Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Hal Terlarang yang Dilakukan saat Gion Matsuri, Catat ya!

5 Hal Terlarang yang Dilakukan saat Gion Matsuri, Catat ya!
Gion Matsuri di Kyoto, Jepang (unsplash.com/note thanun)
Intinya Sih
  • Gion Matsuri di Kyoto merupakan festival musim panas sakral; pengunjung dilarang memotret geisha atau maiko di jalan pribadi Gion, dengan denda pelanggaran hingga ¥10.000.
  • Saat Yoiyama dan parade Yamaboko Junko, kendaraan pribadi dilarang memasuki jalan utama yang menjadi area pejalan kaki. Pengunjung dianjurkan memakai transportasi umum.
  • Pengunjung tidak boleh menyentuh yamaboko tanpa izin, membuang sampah sembarangan, atau berjalan sambil makan. Makanan sebaiknya disantap dekat kios untuk menjaga kebersihan dan kesopanan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Musim panas tiba! Gak cuma tempat-tempat musim panas terbaik di Jepang saja yang diburu. Saat musim panas tiba, Jepang memiliki festival atau tradisi musim panas yang gak boleh terlewatkan yaitu Gion Matsuri yang berlangsung di Kyoto.

Festival musim panas terbesar di Jepang tersebut bukan sekadar festival. Dianggap sakral, terdapat banyak hal yang ternyata dilarang atau tidak disarankan dilakukan saat Gion Matsuri berlangsung, lho. Apa saja?

 

1.  Dilarang memotret geisha atau maiko

geisha di jalanan Jepang
geisha di jalanan Jepang (unsplash.com/Tianshu Liu)

Gion merupakan kawasan tempat tinggal dan bekerja para geisha dan maiko. Wisatawan selalu penasaran dengan dua hal identik dengan budaya Jepang tersebut. Karena rasa penasaran tersebut, banyak wisatawan yang kurang attitude yang mengganggu geisha dan maiko dengan memotretnya secara ilegal. Karena itu, pemerintah Kyoto memberlakukan aturan ketat dengan membuat aturan larangan mengambil foto geisha atau maiko di jalanan pribadi (private road) kawasan Gion.

Bagi wisatawan yang melanggar aturan tersebut, bisa dikenakan denda hingga ¥10.000, lho. Jika ingin memotret, pastikan hanya di jalan umum utama dan selalu minta izin, itu pun jika diperkenankan.

2. Dilarang membawa atau menyewa kendaraan pribadi ke area festival

Gion Matsuri di Kyoto, Jepang
Gion Matsuri di Kyoto, Jepang (unsplash.com/Yash Banka)

Selama puncak acara, khususnya saat malam Yoiyama dan parade Yamaboko Junko, jalan-jalan protokol di pusat kota Kyoto seperti Shijodori dan Karasumadori ditutup total untuk kendaraan pribadi lantaran diubah menjadi area pejalan kaki. Sebab itu, pengunjung dilarang membawa atau menyewa (bagi wisatawan) mobil atau sepeda motor ke area tersebut.
Disarankan sekali menggunakan transportasi umum ke lokasi festival seperti kereta bawah tanah atau subway.

3. Dilarang menyentuh yamaboko atau kereta hias tanpa izin

yamabako di Gion Matsuri
yamabako di Gion Matsuri (pexels.com/Iban Lopez Luna)

Hal remeh namun sering dilakukan oleh wisatawan yaitu menyentuh kereta hias raksasa atau yamabako saat berlangsungnya festival Gion Matsuri. Ternyata hal tersebut dilarang diilakukan karena dianggap sebagai objek religius yang sakral dan dijuluki museum berjalan karena berlapis karya seni kuno bernilai tinggi.

Apa saja yang tidak diperbolehkan untuk disentuh? Pengunjung dilarang menyentuh dekorasi, kain tenun, atau struktur kereta saat dipajang di pinggir jalan. Kabar baiknya, ada kesempatan bagi wisatawan menaiki sebagian kereta hias tersebut jika membeli jimat keberuntungan khusus yang disebut chimaki di tempat resmi, lho.

4. Dilarang membuang sampah sembarangan

penjual sate khas Jepang
penjual sate khas Jepang (pexels.com/Kassandre Pedro)

Mengingat ada ratusan kios makanan (yatai) yang berjajar selama festival musim panas saat malam hari, volume sampah menjadi masalah besar bagi warga lokal. Kyoto memiliki aturan kebersihan yang ketat, lho!

Saat Gion Matsuri, pengunjung dilarang membuang tusuk sate, wadah plastik, atau kaleng minuman di jalanan atau membuang sampah di sembarang tempat. Biasakan untuk membuangnya di tempat sampah yang disediakan di dekat kios tempat kamu membeli makanan tersebut. Jika tidak menjumpai tempat sampah, kamu bisa menyimpannya dulu di tas. Buang sampah tersebut ketika menjumpai tempat sampah.

5. Larangan berjalan sambil makan

wisatawan sedang membeli makanan saat Gion Matsuri
wisatawan sedang membeli makanan saat Gion Matsuri (pexels.com/Japanese girl in europe)

Meskipun banyak jajanan festival yang menggoda, budaya Jepang secara umum kurang menyukai orang yang berjalan mondar-mandir sambil mengunyah makanan di tengah kerumunan yang padat. Selain berisiko menumpahkan saus ke baju yukata orang lain, hal ini dianggap kurang sopan.

Makanlah di area sekitar kios tempat kamu membelinya sebelum kembali berjalan kaki. Jika berencana ke sana, pastikan juga untuk membawa air minum yang cukup karena musim panas di Kyoto terkenal sangat panas, lembap, dan padat.

Larangan-larangan yang diterapkan saat Gion Matsuri tidak sulit untuk dilakukan, lho. Kalau kamu tertarik untuk mengikuti keseruan festival musim panas tersebut dengan seru dan mengasyikkan, ikuti juga peraturan yang ada. Jangan sampai melanggar ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More