Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

6 Tips Aman Membawa Obat Pribadi saat Naik Pesawat, Perhatikan!

ilustrasi naik pesawat
ilustrasi naik pesawat (pexels.com/benzoix)

Di tengah hiruk-pikuk persiapan naik pesawat, kamu mungkin sedang sibuk mempersiapkan banyak hal, termasuk obat pribadi yang harus dikonsumsi secara rutin. Itulah mengapa kamu perlu memahami aturan membawa obat pribadi saat naik pesawat jadi sangat penting agar rencana perjalananmu gak terganggu oleh pemeriksaan keamanan yang ketat di bandara.

Bayangkan jika kamu tertahan di gerbang keberangkatan hanya karena petugas curiga dengan butiran pil tanpa label di dalam tas jinjing. Rasa cemas dan bingung pasti akan menyelimuti, apalagi jika waktu keberangkatan sudah semakin dekat dan kamu harus menjelaskan semuanya dengan terburu-buru. Itulah sebabnya, menyiapkan segala sesuatu sesuai prosedur bukan hanya soal kepatuhan pada regulasi, tetapi juga tentang menjaga kenyamanan batinmu selama terbang tinggi di udara. Simak, ya!


1. Selalu gunakan wadah asli dari apotek

ilustrasi obat-obatan
ilustrasi obat-obatan (pexels.com/Ron Lach)

Hal pertama yang wajib kamu perhatikan adalah memastikan semua jenis obat tetap berada di dalam kemasan aslinya dari pabrik atau apotek. Label pada kemasan tersebut memberikan informasi instan bagi petugas keamanan mengenai nama obat, dosis, serta kandungan bahan aktif yang ada di dalamnya secara legal. Jika kamu memindahkan obat ke wadah plastik polos atau kotak obat mingguan, petugas mungkin akan mencurigai isi tersebut sebagai zat terlarang yang bisa membahayakan keamanan penerbangan, lho.

Selain memudahkan proses identifikasi oleh petugas bandara, wadah asli dan label biasanya sudah dirancang khusus untuk menjaga stabilitas kandungan kimia obat dari paparan cahaya. Kamu tentu gak ingin efektivitas obat yang kamu bawa berkurang drastis hanya karena wadah penyimpanan yang gak sesuai selama perjalanan jauh melintasi benua, kan. 


2. Nama yang tertera pada label obat sama dengan yang tertulis di kartu naik pesawat

ilustrasi obat-obatan
ilustrasi obat-obatan (pexels.com/Pixabay)

Perhatikan juga nama yang tertera pada label obat tersebut harus sesuai dengan nama yang tertulis di kartu naik pesawat (boarding pass) atau kartu identitas resmi kamu. Kelengkapan identitas seperti KLM ID atau kode referensi medis seperti KLM ZA pada dokumen pendukung akan sangat membantu petugas dalam memverifikasi bahwa obat tersebut memang milikmu secara sah. Jadi, pastikan label nama kamu pada kemasan obat terlihat jelas dan sesuai dengan nama yang tertera pada paspor atau kartu identitas resmi lainnya agar gak muncul keraguan sedikit pun, ya.

Untuk obat-obatan berbentuk pil dan tablet, pada umumnya diperbolehkan dalam jumlah yang gak terbatas baik di tas kabin maupun bagasi terdaftar, selama tetap diberi label dengan benar. Namun, menjaga semuanya dalam kemasan aslinya tetap menjadi cara terbaik untuk menghindari kecurigaan petugas terhadap zat yang gak dikenal. Jangan pernah mencampur berbagai jenis pil dalam satu botol plastik polos, karena hal ini dapat memicu pemeriksaan tambahan yang memakan waktu lama di gerbang keberangkatan.


3. Sertakan resep dokter yang masih sah

ilustrasi konsultasi dokter
ilustrasi konsultasi dokter (pexels.com/cottonbro studio)

Membawa salinan resep dokter atau surat keterangan medis jadi langkah preventif yang perlu dilakukan. Dokumen ini berfungsi sebagai bukti legal yang sangat kuat bahwa obat-obatan yang kamu bawa memang benar-benar diperlukan secara medis untuk kondisi kesehatanmu saat ini. Terutama jika kamu membawa obat-obatan dalam kategori keras, psikotropika, atau obat dengan dosis tinggi yang kerap memicu kecurigaan saat melewati mesin pemindai sinar-X.

Pastikan resep tersebut mencantumkan nama lengkapmu secara jelas dan ditandatangani oleh dokter yang memiliki izin praktik resmi, ya. Jika kamu berencana melakukan perjalanan internasional, ada baiknya jika resep tersebut diterjemahkan atau ditulis dalam bahasa Inggris untuk memudahkan petugas di negara tujuan memahaminya. Simpanlah salinan fisik dokumen ini di tempat yang mudah dijangkau dan buatlah cadangan digital di ponselmu sebagai langkah antisipasi jika sewaktu-waktu dokumen fisiknya terselip.


