Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

6 Tips Pakai Hammock di Gunung, Tetap Aman dan Anti Pegal!

6 Tips Pakai Hammock di Gunung, Tetap Aman dan Anti Pegal!
Ilustrasi camping dengan hammock (pixabay.com/independentwolf)
Intinya Sih
  • Artikel membahas pentingnya memeriksa kondisi hammock, webbing, dan carabiner sebelum digunakan agar aman saat bersantai di gunung.

  • Ditekankan pemilihan pohon sehat dengan jarak ideal 3–4 meter serta penggunaan webbing untuk melindungi batang pohon dari kerusakan.

  • Dianjurkan tidur diagonal agar tidak pegal dan melengkapi hammock dengan flysheet serta sleeping bag untuk menghadapi cuaca dingin atau hujan.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Mendaki gunung bukan cuma soal sampai di puncak, tapi juga tentang menikmati momen santai di sela-sela perjalanan. Salah satu cara paling asyik buat menikmati udara gunung yang segar adalah dengan santai di atas hammock. Bayangkan, tidur berayun sambil memandang deretan pohon hijau—nikmat mana lagi yang kamu dustakan?

Tapi, memasang hammock di gunung gak bisa sembarangan. Kalau asal pasang, bukannya santai, kamu malah bisa jatuh atau merusak alam. Biar agenda hammocking kamu makin seru dan aman, simak tips pakai hammock di gunung berikut ini!

1. Cek perlengkapan sebelum berangkat

Ilustrasi hammock
Ilustrasi hammock (pexels.com/Leonie Fahjen)

Langkah pertama yang paling krusial adalah mengecek kondisi "senjata" kamu. Jangan sampai ketika sudah lelah mendaki dan ingin bersantai, ternyata hammock kamu bolong atau talinya getas.

  • Kain Hammock: Pastikan tidak ada sobekan kecil sekalipun. Beban tubuh kamu akan bertumpu sepenuhnya di kain ini, jadi pastikan jahitan di ujungnya masih kuat.
  • Webbing dan Carabiner: Cek apakah webbing (tali) masih elastis dan kuat. Jangan lupa pastikan carabiner tidak berkarat dan bisa mengunci dengan sempurna. Gak mau, kan, tiba-tiba "gedubrak" karena alat yang rusak?

2. Pilih lokasi dan pohon yang tepat

Ilustrasi menggunakan hammock
Ilustrasi menggunakan hammock (pixabay.com/TheMetalMann)

Gunung adalah gudangnya pepohonan, tapi gak semua pohon bisa kamu jadikan tumpuan. Keamanan kamu bergantung pada pemilihan pohon yang tepat.

Carilah dua pohon yang hidup dan tampak sehat. Hindari pohon yang sudah mati atau terlihat rapuh karena bisa tumbang saat dibebani. Selain itu, pastikan diameter pohon cukup besar (setidaknya seukuran paha orang dewasa). Perhatikan juga area di bawah hammock; pastikan tidak ada batu tajam atau tanaman berduri untuk meminimalisir risiko kalau terjadi hal yang tidak diinginkan.

3. Perhatikan jarak ideal antarpohon

Ilustrasi tidur di hammock
Ilustrasi tidur di hammock (pixabay.com/independentwolf)

Menentukan jarak pohon itu seperti mencari pasangan, harus pas! Jarak yang terlalu dekat akan membuat hammock terlalu melengkung, sedangkan jarak yang terlalu jauh bakal bikin kamu kesulitan memasangnya karena tali yang kurang panjang.

Jarak ideal antara kedua pohon adalah sekitar 3-4 meter. Dengan jarak ini, kamu punya ruang yang cukup untuk mengatur ketegangan tali agar hammock membentuk sudut lengkungan yang pas (sekitar 30 derajat) saat diduduki.

4. Wajib gunakan webbing untuk lindungi pohon

Ilustrasi rebahan di hammock
Ilustrasi rebahan di hammock (pixabay.com/jordan3600)

Sebagai pendaki yang bijak, prinsip Leave No Trace harus selalu dipegang. Sangat tidak disarankan menggunakan tali tambang atau tali plastik tipis karena bisa mengiris kulit pohon dan merusak pembuluh angkutnya, yang lama-kelamaan bisa membunuh pohon tersebut.

Gunakanlah webbing (tali pipih). Permukaannya yang lebar membantu mendistribusikan beban secara merata sehingga kulit pohon tetap aman. Pasang webbing di pohon setinggi mata, atau sekitar 150-180 cm. Posisi ini adalah titik paling nyaman agar hammock tidak terlalu rendah saat kamu masuk ke dalamnya.

5. Trik posisi tidur diagonal agar gak pegal

Ilustrasi camping di hutan
Ilustrasi camping di hutan (pixabay.com/StockSnap)

Banyak orang mengeluh punggung pegal setelah tidur di hammock. Masalahnya biasanya satu: mereka tidur sejajar dengan garis hammock. Hal ini membuat tubuh menekuk seperti pisang dan bikin sesak.

Tidurlah dengan posisi diagonal atau miring sekitar 30-45 derajat dari garis tengah hammock. Posisi ini akan menciptakan permukaan yang lebih datar bagi tubuh kamu. Dengan begitu, tulang punggung tetap lurus, napas lebih lega, dan kamu bisa tidur lebih nyenyak tanpa rasa pegal saat bangun.

6. Lengkapi dengan flysheet dan sleeping bag

ilustrasi flysheet
ilustrasi flysheet (stockcake.com/Forest Camping Shelter)

Udara di gunung itu sulit ditebak. Meskipun siang hari terik, embun atau hujan bisa datang tiba-tiba. Oleh karena itu, jangan pernah lupa memasang flysheet di atas hammock kamu. Flysheet berfungsi sebagai atap pelindung agar kamu gak basah kuyup terkena air hujan atau embun malam yang dingin.

Selain itu, karena hammock tidak memiliki isolasi di bagian bawah seperti matras, punggung kamu akan terasa sangat dingin akibat angin yang lewat di bawah (fenomena Cold Butt Syndrome). Gunakan sleeping bag atau selimut tebal di dalam hammock untuk menjaga suhu tubuh tetap hangat sepanjang malam.

Nah, itu dia tips lengkap pakai hammock di gunung. Kalau semua langkah di atas sudah kamu lakukan, dijamin pengalaman bersantai kamu bakal jauh lebih berkualitas. Tetap jaga kebersihan gunung dan selamat berpetualang!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nabila Inaya
EditorNabila Inaya
Follow Us

Latest in Travel

See More