ilustrasi setapak jalur yang dipenuhi pepohonan dan tumbuhan lebat (pexels.com/Juan Felipe Ramírez)
Walaupun jalur pendakian terkenal sangat dirawat oleh pihak pengelola gunung, masih ada sebagian gunung yang memiliki jalur pendakian cukup tertutup karena memang vegetasi hutannya yang terlalu rapat. Kamu akan melihat pemandangan seperti jalur yang terhalang rumput ilalang, semak belukar, hingga tanaman berduri. Beberapa jenis tumbuhan tersebut jelas saja bisa membuat kulit kamu gatal-gatal atau bahkan luka akibat goresan tajam.
Membawa trekking pole bisa kamu gunakan sebagai tongkat darurat untuk menyingkirkan tanaman tersebut terlebih dahulu agar tubuh kamu bisa melewatinya dengan aman. Kamu juga bisa menahan tumbuhan-tumbuhan tersebut menggunakan trekking pole untuk membukakan jalur untuk anggota kelompok jika memang kamu adalah seorang leader atau berada di barisan paling depan.
Trekking pole adalah alat berukuran sedang yang sangat multifungsi di tempat outdoor seperti gunung. Trekking pole juga tentunya bisa berubah status menjadi alat yang wajib dibawa ketika ada beberapa kondisi yang mengkhawatirkan seperti jalur pendakian sangat ekstrem atau perlindungan ekstra si pendaki. Dari keempat poin yang telah dibahas sebelumnya, kamu jadi sudah tahu seberapa penting trekking pole dalam pendakian, kan?