Apakah Trekking Pole Jadi Barang Penting yang Harus Dibawa Mendaki?

Trekking pole bukan perlengkapan wajib, tetapi membantu membagi tumpuan tubuh, menjaga keseimbangan, dan menstabilkan ritme berjalan di jalur licin atau saat membawa carrier berat.
Alat ini dapat memeriksa kondisi permukaan sebelum diinjak, termasuk lumpur, genangan, dan pijakan batu, sehingga membantu pendaki menghindari risiko terperosok atau pakaian basah.
Trekking pole juga berguna sebagai penyangga darurat tenda atau flysheet, jemuran, serta pembuka vegetasi rapat; kebutuhannya meningkat pada jalur ekstrem atau saat perlindungan tambahan diperlukan.
Trekking pole adalah alat bantu berupa tongkat yang sudah tidak asing lagi di mata pendaki. Bagi sebagian besar pendaki, membawa trekking pole sangat membantu mereka dalam perjalanan mencapai puncak gunung maupun turun gunung. Padahal, trekking pole bukanlah alat wajib yang harus dibawa oleh pendaki.
Akan tetapi, sebenarnya seberapa penting membawa trekking pole? Pada artikel kali ini, akan dibahas empat kegunaan utama yang dimiliki oleh trekking pole. Yuk, simak penjelasan selengkapnya berikut ini!
1. Sangat vital untuk menjaga keseimbangan tubuh

ilustrasi dua orang pendaki membawa trekking pole (pexels.com/Tima Miroshnichenko) Selain memang gunung memiliki jalur pendakian yang ekstrem, beban seorang pendaki yang dibawa pada tas carrier mereka sangatlah berat. Ketika kamu mendaki atau turun gunung, kamu hanya mengandalkan tumpuan kedua kaki untuk tetap menjaga keseimbangan tubuh dari jalur penuh bebatuan, lumpur, dan pasir yang sangat licin. Dengan adanya trekking pole, beban tumpuan itu akan terbagi ke tongkat tersebut, tidak hanya kedua kaki saja.
Secara tidak langsung, menggunakan trekking pole juga bisa membuat kamu mendapatkan ritme berjalan yang jauh lebih stabil. Karena ada daya tumpu yang dihasilkan dari trekking pole, itu membuat kamu sulit untuk berjalan terlalu cepat atau sebaliknya. Jelas ini sangat penting untuk mempertahankan daya tahan tubuh dari kelelahan ekstrem yang akan datang lebih cepat.
2. Untuk mengecek kondisi jalur pendakian sebelum salah satu kaki menginjak

ilustrasi sekelompok pendaki menggunakan trekking pole (pexels.com/Álvaro Arcelus) Medan di setiap gunung memiliki tantangan tersendiri bagi pendaki. Ada gunung yang memiliki banyak jalur basah seperti lumpur atau penuh genangan air yang cukup lebar. Ketika hanya mengandalkan kaki kamu saja, itu bisa menimbulkan banyak risiko seperti tercebur cukup dalam yang membuat sepatu dan celana kamu bisa basah atau kotor.
Trekking pole di sini bisa berfungsi sebagai alat pengecek yang bisa meraba permukaan tanah yang ingin kamu periksa. Kamu juga bisa mengetahui apakah ada batu berukuran besar yang bisa digunakan sebagai pijakan untuk melewati area basah tersebut sehingga ini merupakan langkah preventif yang sangat ideal untuk pendaki.
3. Multifungsi sebagai tiang penyangga darurat

ilustrasi trekking pole yang terletak di sisi samping tas carrier (pexels.com/Ravindra rawat) Kamu tidak akan pernah tahu ada apa saja yang bisa terjadi di gunung. Ada beberapa hal di luar rencana yang sering kali terjadi, salah satunya adalah tiang penyangga tenda atau flysheet yang patah. Tiang-tiang ini jelas membawa dampak penting untuk keamanan tempat peristirahatan kamu nantinya saat menginap di gunung. Jika saja patah, tenda atau flysheet dengan mudah bisa terbang terbawa badai angin.
Salah satu solusi terbaik untuk mengatasi keadaan darurat tersebut adalah menggunakan trekking pole. Seiring berjalannya waktu, material pada alat ini didesain sangat kuat untuk menahan beban yang berat, sehingga memenuhi kriteria untuk menjadi tiang penyangga darurat. Tak hanya tenda atau flysheet, trekking pole juga bisa berfungsi sebagai tiang untuk kamu menjemur baju yang basah setelah melakukan perjalanan panjang mendaki.
4. Membuka jalur pendakian yang masih memiliki vegetasi hutan rapat

ilustrasi setapak jalur yang dipenuhi pepohonan dan tumbuhan lebat (pexels.com/Juan Felipe Ramírez) Walaupun jalur pendakian terkenal sangat dirawat oleh pihak pengelola gunung, masih ada sebagian gunung yang memiliki jalur pendakian cukup tertutup karena memang vegetasi hutannya yang terlalu rapat. Kamu akan melihat pemandangan seperti jalur yang terhalang rumput ilalang, semak belukar, hingga tanaman berduri. Beberapa jenis tumbuhan tersebut jelas saja bisa membuat kulit kamu gatal-gatal atau bahkan luka akibat goresan tajam.
Membawa trekking pole bisa kamu gunakan sebagai tongkat darurat untuk menyingkirkan tanaman tersebut terlebih dahulu agar tubuh kamu bisa melewatinya dengan aman. Kamu juga bisa menahan tumbuhan-tumbuhan tersebut menggunakan trekking pole untuk membukakan jalur untuk anggota kelompok jika memang kamu adalah seorang leader atau berada di barisan paling depan.
Trekking pole adalah alat berukuran sedang yang sangat multifungsi di tempat outdoor seperti gunung. Trekking pole juga tentunya bisa berubah status menjadi alat yang wajib dibawa ketika ada beberapa kondisi yang mengkhawatirkan seperti jalur pendakian sangat ekstrem atau perlindungan ekstra si pendaki. Dari keempat poin yang telah dibahas sebelumnya, kamu jadi sudah tahu seberapa penting trekking pole dalam pendakian, kan?


















![[QUIZ] Jika Tidak Ada Karhutla, Kamu Cocoknya Wisata Alam ke Sini!](https://image.idntimes.com/post/20250207/pexels-media-26926257-5fdf8c0a2d20835dc70223f8e137a156.jpeg)



![[QUIZ] Dari Lagu Syahrini Favoritmu, Kamu Cocoknya Kulineran Mewah di Negara Ini](https://image.idntimes.com/post/20260928/snapinsta_7e38a931-dac1-495e-b547-800df1614c9d.jpg)


