Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Tak Banyak yang Tahu, 5 Candi Purba di Sumatra Ini Punya Sejarah Menarik
Candi Bahal (commons.wikimedia.org/Bisajunisa)
  • Sumatra menyimpan lima situs candi purba yang menawarkan jejak peradaban masa lalu, dari Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Sumatra Utara, hingga Sumatra Barat.
  • Candi Muara Takus terkait kejayaan Sriwijaya, sementara Muaro Jambi merupakan kompleks besar yang pernah menjadi pusat pemujaan dan pendidikan Buddha pada abad ke-7 hingga ke-12.
  • Candi Bumiayu memuat temuan Hindu, sedangkan Candi Bahal dan Tanjung Medan merupakan peninggalan Buddha; Tanjung Medan diperkirakan dibangun pada abad ke-12 atau ke-13.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pulau Jawa sering menjadi pusat perhatian utama karena destinasi wisata sejarahnya. Sebab, pulau ini dikenal menyimpan bekas peninggalan masa lampau, seperti kemegahan Candi Borobudur dan Keanggunan Candi Prambanan.

Selain Pulau Jawa, Pulau Sumatra juga menyimpan harta karun peradaban masa lalu yang tak kalah memukau. Mulai dari kompleks candi batu bata merah hingga struktur unik, candi di Sumatra menawarkan pengalaman menjelajahi sejarah yang jauh lebih autentik.

Kalau kamu bosan dengan destinasi yang itu-itu saja, bisa mengunjungi peninggalan masa lampau di sini. Yuk, simak 5 wisata candi purba di Sumatra yang jarang orang tahu.

1. Candi Muara Takus

Candi Muara Takus (commons.wikimedia.org/Bhikkhu Anandajoti)

Candi Muara Takus menjadi salah satu peninggalan Kejayaan Kerajaan Sriwijaya yang masih berdiri kokoh di Pulau Sumatra. Bangunan bersejarah ini didominasi warna merah karena terbuat dari campuran pasir, batu sungai, dan batu bata.

Situs candi Buddha ini terletak di Desa Muara Takus, Kabupaten Kampar, Riau, hanya berjarak sekitar 135 km dari Kota Pekanbaru. Candi Muara Takus memiliki empat kompleks candi, yaitu Candi Mahligai, Candi Tua, Candi Bungsu, dan Candi Palangka.

Lokasi: Muara Takus, Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar, Riau.

Jam operasional: setiap hari, mulai pukul 08.00-18.00 WIB.

2. Candi Muaro Jambi

Candi Muaro Jambi (commons.wikimedia.org/Ryan Wijaya)

Candi Muaro Jambi merupakan salah satu kompleks candi terluas di Asia Tenggara yang menyimpan jejak peninggalan jejak masa lampau di Indonesia. Kompleks ini pernah menjadi pusat pemujaan dan pendidikan agama Buddha yang diperkirakan pada masa Kerajaan Melayu Kuno dan Kerajaan Sriwijaya pada abad ke 7-12 Masehi.

Bangunan Candi Muaro Jambi terbuat dari bata merah dan pada dindingnya belum ditemukan pahatan relief. Di dalamnya terdapat 11 candi utama, namun diperkirakan masih ada puluhan reruntuhan yang tertimbun dalam gundukan-gundukan.

Lokasi: Muaro Jambi, Kecamatan Maro Sebo, Kabupaten Muaro Jambi, Jambi.

Jam operasional: setiap hari, mulai pukul 08.00-18.00 WIB.

3. Candi Bumiayu

Candi Bumiayu (commons.wikimedia.org/Kemendikbud.go.id, Bambang Budi Utomo)

Candi Bumiayu pertama kali ditemukan pada era penjajahan Belanda di abad ke-19. Keberadaannya dilaporkan oleh EP Tombrink pada 1864, dalam Hindoe Monumenten in de Bovenlanden van Palembang.

Dalam kunjungannya ke daerah Sungai Lematang Hulu, beliau menemukan jejak peninggalan agama Hindu, berupa 26 arca. Sedangkan di daerah Lematang Hilir, ditemukan reruntuhan candi dan relief burung kakaktua.

Lokasi: Pesisir Sungai Lematang, Desa Bumiayu, Kecamatan Tanah Abang, Penukal Abab Lematang Ilir, Sumatra Selatan.

Jam operasional: setiap hari, mulai pukul 07.30-16.30 WIB.

4. Candi Bahal

Candi Bahal (commons.wikimedia.org/Bisajunisa)

Candi Bahal adalah sebuah candi Buddha yang berada di Sumatra Utara dan pernah digunakan sebagai tempat peringatan Hari Raya Waisak 2023. Bangunan ini merupakan kompleks candi yang berasal dari umat terdahulu penganut aliran Buddha Vajrayana.

Jejak peninggalan agama Buddha ini terdiri dari tiga bangunan yaitu Bahal I, II, dan III. Ketiganya terletak dalam sebuah garis lurus yang sejajar dengan Sungai Batang Pane serta masing-masing terpisah sejauh kurang lebih 500 m. Setiap kompleks terdiri dari bangunan induk, bangunan perwara atau penyerta, dan gapura.

Lokasi: Bahal, Kecamatan Portibi, Kabupaten Padang Lawas Utara, Sumatera Utara.

Jam operasional: setiap hari, mulai pukul 08.00-03.00 WIB.

5. Candi Tanjung Medan

Candi Tanjung Medan (commons.wikimedia.org/Zhilal Darma)

Candi Tanjung Medan ditemukan saat pembuatan saluran irigasi Panti-Rao pada tahun 1992 di Sumatra Barat. Setelah dilakukan ekskavasi, situs candi ini memiliki enam struktur candi dan hanya empat yang sudah dipugar oleh Suaka Peninggalan Sejarah dan Purbakala Batusangkar (BPCB Batusangkar).

Terdapat prasasti berupa lempengan emas yang memuat tulisan beraksara Nagari dan bergambar bungai teratai dengan delapan helai daun bunga di atas wiawawajra. Berdasarkan isi prasasti, dapat disimpulkan bahwa Candi Tanjung Medan peninggalan agama Buddha Mahayana, yang dibangun sekitar abad ke-12 atau abad ke-13.

Lokasi: Tanjung Medan, Panti, Kabupaten Pasaman, Sumatra Barat.

Jam operasional: setiap hari, mulai pukul 08.00-17.00 WIB.

Setiap susunan batu bata merah dan ukiran di tanah Sumatra menyimpan narasi kejayaan masa lalu yang menanti untuk disingkap kembali. Jadi, buat kamu yang suka dengan sejarah Indonesia, boleh dicoba nih mengunjungi kelima candi yang ada di Sumatra tersebut.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article