Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Viral Turis Indonesia Kabur di Korea Selatan, Ini Dampaknya bagi WNI!

Viral Turis Indonesia Kabur di Korea Selatan, Ini Dampaknya bagi WNI!
Potret hanbok, pakaian tradisional Korea Selatan, budaya Korsel (pexels.com/성두 홍)
Share Article

Kasus seorang peserta tur asal Indonesia yang diduga sengaja tidak kembali bersama rombongan di Korea Selatan tengah menjadi perhatian publik. Peristiwa tersebut melibatkan peserta tur dari Berani Backpacker bernama Femas Yani Arianto (22) yang dikabarkan memisahkan diri dari rombongan saat masih berada di Negeri Ginseng. Izin tinggal Femas di Korea Selatan pun telah berakhir sejak 13 Juli 2026.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sejumlah WNI di Korea Selatan, Femas juga disebut sempat berpindah-pindah lokasi untuk menghindari pelacakan. Sementara itu, 26 peserta lain telah kembali ke Indonesia sesuai jadwal.

Kasus seperti ini sebenarnya bukan hanya berdampak pada pelaku maupun agen perjalanan yang memberangkatkan rombongan. Penyalahgunaan visa wisata dapat memengaruhi citra wisatawan Indonesia secara keseluruhan, bahkan berpotensi berdampak pada proses perjalanan masyarakat Indonesia ke luar negeri di masa mendatang.

Lantas, apa saja dampaknya bagi WNI pada umumnya? Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini, ya!

1. Pemeriksaan imigrasi terhadap wisatawan Indonesia bisa menjadi lebih ketat

Setiap negara memiliki kewenangan untuk memperketat pemeriksaan terhadap wisatawan yang masuk ke wilayahnya. Ketika terjadi kasus penyalahgunaan visa wisata, petugas imigrasi biasanya akan meningkatkan kewaspadaan terhadap wisatawan dari negara yang sama.

Akibatnya, wisatawan Indonesia berpotensi menghadapi pemeriksaan yang lebih mendalam saat tiba di bandara. Petugas dapat mengajukan lebih banyak pertanyaan mengenai tujuan perjalanan, lama tinggal, hingga bukti tiket pulang, reservasi hotel, maupun kemampuan finansial selama berada di negara tersebut.

2. Proses pengajuan visa dapat menjadi lebih selektif

Potret visa
Potret visa (unsplash.com/Agus Dietrich)

Kasus wisatawan yang overstay atau sengaja tidak kembali sesuai masa berlaku visa juga dapat memengaruhi proses evaluasi permohonan visa berikutnya. Meski setiap pengajuan tetap dinilai secara individual, riwayat pelanggaran yang dilakukan sebagian kecil warga negara dapat menjadi salah satu faktor yang membuat otoritas imigrasi meningkatkan standar pemeriksaan.

Calon wisatawan mungkin diminta melengkapi dokumen tambahan atau menjalani proses verifikasi yang lebih panjang untuk memastikan tujuan kunjungan benar-benar bersifat wisata.

3. Agen travel ikut menanggung konsekuensi

Dalam perjalanan menggunakan paket tur, agen perjalanan bertanggung jawab memastikan seluruh peserta mengikuti itinerary dan kembali sesuai jadwal yang telah ditentukan. Ketika ada peserta yang sengaja memisahkan diri, pihak travel harus melakukan pelaporan kepada mitra lokal maupun otoritas setempat.

Selain menyita waktu dan tenaga, kondisi ini juga dapat menimbulkan kerugian finansial maupun immateriil bagi perusahaan. Reputasi perusahaan dapat terdampak, sedangkan proses verifikasi untuk keberangkatan grup berikutnya berpotensi menjadi lebih ketat, karena mitra di negara tujuan akan meningkatkan pengawasan terhadap rombongan wisata yang diberangkatkan.

4. Citra wisatawan Indonesia dapat ikut terdampak

Potret wisata kuliner di Korea Selatan
Potret wisata kuliner di Korea Selatan (unsplash.com/Daniel Bernard)

Perilaku segelintir orang seringkali memengaruhi cara suatu negara memandang wisatawan dari negara asalnya. Meskipun mayoritas wisatawan Indonesia mematuhi aturan selama bepergian ke luar negeri, kasus seperti ini tetap dapat menurunkan tingkat kepercayaan terhadap wisatawan Indonesia.

Dampaknya memang tidak selalu terlihat secara langsung. Namun, persepsi negatif dapat berpengaruh pada proses pelayanan, pemeriksaan, hingga kebijakan yang diterapkan kepada wisatawan Indonesia di masa mendatang.

5. Penting menjadi wisatawan yang bertanggung jawab

Saat bepergian ke luar negeri, setiap wisatawan bertanggung jawab mematuhi seluruh aturan yang berlaku, termasuk menggunakan visa sesuai peruntukannya dan kembali ke negara asal sebelum izin tinggal berakhir.

Menggunakan jasa agen travel agen yang berpengalaman memang dapat membuat perjalanan lebih praktis, karena tiket, akomodasi, transportasi, hingga itinerary telah dipersiapkan dengan baik. Namun, keberhasilan sebuah perjalanan tetap bergantung pada komitmen setiap peserta untuk menaati aturan selama berada di negara tujuan.

Kasus peserta tur yang tidak kembali bersama rombongan menjadi pengingat bahwa tindakan satu orang dapat membawa konsekuensi yang jauh lebih luas. Dengan menjadi wisatawan yang tertib, menghormati aturan imigrasi, dan menggunakan visa sesuai fungsinya, masyarakat Indonesia turut menjaga reputasi positif bangsa. Tentunya hal ini juga sekaligus membantu memastikan kesempatan berwisata ke berbagai negara tetap terbuka di masa depan.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More