Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Apa Itu Konsep Sustainable Tourism? Ini Penjelasan Lengkapnya

Apa Itu Konsep Sustainable Tourism? Ini Penjelasan Lengkapnya
ilustrasi wisata berkelanjutan (pexels.com/João Jesus)

Pariwisata kini gak cuma soal liburan seru dan foto estetik. Di balik ramainya destinasi wisata, ada dampak besar yang sering luput dari perhatian, mulai dari kerusakan lingkungan sampai terpinggirkannya masyarakat lokal. Dari sinilah konsep sustainable tourism atau pariwisata berkelanjutan mulai banyak dibicarakan.

Lalu, apa itu konsep sustainable tourism? Secara sederhana, sustainable tourism adalah konsep pariwisata yang bertujuan memenuhi kebutuhan wisatawan saat ini tanpa merusak kemampuan generasi mendatang untuk menikmati destinasi yang sama.

Supaya lebih mudah dipahami, berikut penjelasan lengkap konsep sustainable tourism yang relevan dengan dunia traveling saat ini.

1. Menjaga kelestarian lingkungan alam

ilustrasi toleransi sosial dan menjaga alam
ilustrasi toleransi sosial dan menjaga alam (pexels.com/Tara Winstead)

Salah satu inti dari sustainable tourism adalah melindungi alam. Banyak destinasi wisata rusak karena eksploitasi berlebihan, seperti sampah plastik, kerusakan terumbu karang, hingga deforestasi.

Dalam konsep pariwisata berkelanjutan, pengelolaan lingkungan jadi prioritas utama. Contohnya meliputi:

  • Pembatasan jumlah wisatawan di area sensitif
  • Pengelolaan sampah yang baik
  • Penggunaan energi terbarukan
  • Larangan aktivitas yang merusak ekosistem

Dengan begitu, keindahan alam tetap terjaga dan tidak hanya bisa dinikmati sekarang, tapi juga di masa depan. Wisatawan pun didorong untuk lebih sadar, misalnya dengan tidak membuang sampah sembarangan dan menghormati alam sekitar.

2. Memberdayakan masyarakat lokal

ilustrasi wisata di Kyrgyzstan
ilustrasi wisata di Kyrgyzstan (pexels.com/Oziel Gómez)

Sustainable tourism gak hanya fokus pada alam, tapi juga manusia. Konsep ini memastikan masyarakat lokal gak cuma jadi penonton, melainkan ikut merasakan manfaat dari aktivitas pariwisata.

Bentuk pemberdayaan masyarakat lokal bisa berupa:

  • Lapangan kerja untuk warga setempat
  • Penggunaan produk UMKM lokal
  • Pengelolaan homestay oleh masyarakat
  • Pelibatan warga dalam pengambilan keputusan

Dengan cara ini, pariwisata dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi tanpa menghilangkan identitas budaya. Masyarakat tetap memegang kendali atas wilayahnya sendiri dan tidak merasa terpinggirkan oleh industri besar.

3. Melestarikan budaya dan kearifan lokal

ilustrasi mendaki gunung
ilustrasi mendaki gunung (unsplash.com/Yerko Lucic)

Pariwisata yang tidak terkontrol sering kali membuat budaya lokal tergerus. Tradisi berubah hanya demi menarik wisatawan, bahkan kehilangan makna aslinya.

Konsep sustainable tourism justru mendorong pelestarian budaya. Wisatawan diajak untuk:

  • Menghormati adat istiadat setempat
  • Memahami nilai budaya lokal
  • Mengikuti aktivitas budaya secara etis

Misalnya, festival adat yang dikelola langsung oleh masyarakat atau paket wisata edukatif yang menjelaskan sejarah dan filosofi suatu daerah. Dengan begitu, budaya tidak dieksploitasi, tapi diapresiasi.

4. Mendukung pertumbuhan ekonomi jangka panjang

ilustrasi traveler
ilustrasi traveler (pexels.com/Vlad Bagacian)

Pariwisata berkelanjutan juga berfokus pada ekonomi jangka panjang, bukan keuntungan instan. Banyak destinasi rusak karena hanya mengejar profit cepat tanpa memikirkan dampaknya.

Sustainable tourism memastikan bahwa:

  • Investasi pariwisata tidak merusak lingkungan
  • Keuntungan dibagi secara adil
  • Destinasi tetap menarik dalam jangka panjang

Dengan pengelolaan yang tepat, pariwisata bisa menjadi sumber pendapatan stabil bagi daerah tanpa mengorbankan alam dan budaya. Ini yang membuat konsep sustainable tourism dianggap sebagai solusi masa depan industri travel.

Di tengah meningkatnya kesadaran akan isu lingkungan dan sosial, sustainable tourism bukan lagi pilihan, tapi kebutuhan. Wisatawan kini lebih selektif dan peduli pada dampak perjalanan mereka.

Dengan menerapkan konsep ini, pariwisata bisa berkembang secara sehat, adil, dan bertanggung jawab. Liburan tetap menyenangkan, alam tetap lestari, dan masyarakat lokal ikut sejahtera.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Febrianti Diah Kusumaningrum
EditorFebrianti Diah Kusumaningrum
Follow Us

Latest in Travel

See More

Apakah Apply Visa Waiver Jepang Pasti Lolos?

27 Feb 2026, 10:20 WIBTravel