- Austria
- Belgia
- Bulgaria
- Kroasia
- Republik Ceko
- Denmark
- Estonia
- Finlandia
- Prancis
- Jerman
- Yunani
- Hongaria
- Islandia
- Italia
- Latvia
- Liechtenstein
- Lithuania
- Luksemburg
- Malta
- Belanda
- Norwegia
- Polandia
- Portugal
- Rumania
- Slovakia
- Slovenia
- Swedia
- Swiss
- Spanyol
Visa Schengen Berlaku Berapa Lama? Ini Ketentuannya!

Liburan ke Eropa jadi salah satu wilayah yang banyak dipilih untuk liburan. Nah, sebelum berkunjung ke Eropa kamu perlu apply visa Schengen dan memastikan masa berlakunya dengan seksama. Selain itu, penting banget untuk tahu bedanya antara masa berlaku visa (validity period) dan durasi tinggal (duration of stay).
Agar kamu gak kena masalah karena overstay, simak masa berlaku visa Schengen di bawah ini ya!
1. Visa Schengen berlaku di negara apa saja?

Visa Schengen adalah izin masuk untuk kunjungan singkat seperti wisata, bisnis, kunjungan keluar, hingga transit. Visa ini memungkinkan kamu untuk mengunjungi 29 negara di Eropa. Berikut daftar negaranya:
Selain itu, visa Schengen juga terbagi menjadi beberapa jenis. Pembagian ini disesuaikan dengan tujuan perjalanan. Berikut jenis visa Schengen:
- Visa Schengen single-entry (Type C): Mengizinkan masuk area Schengen satu kali
- Visa Schengen double-entry (Type C): Mengizinkan masuk area Schengen dua kali
- Visa Schengen multiple-entry (Type C): Mengizinkan masuk area Schengen tanpa batasan selama visa masih berlaku
- Transit visa (Type A): Hanya untuk transit di bandara
- Long-stay visa (Type D): Kerja, belajar, atau reuni keluarga
2. Visa Schengen berlaku berapa lama?

Masa berlaku visa Schengen ditentukan dengan tipe visa yang kamu punya. Untuk short stay atau type C ditentukan oleh aturan 90/180 hari, di mana kamu hanya boleh berada di kawasan Schengen maksimal 90 hari selama periode 180 hari.
Di sisi lain, visa Schengen punya masa validitas yang bervariasi, mulai dari beberapa minggu, beberapa bulan, hingga beberapa tahun. Artinya, kalau kamu mendapat visa Schengen dengan masa validasi 1 tahun, maka kamu bisa bolak-balik ke Eropa kapan saja, asalkan kamu tidak tinggal lebih dari 90 hari dalam periode rolling 180 hari berturut-turut.
Sementara untuk visa Schengen dengan type D atau long stay, kamu bisa tinggal selama 4 sampai 12 bulan. Masa berlaku atau validasi sama dengan durasi perjalanan yang diizinkan. Biasanya visa diperuntukkan bagi pelajar, peneliti, hingga pekerja migran.
3. Berapa lama dan biaya pengurusan visa Schengen?

Standarnya, proses pengurusan visa Schengen bisa memakan waktu selama 15 hari kerja. Namun, saat musim puncak seperti musim panas dan masa liburan sekolah, proses bisa lebih panjang sekitar 21-45 hari kerja. Bahkan kuota appointment mungkin saja penuh. Oleh sebab itu, disarankan untuk mengajukan permohonan setidaknya 3-4 minggu sebelum jadwal keberangkatan.
Sementara untuk biaya pembuatan dikenai sekitar 90 Euro atau sekitar sekitar Rp 1.500.000 – Rp 1.650.000 untuk dewasa dan 45 Euro atau sekitar Rp 750.000 – Rp 825.000 untuk anak berusia 6–12 tahun.
Jadi, visa Schengen punya masa berlaku bervariasi tergantung tipe visa yang kamu punya. Umumnya, visa schengen memungkinkan kamu untuk tinggal maksimal 90 hari dalam rentang waktu 180 hari. Semoga informasi di atas membantu untuk kamu yang mau apply visa Schengen ya!


















