Apakah Apply Visa Waiver Jepang Pasti Lolos?

- Visa Waiver Jepang memungkinkan pemegang e-paspor Indonesia berkunjung tanpa visa turis reguler, berlaku hingga tiga tahun dengan masa tinggal maksimal 15 hari.
- Pengajuan dilakukan online melalui sistem JAVES di evisa.mofa.go.jp, dengan mengunggah dokumen e-paspor dan data diri secara lengkap untuk verifikasi.
- Persetujuan Visa Waiver tidak selalu otomatis lolos; keputusan tergantung imigrasi Jepang dan bisa ditolak jika ada kesalahan data atau dokumen tidak lengkap.
Jepang masih menjadi negara favorit banyak turis asal Indonesia untuk liburan. Apalagi menjelang musim semi yang jatuh di awal bulan April mendatang, semakin banyak orang yang berkunjung ke Negeri Sakura. Sama seperti kunjungan ke banyak negara lain, orang Indonesia yang ingin berkunjung ke Jepang wajib mengantongi visa dari Pemerintah Jepang.
Dulu, visa turis reguler menjadi satu-satunya jenis visa yang digunakan jika ingin berlibur ke Jepang. Selain persyaratan dokumennya yang lebih banyak, proses pengajuannya pun bisa berjalan lama. Namun, sejak 2023 lalu, warga negara Indonesia bisa berlibur ke Jepang dengan menggunakan Visa Waiver yang dapat diajukan secara online.
Lantas, apa bedanya Visa Waiver dengan visa turis reguler? Apakah apply Visa Waiver Jepang pasti lolos? Berikut jawabannya!
Table of Content
1. Apa itu Visa Waiver Jepang?

Dibandingkan dengan visa turis reguler, banyak orang mungkin belum terlalu familier dengan Visa Waiver Jepang. Visa Waiver merupakan fasilitas yang diberikan pemerintah Jepang kepada warga negara tertentu untuk memasuki Jepang dengan tujuan wisata tanpa perlu repot mengurus visa turis reguler.
Di Indonesia, Visa Waiver sebetulnya sudah berlaku sejak Desember 2014. Dulu, visa ini hanya bisa diajukan secara offline melalui kantor Kedutaan Besar Jepang di Indonesia. Namun, sejak Maret 2023, proses pembuatan Visa Waiver jadi lebih mudah, karena pengajuan dan registrasinya bisa dilakukan secara online.
Berbeda dengan visa turis reguler, Visa Waiver hanya berlaku untuk pemegang e-paspor saja, dengan lama waktu kunjungan maksimal 15 hari. Selain bisa diurus secara online, visa ini juga memiliki masa berlaku hingga 3 tahun. Proses pengajuannya tergolong cepat, karena hanya memakan waktu antara 1-5 hari kerja. Terakhir, karena semua prosesnya dilakukan secara online, kamu jadi gak perlu mengeluarkan biaya sepeserpun untuk pengajuan Visa Waiver.
2. Cara mengajukan Visa Waiver Jepang secara online

Syarat utama untuk bisa mengajukan Visa Waiver adalah memiliki e-paspor. Jika kamu sudah memiliki paspor yang dibutuhkan, langkah selanjutnya adalah melakukan registrasi secara online di website Japan Visa Exemption System (JAVES), yakni evisa.mofa.go.jp. Di website ini, kamu akan diminta untuk membuat akun di sistem JAVES dan mengisi semua data yang diminta. Setelah akun jadi, kamu bisa log in dengan email dan kata sandi, plus kode OTP yang dikirimkan via email untuk verifikasi.
Jika ini pertama kalinya kamu mengajukan Visa Waiver, maka kamu perlu mengklik tombol "New Registration" dan melengkapi semua data yang dibutuhkan. Termasuk mengunggah beberapa dokumen, seperti foto cover e-paspor, foto halaman data diri, dan foto halaman catatan pengesahan dalam format PDF atau JPG.
Jangan lupa untuk memeriksa kembali semua data diri yang sudah diisi. Setelah memastikan gak ada kesalahan data, kamu bisa klik tombol "Submit". Nantinya, kamu akan menerima email pemberitahuan bahwa aplikasimu sudah diterima lengkap dengan nomor registrasi sementara sampai hasil pengajuan visa diumumkan.
3. Apakah apply Visa Waiver Jepang pasti lolos?

Dibandingkan dengan visa turis reguler, apply Visa Waiver memang memiliki proses yang lebih mudah. Selain karena bisa dilakukan secara online, pengajuan visa ini juga gak membutuhkan terlalu banyak dokumen. Namun, apakah orang yang apply Visa Waiver Jepang pasti lolos? Jawabannya, belum tentu. Jadi, setelah mengajukan aplikasi di website JAVES, kamu perlu menunggu antara 24—48 jam untuk mendapatkan email pemberitahuan hasil pengajuan aplikasi Visa Waiver.
Diterima atau tidak pengajuan aplikasi Visa Waiver sebetulnya sangat tergantung pada keputusan pihak imigrasi Jepang. Meski begitu, penolakan Visa Waiver biasanya disebabkan oleh beberapa hal, seperti dokumen dan formulir yang gak lengkap, data yang dinilai gak konsisten, hingga riwayat perjalanan atau imigrasi yang buruk. Selain itu, kesalahan kecil seperti perbedaan huruf kapital pada nama di e-paspor juga ternyata bisa memicu pengajuan visa kita ditolak.
Buat kamu yang mau liburan singkat ke Jepang, dan kebetulan pemegang e-paspor, Visa Waiver bisa jadi pilihan. Namun, pastikan kamu mengisi semua data dan dokumen dengan benar, supaya pengajuan visa kamu gak ditolak. Selamat liburan!




![[QUIZ] Pilih Hostel atau Hotel, Kamu Cocoknya Liburan ke Negara Ini!](https://image.idntimes.com/post/20260217/allphoto-bangkok-ni4ac1katrc-unsplash_dc97c4ce-6ece-4495-b274-f17f291e72d1.jpg)
![[QUIZ] Tentukan Wahana Taman Bermain Apa yang Cocok buat Kamu!](https://image.idntimes.com/post/20230311/wahana-3df9be7de392729ab3043873b9c3f7e0-c237cac760e8eee5525cc61a8147529e.jpg)
![[QUIZ] Dari Golongan Darahmu, Taman Hiburan di Indonesia Ini Cocok Dikunjungi saat Lebaran](https://image.idntimes.com/post/20250102/img-20250102-wa0033-a2196f70ca1f9e917207941592bdd546.jpg)











![[QUIZ] Pilih Lebaran di Jakarta atau Yogyakarta, Ini Wisata yang Cocok untukmu](https://image.idntimes.com/post/20260225/pexels-pnw-prod-8995907_61ab2b0c-c668-43c5-86db-e0154fd4e737.jpg)