Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Tips Merawat Sleeping Bag agar Awet dan Gak Bau Apek
ilustrasi sleeping bag (unsplash.com/Maël BALLAND)
  • Sleeping bag perlu dikeringkan di tempat teduh dan dibalik agar kelembapan hilang tanpa merusak bahan pengisi.
  • Hindari parfum laundry, gunakan semprotan alkohol 70% untuk membasmi bakteri penyebab bau sebelum disimpan.
  • Simpan sleeping bag di ruang kering dengan silica gel dan hindari compression bag agar daya insulasi tetap terjaga.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Sleeping bag membutuhkan perawatan setelah menemani perjalananmu di alam terbuka. Keringat, debu, dan embun yang menempel dapat menimbulkan bau tidak sedap jika langsung disimpan. Membersihkannya dengan benar akan menjaga bagian dalam tetap nyaman sekaligus mempertahankan kehangatannya.

Sleeping bag yang lembap lebih mudah ditumbuhi jamur dan mengalami penurunan daya insulasi. Kondisi tersebut dapat membuat tubuh lebih cepat kehilangan panas saat bermalam di dataran tinggi. Supaya kualitasnya tetap terjaga, pahami beberapa langkah perawatan praktis berikut sebelum menyimpannya.

1. Anginkan dengan posisi terbalik di area teduh

ilustrasi sleeping bag (unsplash.com/Jack Sloop)

Sleeping bag yang baru dipakai biasanya menyimpan keringat dan kelembapan pada lapisan dalamnya. Karena itu, jangan langsung menggulung atau memasukkannya ke dalam kantong penyimpanan. Hindari pula menjemurnya di bawah matahari terik karena sinar ultraviolet dapat merusak bahan pengisi.

Keluarkan sisi dalam sleeping bag, lalu balik hingga menghadap ke luar. Bentangkan secara melintang di lokasi teduh dengan sirkulasi udara yang lancar. Biarkan mengering selama 4—6 jam sebelum kembali dilipat atau disimpan.

2. Semprotkan pembunuh bakteri alami, bukan parfum

ilustrasi pembunuh bakteri alami (unsplash.com/Towfiqu barbhuiya)

Menyemprotkan parfum laundry terlalu banyak bukan solusi tepat untuk menghilangkan bau pada sleeping bag. Wewangian tersebut hanya menyamarkan aroma untuk sementara, lalu bercampur dengan sisa minyak dan keringat pada kain. Akibatnya, sleeping bag justru dapat mengeluarkan bau asam yang lebih kuat dan kurang nyaman.

Sebagai alternatif, campurkan air bersih dengan alkohol berkadar 70 persen untuk membantu mengurangi bakteri penyebab bau. Masukkan larutan ke dalam botol semprot, lalu aplikasikan tipis-tipis pada permukaan luar dan dalam sleeping bag. Setelah itu, angin-anginkan hingga benar-benar kering sebelum perlengkapan dilipat atau disimpan.

3. Bersihkan noda lokal tanpa harus dicuci total

ilustrasi kain mikrofiber dan sabun pembersih (unsplash.com/everdrop GmbH)

Mencuci sleeping bag secara menyeluruh terlalu sering bisa menurunkan kemampuan bahan pengisinya untuk mengembang. Noda kecil seperti tanah di bagian bawah atau minyak wajah di sekitar kepala tidak selalu membutuhkan pencucian total. Kamu bisa memilih metode spot cleaning agar struktur serat tetap terjaga.

Basahi spons lembut atau kain mikrofiber dengan air hangat yang sudah diberi sedikit sabun bayi. Usapkan perlahan hanya pada bagian yang bernoda hingga permukaannya kembali bersih. Keringkan sisa air dengan lap, kemudian gantung sleeping bag di area yang memiliki aliran udara lancar.

4. Bebaskan dari compression bag saat disimpan di rumah

ilustrasi compression bag (unsplash.com/Spring Fed Images)

Compression bag berukuran kecil sebenarnya hanya digunakan untuk menghemat ruang saat sleeping bag dibawa di dalam ransel. Menyimpannya dalam kondisi tertekan selama berbulan-bulan dapat merusak bahan isian di dalamnya. Tekanan terus-menerus membuat filling kehilangan daya kembang sehingga kemampuan menahan udara dingin ikut menurun.

Setelah perjalanan selesai, pindahkan sleeping bag ke tempat penyimpanan yang lebih longgar. Kamu bisa menggunakan sarung bantal katun, kantong jaring, atau menggantungnya dengan hanger berukuran besar. Ruang yang cukup akan menjaga sirkulasi udara sekaligus mempertahankan ketebalan bahan pengisi.

5. Jaga ruang simpan tetap kering dengan silica gel

ilustrasi silica gel (unsplash.com/Desiccant paks)

Lemari yang lembap dapat menjadi tempat ideal bagi jamur untuk tumbuh pada sleeping bag. Selain meninggalkan noda, jamur juga bisa mengurangi kemampuan bahan insulasi dalam mempertahankan suhu hangat. Maka dari itu, kondisi ruang penyimpanan perlu diperiksa secara rutin.

Letakkan beberapa kantong silica gel berukuran besar atau penyerap lembap di sudut lemari. Pastikan produk tersebut tidak menyentuh kain secara langsung untuk mencegah cairan kimia bocor dan merusak permukaan. Cara sederhana ini membantu menjaga sleeping bag tetap kering serta bebas bau apek.

Jangan menunggu perlengkapan rusak sebelum mulai merawatnya. Pembersihan rutin dan pengecekan sederhana dapat memperpanjang usia pakai sekaligus menjaga fungsinya tetap optimal. Saat semua perlengkapan berada dalam kondisi baik, kamu bisa menikmati alam dengan lebih tenang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article