4. Prosedur khusus cairan di atas 100 ml dan benda tajam

ilustrasi obat cair
ilustrasi obat cair (pexels.com/cottonbro studio)

Meski ada aturan umum mengenai batas cairan 100 ml, obat-obatan cair yang diperlukan secara medis mendapatkan pengecualian khusus untuk dibawa masuk ke kabin pesawat. Jika kamu membawa cairan medis melebihi 100 ml, kamu wajib menyampaikannya secara jujur kepada petugas keamanan bandara sebelum proses pemindaian dimulai. Pisahkan cairan tersebut dari tas kabinmu untuk dilakukan pemeriksaan mandiri, sesuai dengan standar keamanan yang sering diterapkan oleh TSA dan panduan dari Coda Pharmacy.

Letakkan semua obat berbentuk cair di dalam satu tas transparan yang terpisah agar memudahkan petugas saat ingin melakukan pemeriksaan manual jika diperlukan. Petugas mungkin akan melakukan uji residu atau pemindaian tambahan pada cairan tersebut untuk memastikan bahwa cairan itu bukan bahan yang mudah terbakar. Dengan bersikap kooperatif dan memberikan informasi yang jujur sejak awal, proses verifikasi ini biasanya hanya memakan waktu beberapa menit saja sehingga kamu bisa segera menuju gerbang keberangkatan, kok.


5. Simpan seluruh obat di dalam tas kabin

ilustrasi tas kabin
ilustrasi tas kabin (pexels.com/Mikhail Nilov)

Sangat disarankan bagi kamu untuk selalu menyimpan seluruh persediaan obat-obatan penting di dalam tas kabin atau tas jinjing, bukan di dalam bagasi terdaftar. Suhu di ruang bagasi pesawat sering gak stabil dan bisa berubah menjadi sangat ekstrem, yang berisiko merusak komposisi sensitif pada obat-obatan tertentu, lho. Selain itu, menyimpan obat di kabin memastikan kamu memiliki akses langsung kapan pun jika terjadi keadaan darurat medis yang memerlukan penanganan cepat selama penerbangan berlangsung.

Untuk obat-obatan yang memerlukan suhu dingin yang stabil seperti insulin, kamu bisa menggunakan tas pendingin kecil dengan gel pack sebagai bantuan. Ingatlah untuk selalu mengatur jadwal minum obat sesuai dengan zona waktu tempat tujuan agar ritme pengobatan gak terganggu akibat fenomena jet lag. Dengan pengorganisasian yang rapi di dalam tas kecilmu, kamu gak akan kesulitan mencari obat di tengah kabin pesawat yang mungkin sedang dalam kondisi gelap atau sempit saat malam hari.


6. Siapkan surat khusus untuk alat medis pendukung

ilustrasi jarum suntik
ilustrasi jarum suntik (pexels.com/Karola G)

Jika kondisi kesehatanmu mengharuskan kamu membawa alat medis tambahan seperti jarum suntik, inhaler, atau pompa insulin, pastikan kamu memiliki surat keterangan tambahan. Petugas keamanan bandara biasanya akan lebih teliti memeriksa benda-benda tajam atau perangkat elektronik medis yang dibawa masuk ke dalam kabin pesawat. Surat dokter yang menjelaskan fungsi alat tersebut akan menjadi "paspor" tambahan yang melancarkan perjalananmu melewati setiap pos pemeriksaan keamanan dengan sangat cepat, lho.

Jangan lupa untuk memastikan bahwa semua baterai pada alat medis yang kamu bawa dalam kondisi terisi penuh atau bawalah cadangan baterai jika diperlukan. Informasikan juga kepada pramugari jika alat medismu memerlukan penanganan khusus atau jika kamu membutuhkan bantuan selama berada di dalam pesawat. Persiapan yang mendetail mengenai alat pendukung ini menunjukkan bahwa kamu termasuk penumpang yang bertanggung jawab dan sangat memperhatikan keselamatan diri sendiri serta orang lain di sekitarmu.

Dengan memahami dan menerapkan segala aturan membawa obat pribadi saat naik pesawat, kamu telah melakukan langkah besar untuk menjamin keamanan perjalananmu. Keamanan penerbangan memang sangat ketat, tetapi dengan dokumen yang lengkap dan pengemasan yang rapi, semua prosedur tersebut akan terasa jauh lebih mudah untuk dijalani, kok. Kemaslah kebutuhan medismu sekarang juga dengan teliti, dan bersiaplah untuk menikmati perjalanan udara yang nyaman, aman, dan tanpa kendala apa pun.



This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Febrianti Diah Kusumaningrum
EditorFebrianti Diah Kusumaningrum
Follow Us

Latest in Travel

See More

20 Tempat Wisata di Bogor yang Murah

09 Jan 2026, 12:30 WIBTravel