Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Apakah Boleh Makan saat Nyepi?

Apakah Boleh Makan saat Nyepi?
Potret umat Hindu di Bali beribadah (unsplash.com/Roberto Rendon)
Intinya Sih
  • Hari Raya Nyepi dirayakan umat Hindu dengan suasana hening dan empat pantangan utama, yaitu tidak menyalakan api, tidak bekerja, tidak bepergian, serta tidak bersenang-senang.
  • Umat Hindu menjalani puasa penuh selama 24 jam sebagai bentuk pengendalian diri, sementara makanan khas disiapkan sebelumnya untuk dinikmati setelah Nyepi pada Hari Ngembak Geni.
  • Wisatawan atau non-Hindu boleh makan selama Nyepi asalkan menghormati aturan setempat, menjaga ketenangan, tidak memasak mencolok, dan menyiapkan stok makanan praktis sebelum hari perayaan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Hari Raya Nyepi merupakan salah satu perayaan keagamaan penting bagi umat Hindu, khususnya di Bali. Nyepi dirayakan setiap Tahun Baru Saka.

Berbeda dengan perayaan tahun baru pada umumnya yang identik dengan keramaian dan pesta, Nyepi justru dirayakan dengan suasana yang sangat tenang. Selama satu hari penuh, aktivitas di Bali hampir berhenti total. Jalanan menjadi sepi, bandara ditutup, dan masyarakat diminta untuk tetap berada di rumah.

Dalam perayaan Nyepi, umat Hindu menjalankan empat pantangan utama yang dikenal sebagai Catur Brata Penyepian. Aturan tersebut meliputi Amati Geni (tidak menyalakan api dan lampu), Amati Karya (tidak bekerja), Amati Lelungan (tidak bepergian), dan Amati Lelanguan (tidak bersenang-senang). Semua aturan ini bertujuan untuk menahan diri, refleksi, serta menenangkan pikiran dan jiwa.

Kemudian, muncul banyak pertanyaan, "Apakah boleh makan saat Nyepi?" terutama di kalangan turis. Selengkapnya, yuk, simak penjelasannya berikut ini!

1. Puasa bagi umat Hindu

Bagi umat Hindu yang menjalankan Nyepi, mereka wajib berpuasa selama 24 jam. Artinya, mereka tidak makan dan minum selama hari tersebut. Puasa ini dilakukan sebagai bentuk pengendalian diri, sekaligus cara untuk menahan berbagai keinginan duniawi.

Meski demikian, biasanya mereka sudah menyiapkan berbagai hidangan khas sebelum hari Nyepi tiba. Beberapa makanan tradisional seperti ayam betutu, lawar, dan entil disiapkan lebih dulu. Hidangan tersebut kemudian dinikmati setelah Nyepi berakhir, tepatnya pada Hari Ngembak Geni, hari ketika aktivitas kembali normal dan masyarakat saling bersilaturahmi.

2. Aturan makan untuk wisatawan atau non-Hindu

Potret stok makanan
Potret stok makanan (pexels.com/Kindel Media)

Aturan ini berbeda bagi wisatawan atau masyarakat non-Hindu. Pada dasarnya, mereka masih diperbolehkan makan. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, agar tetap menghormati tradisi dan aturan yang berlaku.

Selama Nyepi, wisatawan tidak boleh menyalakan api atau cahaya yang mencolok, terutama pada malam hari. Oleh karena itu, sebaiknya jangan memasak. Jika ingin makan, biasanya tamu hotel atau vila disarankan mengonsumsi makanan yang sudah disiapkan sebelumnya atau makanan instan yang praktis.

Beberapa orang biasanya menyiasati dengan menyeduh mi instan menggunakan air panas atau rice cooker. Selain itu, penting untuk menjaga suasana tetap tenang, tidak membuat kebisingan, serta tidak keluar dari area penginapan selama Hari Nyepi berlangsung.

Jika kamu tinggal di vila dengan dapur terbuka, sebaiknya tidak memasak. Sebab, aroma masakan maupun suara aktivitas dapur bisa terdengar hingga ke luar. Menghormati tradisi setempat menjadi bagian penting saat berada di daerah yang sedang merayakan Nyepi.

3. Stok makanan

Sebaiknya kamu menyiapkan stok makanan lebih awal, agar tetap nyaman selama Nyepi. Pilih makanan yang praktis, mudah disimpan, dan tidak memerlukan proses memasak yang rumit.

Beberapa contoh makanan yang bisa disiapkan antara lain roti, sereal, buah-buahan, mi instan, makanan kaleng, susu, atau camilan ringan. Kamu juga bisa menyiapkan makanan siap santap seperti sandwich atau salad.

Sebaiknya belanja kebutuhan ini dua hingga tiga hari sebelum Nyepi. Menjelang hari perayaan biasanya banyak toko dan restoran yang mulai tutup lebih awal. Dengan persiapan yang cukup, kamu tidak perlu khawatir mencari makanan saat hari Nyepi berlangsung.

Jadi, wisatawan atau non-Hindu masih boleh makan, asalkan tetap mematuhi aturan. Kamu perlu menjaga ketenangan demi menghormati tradisi yang sedang berlangsung.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dewi Suci Rahayu
EditorDewi Suci Rahayu
Follow Us

Latest in Travel

See More