Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Spot Foto Estetik di Penang yang Sarat Nilai Seni
ilustrasi lanskap Penang, Malaysia (pexels.com/ Richard L)
  • Armenian Street menonjol dengan street art interaktif dan bangunan heritage, sementara Cheong Fatt Tze Mansion menawarkan latar biru indigo dengan perpaduan arsitektur Tionghoa-Straits.
  • Khoo Kongsi menghadirkan ornamen, ukiran, pilar, dan halaman bernuansa tradisi Tionghoa; spot ini cocok untuk foto arsitektur maupun potret berkarakter klasik.
  • Hin Bus Depot menyajikan seni kontemporer di bekas terminal bus, sedangkan Clan Jetties memadukan rumah panggung, jalur kayu, laut, perahu, dan aktivitas warga.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Penang, Malaysia, punya cara unik dalam memadukan bangunan tua, kehidupan sehari-hari, dan karya seni di ruang publik. Di George Town, misalnya, jalanan kawasan heritage gak cuma dipenuhi bangunan bersejarah, tetapi juga mural, rumah toko, dan karya seni yang menyatu dengan suasana kota.

Karena itu, berburu foto di Penang gak harus selalu mencari tempat dengan pemandangan alam. Ada banyak sudut kota yang justru menarik karena punya cerita, bentuk arsitektur, dan karya seni yang bisa membuat hasil foto terasa lebih berkarakter.

Kelima rekomendasi spot foto estetik di Penang ini wajib masuk ke dalam itinerary perjalananmu. Masing-masing punya nilai seni yang unik, lho!

1. Armenian Street

ilustrasi Armenian Street (commons.wikimedia.org/ philip.mallis)

Armenian Street atau Lebuh Armenian menjadi salah satu kawasan yang paling dikenal dalam peta street art George Town. Jalan ini berada di kawasan warisan George Town dan dipenuhi bangunan lama, rumah toko, serta berbagai karya seni yang tersebar di sepanjang jalan.

Salah satu karya yang paling terkenal adalah Children on a Bicycle karya Ernest Zacharevic. Mural tersebut menarik karena lukisan anak-anak dipadukan dengan sepeda sungguhan yang menempel pada dinding, sehingga orang yang berfoto bisa berinteraksi langsung dengan karya tersebut. Selain mural, bangunan heritage di sekitarnya juga bisa menjadi latar yang kuat untuk foto dengan nuansa klasik dan artistik.

2. Cheong Fatt Tze Mansion

ilustrasi Cheong Fatt Tze Mansion (commons.wikimedia.org/ Supanut Arunoprayote)

Cheong Fatt Tze Mansion, yang juga dikenal sebagai Blue Mansion, merupakan rumah bersejarah berwarna biru indigo di George Town. Bangunan ini dibangun pada akhir abad ke-19 dan memiliki karakter arsitektur yang memperlihatkan perpaduan pengaruh Tionghoa dengan gaya yang berkembang di kawasan Straits pada masa tersebut.

Warna biru yang kuat membuat bangunan ini cukup mencolok ketika dijadikan latar foto. Bagian halaman, jendela, pintu, serta detail dekoratifnya juga bisa memberikan kesan berbeda tergantung pada sudut pengambilan gambar. Buat yang suka foto arsitektur, tempat ini menarik karena bentuk bangunannya sendiri sudah memiliki karakter yang kuat.

3. Khoo Kongsi

ilustrasi Khoo Kongsi (commons.wikimedia.org/ Supanut Arunoprayote)

Khoo Kongsi merupakan rumah perkumpulan klan Tionghoa yang terkenal dengan detail arsitekturnya. Bangunan ini memiliki ornamen yang rumit, ukiran, halaman, serta dekorasi yang menunjukkan kuatnya tradisi masyarakat Tionghoa di George Town.

Berfoto di kawasan ini rasanya beda dari street art karena daya tariknya ada di detail bangunan dan dekorasi. Atap, ukiran kayu, pilar, sampai halamannya bisa jadi latar buat foto arsitektur atau portrait. Kalau suka foto nuansa klasik dengan detail yang rame, Khoo Kongsi wajib masuk itinerary.

4. Hin Bus Depot

ilustrasi Hin Bus Depot (commons.wikimedia.org/ Cmglee)

Hin Bus Depot merupakan ruang seni dan komunitas kreatif di George Town yang sebelumnya merupakan terminal bus. Tempat ini kemudian direvitalisasi oleh seniman dan berkembang menjadi ruang yang digunakan untuk pameran, karya seni, kegiatan kreatif, serta berbagai acara komunitas.

Suasananya lebih kontemporer dibandingkan kawasan heritage George Town. Mural, karya seni, ruang terbuka, dan bangunan lama berpadu dalam satu area sehingga pilihan latar fotonya cukup beragam. Tempat ini cocok buat kamu yang lebih suka berfoto dengan nuansa urban dan seni kontemporer daripada arsitektur kolonial atau tradisional.

5. Clan Jetties

ilustrasi Clan Jetties (commons.wikimedia.org/ Christopher Harriot)

Clan Jetties merupakan permukiman tradisional yang berdiri di atas tiang di tepi laut George Town. Kawasan ini sudah berkembang sejak abad ke-19 dan berkaitan dengan komunitas Tionghoa yang menetap di Penang, sehingga suasananya bukan sekadar kawasan wisata dengan latar bangunan kayu.

Jalur papan kayu, rumah di atas air, perahu, dan aktivitas warga memberi karakter unik pada kawasan ini. Chew Jetty adalah salah satu yang paling terkenal dan termasuk dalam kawasan heritage George Town. Untuk berfoto, kombinasi bangunan kayu dengan latar laut menciptakan suasana natural sekaligus menampilkan kehidupan lama Penang.

Keunikan Penang untuk fotografi ada pada keberagamannya dalam jarak dekat. Di sini, bangunan lama, karya seni jalanan, dan aktivitas masyarakat hidup berdampingan. Penang membuktikan kawasan heritage bisa tetap hidup, bukan sekadar museum yang kaku.

Kalau ingin berburu foto dengan nuansa yang lebih kuat, jangan hanya memperhatikan objek utama di depan kamera. Tekstur dinding, bentuk jendela, jalan sempit, papan kayu, sampai aktivitas orang di sekitar bisa menjadi bagian dari komposisi yang membuat sebuah foto terasa lebih hidup.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article