari Dinas Pariwisata Sumba Barat Daya, wilayah ini dikenal memiliki desa adat dengan arsitektur megalitik yang masih lestari. Keberadaan warisan budaya tersebut menjadi salah satu identitas penting kawasan setempat.

Budaya megalitik di Sumba termasuk kategori living megalithic culture karena tradisi pembangunan kubur batu besar dan ritual adat masih dijalankan masyarakat. Suasana desa adat yang masih mempertahankan warisan leluhur, menghadirkan pengalaman budaya yang berbeda dari situs megalitik yang hanya menyisakan artefak. Keunikan inilah yang menjadikan kawasan tersebut menarik.

Keberadaan kelima situs megalitikum tersebut menunjukkan betapa kayanya warisan prasejarah Indonesia. Masing-masing menawarkan karakter yang berbeda, baik melalui lanskap alam, tinggalan batu kuno, maupun tradisi yang masih hidup. Jejak budaya tersebut menjadikan berbagai situs megalitikum layak dipertimbangkan sebagai destinasi sejarah yang menarik untuk dijelajahi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article