Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Tips Liburan ke Luar Negeri saat Peak Season, Tetap Nyaman dan Hemat

5 Tips Liburan ke Luar Negeri saat Peak Season, Tetap Nyaman dan Hemat
ilustrasi menikmati liburan (pexels.com/Matei Andrei)
Intinya Sih
  • Pesan tiket dan akomodasi 3–6 bulan sebelum berangkat, bandingkan platform, serta manfaatkan promo untuk mendapat pilihan lebih beragam dan harga lebih kompetitif.
  • Hindari akhir pekan atau hari libur, kunjungi atraksi saat buka atau menjelang sore, dan buat itinerary fleksibel agar tetap nyaman menghadapi antrean, cuaca, atau keterlambatan.
  • Gunakan transportasi umum atau city pass untuk menekan biaya, lalu siapkan dana cadangan dan anggaran harian guna mengantisipasi pengeluaran tak terduga saat peak season.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Liburan ke luar negeri saat peak season memang menawarkan banyak keseruan. Mulai dari suasana festival, cuaca yang mendukung, hingga berbagai atraksi musiman yang hanya bisa dinikmati pada waktu tertentu. Namun, di balik itu semua, kamu juga harus siap menghadapi harga tiket yang lebih mahal, destinasi wisata yang lebih ramai, hingga antrean panjang di berbagai tempat. Tanpa persiapan yang matang, liburan impian bisa terasa kurang nyaman dan membuat pengeluaran membengkak.

Nah, supaya perjalanan tetap menyenangkan, kamu perlu menerapkan strategi yang tepat sejak tahap perencanaan. Mulai dari memesan tiket lebih awal hingga mengatur itinerary secara cermat, ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk menghemat biaya tanpa mengurangi pengalaman liburan. Berikut lima tips yang bisa kamu terapkan saat berlibur ke luar negeri di musim ramai wisatawan.

1. Pesan tiket dan akomodasi jauh-jauh hari

ilustrasi passport dan tiket pesawat
ilustrasi passport dan tiket pesawat (pexels.com/RDNE Stock project)

Saat memasuki peak season, harga tiket pesawat dan hotel biasanya naik cukup signifikan karena tingginya permintaan. Oleh karena itu, usahakan memesan tiket dan akomodasi setidaknya 3-6 bulan sebelum tanggal keberangkatan. Selain mendapatkan harga yang lebih kompetitif, pilihan penerbangan dan hotel juga masih lebih beragam sehingga kamu bisa menyesuaikannya dengan budget dan kebutuhan.

Jangan lupa membandingkan harga di beberapa platform pemesanan sebelum melakukan pembayaran. Manfaatkan promo maskapai, diskon hotel, atau cashback dari aplikasi travel untuk mengurangi biaya perjalanan. Semakin awal kamu melakukan reservasi, semakin besar peluang mendapatkan penawaran terbaik.

2. Pilih waktu berkunjung yang lebih strategis

ilustrasi liburan
ilustrasi liburan (pexels.com/George Pak)

Meskipun termasuk peak season, tingkat keramaian biasanya tidak sama setiap hari. Jika memungkinkan, hindari terbang pada akhir pekan, hari libur nasional, atau tanggal-tanggal favorit wisatawan. Memilih penerbangan di hari kerja sering kali memberikan harga yang lebih bersahabat sekaligus suasana bandara yang tidak terlalu padat.

Hal yang sama juga berlaku saat mengunjungi tempat wisata. Datanglah sesaat setelah tempat wisata dibuka atau menjelang sore ketika jumlah pengunjung mulai berkurang. Cara sederhana ini dapat menghemat waktu antre sekaligus membuat pengalaman menjelajahi destinasi terasa lebih nyaman.

3. Susun itinerary yang fleksibel

ilustrasi membaca peta
ilustrasi membaca peta (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

Saat musim liburan, perubahan jadwal bisa terjadi kapan saja. Mulai dari antrean panjang, cuaca yang berubah, hingga keterlambatan transportasi umum dapat memengaruhi rencana perjalanan. Karena itu, hindari membuat itinerary yang terlalu padat dengan jadwal berpindah tempat setiap satu atau dua jam.

Sisakan waktu luang di antara destinasi agar kamu lebih leluasa menyesuaikan kondisi di lapangan. Dengan itinerary yang fleksibel, kamu bisa menikmati setiap tempat wisata tanpa terburu-buru, sekaligus memiliki waktu untuk mengeksplorasi kuliner lokal atau hidden gem yang tidak ada dalam rencana awal.

4. Manfaatkan transportasi umum dan city pass

ilustrasi naik kereta api
ilustrasi naik kereta api (pexels.com/Ketut Subiyanto)

Saat peak season, tarif taksi atau layanan transportasi online bisa meningkat karena tingginya permintaan. Sebagai alternatif, gunakan transportasi umum seperti MRT, kereta, atau bus yang umumnya lebih hemat dan memiliki jadwal yang stabil. Banyak negara juga menawarkan jaringan transportasi yang mudah dipahami oleh wisatawan.

Jika destinasi yang kamu kunjungi menyediakan city pass atau tourist pass, pertimbangkan untuk membelinya. Selain memberikan akses transportasi tanpa batas selama periode tertentu, beberapa pass juga menawarkan diskon masuk ke objek wisata populer. Cara ini dapat menghemat pengeluaran sekaligus membuat perjalanan lebih praktis.

5. Siapkan budget cadangan untuk pengeluaran tak terduga

ilustrasi menghitung uang di tangan
ilustrasi menghitung uang di tangan (pexels.com/www.kaboompics.com)

Biaya traveling saat peak season sering kali lebih sulit diprediksi. Kamu mungkin perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk penitipan bagasi, perubahan jadwal transportasi, atau membeli tiket atraksi yang hanya tersedia di lokasi. Karena itu, sebaiknya sisihkan dana cadangan agar kondisi seperti ini tidak mengganggu rencana liburan.

Selain dana darurat, buatlah anggaran harian untuk kebutuhan seperti makan, transportasi, belanja, dan tiket wisata. Dengan begitu, kamu bisa lebih mudah mengontrol pengeluaran dan terhindar dari pemborosan. Perencanaan keuangan yang baik akan membuat perjalanan tetap nyaman hingga hari terakhir.

Liburan ke luar negeri saat peak season memang membutuhkan persiapan lebih dibandingkan musim biasa, tetapi bukan berarti kamu harus mengeluarkan biaya berlebihan atau mengorbankan kenyamanan. Dengan memesan tiket lebih awal, memilih waktu kunjungan yang tepat, menyusun itinerary yang fleksibel, memanfaatkan transportasi umum, serta menyiapkan anggaran cadangan, perjalanan bisa terasa jauh lebih lancar dan menyenangkan.

Kuncinya adalah merencanakan liburan secara cermat tanpa membuat jadwal terlalu kaku. Dengan strategi yang tepat, kamu tetap bisa menikmati suasana musim liburan, mengunjungi destinasi impian, dan membawa pulang pengalaman berharga tanpa harus khawatir budget membengkak.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More