Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Kelebihan Slow Travel saat Mudik, Anti Stres di Perjalanan!

5 Kelebihan Slow Travel saat Mudik, Anti Stres di Perjalanan!
ilustrasi keluarga akan melakukan perjalanan jauh (freepik.com/freepik)

Perjalanan menuju kampung halaman perlu persiapan matang. Setelah punya rencana perjalanan, kamu harus menghadapi realita yang bisa saja di luar dugaan. Lalu lintas yang padat, pengalihan jalur, hingga risiko biaya tambahan saat perjalanan. Kondisi tersebut dapat merusak mood, bahkan menguras energi.

Wajar saja jika sebagian orang lebih fokus menikmati perjalanan dibanding buru-buru sampai tujuan alias slow travel. Alasannya, karena beberapa kelebihan slow travel saat mudik di bawah ini.

1. Mengurangi stres dan kelelahan perjalanan

ilustrasi calon penumpang menunggu keberangkatan
ilustrasi calon penumpang menunggu keberangkatan (freepik.com/fwavebreakmedia_micro)

Penerapan slow travel saat mudik dapat berupa keberangkatan jauh-jauh hari sebelum puncak arus mudik dan setelahnya. Cara tersebut akan membuat perjalanan lebih nyaman dengan menghindari keramaian yang membeludak. Tak hanya itu, kamu pun dapat menikmati suasana dan tidak menghabiskan banyak waktu hanya untuk terjebak macet.

Tempo perjalanan akan terasa lebih santai serta tanpa jadwal yang ketat. Kesadaran untuk menikmati seluruh perjalanan, bukan hanya tujuan, dapat membantu mengurangi kecemasan. Kemudian akan menumbuhkan rasa tenang dan puas. Selain itu, sering bepergian dan terus bergerak dapat menyebabkan kelelahan dan kehabisan energi. Itulah kenapa slow travel penting untuk diterapkan. Supaya kamu tidak kelelahan saat melakukan perjalanan jauh dengan durasi lama dan rencana perjalanan yang padat.

2. Lebih ramah lingkungan

potret kereta api sebagai salah satu transportasi umum untuk mengurangi emisi karbon
potret kereta api sebagai salah satu transportasi umum untuk mengurangi emisi karbon (dok. pribadi/Fatma Roisatin)

Tahukah kamu kalau slow travel juga punya dampak positif terhadap lingkungan? Penggunaan transportasi umum adalah langkah sederhana untuk menghemat energi dan biaya. Kamu tidak hanya untung secara pribadi, tetapi juga mengurangi emisi karbon.

Tidak masalah jika terpaksa menggunakan mobil untuk kenyamanan dan lebih ramah keluarga. Cara lain, kamu dapat membawa bekal yang dapat disantap saat istirahat di rest area atau dine in di tempat makan. Hal tersebut dapat mengurangi sampah yang terkait dengan makanan.

3. Mendukung ekonomi lokal

potret food court kuliner lokal
potret food court kuliner lokal (dok. pribadi/Fatma Roisatin)

Perjalanan yang dilakukan tanpa buru-buru dapat memberikan kesempatan untuk menemukan hal baru. Misalnya saja tempat makan legendaris underrated di luar jalur utama. Kamu bukan sekadar menyantap hidangannya, tetapi juga mendukung ekonomi lokal.

Slow travel umumnya dilakukan dengan alokasi waktu perjalanan yang lebih lama dan jadwal fleksibel. Kesempatan tersebut tidak terbatas pada orang yang menggunakan kendaraan pribadi. Pengguna transportasi umum pun dapat menikmatinya, seperti bus dan kereta jarak jauh yang akan berhenti di titik tertentu dengan durasi lebih lama dari biasanya minimal 20–30 menit. Kamu dapat memanfaatkannya untuk membeli oleh-oleh atau mencicipi kuliner khas setempat. Kerap kali tanpa disadari bahwa kamu sudah membantu usaha mereka. Selain itu, juga berkontribusi melestarikan keunikan daerah setempat.

4. Mendapatkan pengalamanan yang lebih autentik dan berkesan

potret pemandangan matahari terbit dari pesawat
potret pemandangan matahari terbit dari pesawat (dok. pribadi/Fatma Roisatin)

Ritme yang lebih lambat akan memberikan waktu untuk terhubung dengan tempat dan orang-orang di sekitar. Ketika kamu mulai menikmati perjalanan, maka akan merasakan suasana yang berbeda di sepanjang perjalanan. Terlebih saat kamu menggunakan transportasi umum, akan lebih mudah berbaur bersama penumpang lain yang searah dengan tujuanmu.

Sudah menjadi hal lumrah bagi para penumpang yang melakukan perjalanan jauh untuk mengobrol satu sama lain. Kamu bisa saja mendapatkan cerita pengalaman mereka yang unik. Di sisi lain, perjalanan menjadi tidak membosankan.

Berbeda lagi bila kamu lebih suka menikmati perjalanan tanpa gangguan. Jika memungkinkan, melihat pemandangan yang berbeda di sepanjang jalur dari jendela pun akan memberikan efek relaksasi. Kamu bisa sambil mendengarkan musik menggunakan earphone dan istirahat.

5. Menjaga keseimbangan mental setelah perjalanan

ilustrasi unpack koper setelah sampai tujuan
ilustrasi unpack koper setelah sampai tujuan (freepik.com/benzoix)

Mudik berarti kamu perlu melakukan perjalanan di luar rutinitas. Slow travel akan membuatmu lebih santai sehingga tubuh dan pikiran punya waktu yang cukup untuk beradaptasi. Terutama, buat kamu dengan mobilitas tinggi yang tujuannya tetap saat menjalani rutinitas sehari-hari.

Kamu dapat menjadikan mudik dengan konsep slow travel sebagai bagian dari refreshing. Tidak hanya itu, menikmati perjalanan dengan benar juga dapat mengurangi risiko post-travel fatigue, kondisi kelelahan fisik dan mental setelah bepergian jauh. Pengalaman perjalanan yang lebih mindful pun membantu menjaga emosi tetap stabil.

Wah, ternyata kelebihan slow travel saat mudik tidak hanya dirasakan secara pribadi. Namun, juga orang maupun lingkungan selama perjalanan. Bagaimana menurutmu?


This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Febrianti Diah Kusumaningrum
EditorFebrianti Diah Kusumaningrum
Follow Us

Latest in Travel

See More

Apakah Tamu Hotel Boleh Keluar Kamar saat Nyepi?

19 Mar 2026, 11:15 WIBTravel