Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Kesalahan Menginap di Ryokan yang Sering Dilakukan Turis, Apa Saja?

5 Kesalahan Menginap di Ryokan yang Sering Dilakukan Turis, Apa Saja?
ilustrasi tamu yang menginap di ryokan (unsplash.com/Jason Sung)
  • Ryokan adalah penginapan tradisional Jepang yang menawarkan futon, onsen, tatami, yukata, dan makanan lengkap, dengan aturan khusus yang perlu dipatuhi tamu.
  • Tamu perlu bangun sebelum sarapan diantar, memakai yukata dengan sisi kiri di atas kanan, serta melepas sandal atau sepatu saat menginjak tatami.
  • Makan malam yang dilewatkan harus diberitahukan kepada staf; saat menggunakan onsen, tamu bertato sebaiknya menutup tato dan menanyakan kebijakan yang berlaku.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Salah satu hal yang wajib kamu coba saat berlibur ke Jepang adalah menginap di ryokan. Buat kamu yang masih asing dengan tempat ini, ryokan adalah penginapan tradisional Jepang. Model penginapan ini sudah ada sejak Periode Edo antara tahun 1603 hingga 1868, dan masih bertahan hingga sekarang. 

Berbeda dengan hotel-hotel Jepang yang umumnya sangat modern, di ryokan pengunjung akan tidur di tempat tidur futon, berendam di onsen, mencicipi berbagai masakan Jepang dengan menu lengkap, hingga berjalan di atas tikar tatami. Meski begitu, ryokan juga memiliki beberapa aturan yang harus dipatuhi tamu. Sayangnya mungkin karena gak tahu, banyak turis justru kerap melanggarnya. Berikut beberapa kesalahan saat menginap di ryokan yang gak boleh kamu lakukan!

  1. 1. Belum bangun saat sarapan tiba

    ilustrasi menikmati suasana pagi di ryokan
    ilustrasi menikmati suasana pagi di ryokan (unsplash.com/Seiya Maeda)

    Di banyak hotel, bangun siang bukan masalah besar. Kamu bisa aja tidur seharian dan gak ada satu pun staff yang akan berkomentar. Di ryokan, ceritanya berbeda. Ini karena beberapa ryokan biasanya mengantarkan sarapan ke dalam kamar. Namun sebelum sarapan tiba, seorang staff akan datang untuk merapikan futon.

    Jika kamu belum bangun saat sarapan tiba, hal itu akan membuat layanan makan jadi tertunda. Ingat, kamu bukan satu-satunya tamu di ryokan. Selain kamu, staff juga harus mengantarkan sarapan ke kamar lainnya. Jadi pastikan bangun lebih pagi, ya!

  2. 2. Mengenakan yukata secara terbalik

    ilustrasi mengenakan yukata
    ilustrasi mengenakan yukata (unsplash.com/Keisha Kim)

    Saat tiba pertama kali di ryokan, tamu akan diberikan yukata. Yukata sendiri merupakan kimono musim panas dengan bahan ringan. Tamu yang sudah mendapatkan yukata bisa langsung memakainya selama menginap.

    Sayangnya gak sedikit orang justru memakai yukata secara terbalik. Saat memakai yukata, pastikan sisi kiri selalu berada di atas sisi kanan pakaian. Hindari meletakkan sisi kanan pakaian di atas sisi kiri karena cara berpakaian seperti itu hanya diperuntukkan untuk jenazah yang akan didandani.

  3. 3. Menginjak tatami menggunakan sandal atau sepatu

    ilustrasi tatami di ruang tamu Jepang
    ilustrasi tatami di ruang tamu Jepang (unsplash.com/Se. Tsuchiya)

    Selain yukata, tamu juga akan diberikan sandal yang digunakan saat berada di dalam rumah. Namun sandal ini harus kamu lepaskan saat menginjak tatami. Apa itu tatami? Tatami adalah tikar tradisional Jepang yang terbuat dari anyaman rumput alang-alang.

    Berbeda dengan tikar biasa, tatami bisa sangat rapuh. Untuk menghindari kerusakan, tatami hanya boleh diinjak dengan menggunakan kaos kaki atau tanpa menggunakan alas kaki. Selain gak boleh menginjak tatami dengan sandal, pastikan kamu juga gak meletakkan koper apalagi membongkar semua barang bawaan kamu di atas tatami.

  4. 4. Melewatkan waktu makan malam tanpa memberitahu staff

    ilustrasi hidangan tradisional Jepang dengan menu lengkap atau kaiseki
    ilustrasi hidangan tradisional Jepang dengan menu lengkap atau kaiseki (unsplash.com/Zion C)

    Orang-orang Jepang dikenal tepat waktu. Hal yang sama juga mereka lakukan saat menyajikan makan malam. Di ryokan, makan malam biasanya disajikan antara pukul 6 atau 7 malam. Menu yang disajikan pun merupakan makanan tradisional Jepang lengkap.

    Nantinya para staff akan menyajikan makanan satu per satu kepada tamu. Jika kamu datang terlambat apalagi sampai melewatkan makan malam, itu sama saja dengan gak menghargai usaha staff dalam menyiapkan makanan. Jika pun kamu ingin makan malam di luar, pastikan kamu sudah memberitahu para staff sebelumnya. 

  5. 5. Gak menutupi tato saat berendam di onsen

    ilustrasi tempat pemandian air panas di Jepang
    ilustrasi tempat pemandian air panas di Jepang (unsplash.com/Sylvia Xu)

    Tato di masa kini dianggap sebagai bagian dari seni. Di Jepang pun, banyak orang yang sudah memiliki tato. Namun saat berendam di onsen, ada baiknya kalau kamu menutupi tato dengan plester. Ini karena banyak pemandian air panas memiliki kebijakan “dilarang bertato”.

    Kenapa begitu? Karena secara historis, tato seringkali dikaitkan dengan kejahatan di Jepang. Memang gak semua onsen menerapkan aturan yang sama, tetapi gak ada salahnya kalau kamu berjaga-jaga. Jika kamu ragu, kamu selalu bisa bertanya pada salah satu staff dan meminta mereka menjelaskan peraturan yang berlaku di onsen tersebut.

    Setiap tempat memiliki aturan masing-masing. Ketika kamu setuju untuk datang ke suatu tempat, itu artinya kamu setuju untuk mentaati aturan yang berlaku. Begitu juga saat kamu menginap di ryokan. Untuk menghindari berbagai kesalahan yang sama, jangan ragu untuk bertanya pada staff yang ada. Mereka akan dengan senang hati menjelaskan semuanya padamu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More