Pergi ke tempat baru memang menyenangkan, sampai kamu harus berhadapan dengan situasi ketika orang di sekitar berbicara dalam bahasa yang sama sekali gak kamu pahami. Mau bertanya arah, memesan makanan, membeli tiket, atau sekadar mencari toilet bisa terasa lebih menantang ketika kemampuan bahasa terbatas. Apalagi kalau lawan bicaramu juga kurang memahami bahasa yang kamu gunakan. Situasi seperti ini sebenarnya cukup wajar dialami wisatawan, terutama ketika mengunjungi negara atau daerah yang bahasanya benar-benar asing. Jadi, kamu gak perlu langsung panik hanya karena komunikasi gak berjalan mulus pada percakapan pertama.
Kunci menghadapi language gap saat traveling bukan selalu harus menguasai bahasa lokal sampai lancar. Kamu justru perlu tahu cara menyampaikan kebutuhan secara sederhana dan mencari alternatif ketika percakapan mulai buntu. Gestur, gambar, aplikasi penerjemah, bahkan ekspresi wajah bisa membantu menyampaikan maksud ketika kosakata terasa mentok. Persiapan kecil sebelum berangkat juga bisa membuatmu jauh lebih percaya diri saat harus berkomunikasi. Nah, kalau kamu punya rencana traveling ke tempat baru, tujuh cara berikut bisa membantu mengatasi language gap tanpa bikin perjalanan berubah jadi sumber kepanikan.
