Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Bolehkah Membawa Powerbank di Penerbangan Jepang?

Bolehkah Membawa Powerbank di Penerbangan Jepang?
ilustrasi powerbank (pexels.com/EmShuvo)
Intinya Sih
  • Mulai April 2026, Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi, dan Pariwisata Jepang (MLIT) akan melarang penggunaan powerbank selama penerbangan demi memperkuat standar keselamatan udara.
  • Penumpang tetap boleh membawa powerbank ke kabin pesawat, tetapi dilarang menaruhnya di bagasi tercatat atau kargo; pelanggaran dapat berujung pada penyitaan oleh petugas keamanan bandara.
  • Kapasitas powerbank yang diizinkan maksimal 100 Wh tanpa izin khusus, sedangkan kapasitas 100–160 Wh memerlukan persetujuan maskapai; lebih dari 160 Wh sepenuhnya dilarang dibawa.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Sama halnya dengan China, seluruh maskapai penerbangan Jepang belakangan ini semakin ketat terhadap barang penumpang, baik di bagasi kabin maupun kargo, lho. Bahkan ada ketentuan preventif baru untuk pengisi daya portabel atau powerbank yang diberlakukan.

Mulai April 2026, Ministry of Land, Infrastructure, Transport and Tourism (MLIT) akan memberlakukan larangan penggunaan powerbank untuk memperkuat standar keamanan udara. Lalu, apakah powerbank tetap boleh dibawa di penerbangan Jepang? Simak ulasannya berikut ini.

1. Bolehkah membawa powerbank di penerbangan Jepang?

ilustrasi powerbank
ilustrasi powerbank (unsplash.com/Markus Winkler)

Sebenarnya, boleh-boleh saja membawa powerbank ke dalam pesawat maskapai Jepang, baik domestik maupun internasional. Namun, Ministry of Land, Infrastructure, Transport and Tourism (MLIT) mulai menerapkan aturan yang sangat ketat untuk pengisi daya portable tersebut belakangan ini.

Bahkan dilansir laman resmi Japan Airlines, powerbank wajib dibawa ke dalam bagasi kabin. Penumpang tidak diizinkan untuk menaruh powerbank di koper bagasi terdaftar atau kargo pesawat. Apabila terbukti menyalahi aturan, petugas keamanan bandara akan menyita powerbank tersebut.

2. Panduan membawa powerbank di penerbangan Jepang

ilustrasi seseorang yang mengisi daya ponsel dengan powerbank
ilustrasi seseorang yang mengisi daya ponsel dengan powerbank (unsplash.com/Reka Sarudi)

Maskapai Jepang memiliki aturan yang semakin ketat untuk pengisi daya portabel yang dibawa oleh penumpang selama penerbangan. Berikut ini panduan membawa powerbank ke dalam pesawat.

  1. Jangan simpan powerbank di bagasi tercatat atau kargo pesawat.
  2. Masukkan ke dalam tas pribadi untuk bagasi kabin dan letakkan di bawah kursi depan.
  3. Tidak boleh menyimpan powerbank di kompartemen atas.
  4. Saat digunakan di dalam kabin, pastikan powerbank selalu diawasi atau diletakkan di tempat yang kondisinya mudah dipantau, misalnya, di kantong kursi.
  5. Tutup terminal (bagian konektor/kutub) powerbank menggunakan selotip.

3. Kententuan spesifik powerbank yang boleh dibawa ke bagasi kabin

ilustrasi powerbank
ilustrasi powerbank (pexels.com/EmShuvo)

Maskapai Jepang, seperti Japan Airlines dan ANA, memiliki ketentuan spesifik terkait powerbank yang boleh dibawa ke bagasi kabin. Berikut ini syarat-syarat yang harus dipenuhi agar lolos pemeriksaan.

  1. Kapasitas ≤ 100 Wh atau setara ±20.000 mAh boleh dibawa ke kabin tanpa memerlukan izin khusus.
  2. Penumpang boleh membawa maksimal 2 unit powerbank per orang dengan kapasitas 100 Wh–160 Wh. Namun, wajib mendapatkan persetujuan dari maskapai terlebih dahulu.
  3. Powerbank dengan kapasitas > 160 Wh dilarang dibawa ke dalam pesawat.
  4. Sejenis powerbank, seperti laptop dan tablet boleh dibawa di bagasi kabin maupun kargo, asalkan perangkat dalam kondisi mati sepenuhnya dan dibungkus pelindung untuk mencegah kerusakan atau panas berlebih.
  5. Pastikan terminal powerbank terlindungi dengan isolasi atau disimpan dalam pouch untuk mencegah hubungan arus pendek.

4. Maskapai Jepang akan larang penggunaan powerbank di dalam pesawat

ilustrasi seseorang yang mengisi daya baterai menggunakan powerbank sembari berselancar di internet (pexels.com/Stanley Ng)
ilustrasi seseorang yang mengisi daya baterai menggunakan powerbank sembari berselancar di internet (pexels.com/Stanley Ng)

Pada 18 Februari 2026 lalu, Ministry of Land, Infrastructure, Transport and Tourism (MLIT) secara resmi mengumumkan kebijakan preventif baru yang melarang penggunaan pengisi daya portabel atau powerbank selama penerbangan berlangsung. Langkah ini diambil sebagai tindakan tegas untuk mencegah insiden kegagalan termal pada baterai litium-ion terjadi lagi, yang dinilai dapat mengancam keselamatan operasional berbagai maskapai domestik maupun internasional.

Kebijakan ini akan mulai diberlakukan secara efektif pada April 2026 yang mencakup larangan pengisian daya perangkat elektronik pribadi, seperti smartphone, menggunakan powerbank dan larangan pengisian daya powerbank itu sendiri melalui stopkontak di kabin. Meski demikian, Ministry of Land, Infrastructure, Transport and Tourism (MLIT) tetap memperbolehkan penumpang untuk membawa powerbank ke dalam pesawat, asalkan sesuai dengan ketentuan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Naufal Al Rahman
EditorNaufal Al Rahman
Follow Us

Latest in Travel

See More