Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kenapa SIMAKSI Ranu Kumbolo Susah buat Didapatkan?
ilustrasi camping di Ranu Kumbolo (commons.wikimedia.org/Herdik.herlambang)
  • Akses pendakian Ranu Kumbolo tidak dibuka sepanjang tahun karena pemulihan ekosistem, status vulkanik Semeru, serta kondisi darurat seperti kebakaran, cuaca, dan adat.
  • Kuota hanya 200 pendaki per hari untuk maksimal 2 hari 1 malam, sementara peminat tinggi; SIMAKSI online memakai sistem first come, first served dan dibuka H-30 hingga H-2.
  • Setiap rombongan berisi 2–10 pendaki wajib memakai pemandu resmi PPGST, tetapi jumlah pemandu terbatas sehingga pendaki mandiri atau solo kerap kesulitan menyelesaikan administrasi dan verifikasi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Ranu Kumbolo menjadi primadona bagi para pendaki Gunung Semeru. Danau alami tersebut menjadi tempat untuk beristirahat, mendirikan tenda, sekaligus menikmati panorama yang memukau. Waktu tempuh sekitar 5–6 jam berjalan kaki dari titik awal pendakian bukan halangan berarti bagi peminatnya.

Sebelum ke sana, para pendaki perlu mematuhi sejumlah prosedur yang telah ditetapkan oleh Pengelola Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), salah satunya adalah mendapatkan Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi (SIMAKSI) secara online. Namun, tidak semudah yang dibayangkan, terlebih kalau kamu tidak mengikuti open trip dan harus war sendiri.

Kira-kira, kenapa SIMAKSI Ranu Kumbolo susah buat didapatkan? Ini beberapa alasannya!

1. Tidak dibuka sepanjang tahun dan penumpukan di satu titik

ilustrasi aktivitas vulkanik Gunung Semeru (commons.wikimedia.org/M Joko Apriyo Putro)

Ranu Kumbolo merupakan bagian dari kawasan konservasi TNBTS yang tidak dibuka sepanjang tahun. Pada periode tertentu, jalur pendakian akan ditutup sementara untuk memulihkan ekosistem. Selain itu, perlu juga mempertimbangkan status vulkanik Gunung Semeru yang fluktuatif, sehingga waktu mendaki ke sana semakin terbatas.

Penumpukan tujuan pendakian hanya di satu titik ini dapat meningkatkan persaingan untuk mendapatkan kuota lebih sengit. Ditambah lagi, ada pendaki lama yang terdampak penutupan jalur akibat situasi darurat khusus sebelumnya seperti kebakaran hutan, meningkatnya aktivitas vulkanik, faktor cuaca, dan adat. Mereka bisa mengajukan reschedule pada periode pendakian terbaru melalui jalur resmi yang disediakan TNBTS.

2. Kuota pendaki harian yang terbatas

ilustrasi para pendaki di tepi Ranu Kumbolo (commons.wikimedia.org/Daryant.id)

Apakah kamu sering mendapati “Kuota Penuh”, bahkan hingga akhir bulan saat hendak mengisi SIMAKSI? Cukup banyak pendaki yang mengeluhkan hal tersebut. Sebab, tidak hanya terjadi saat high season, kamu tetap harus war SIMAKSI ketika low season.

Perlu diingat, saat ini aktivitas pendakian Gunung Semeru hanya diperbolehkan hingga kawasan Ranu Kumbolo. Kuota pendaki harian pun terbatas, hanya 200 orang per hari dengan durasi maksimal 2 hari 1 malam. Jumlah tersebut tidak sebanding dengan banyaknya peminat yang ingin menikmati keindahan gunung tertinggi di Jawa Timur itu.

Selain itu, sistem SIMAKSI secara online mengandalkan kecepatan jaringan internet dan waktu kamu mengaksesnya. First come, first served berlaku untuk proses tersebut. Belum ada 1 jam, bisa saja slot sudah ludes untuk setiap tanggal yang telah direncanakan, sedangkan slot baru dibuka pada H-30 hingga H-2.

3. Setiap rombongan wajib didampingi pemandu resmi

ilustrasi kelompok pendaki (pexels.com/Masi)

Pengelola TNBTS mewajibkan pendakian dilakukan secara berkelompok dengan menggunakan jasa pemandu resmi, 2–10 orang pendaki per pemandu. Aturan ini membuat pendaki mandiri, terutama pendaki solo, semakin sulit mendapatkan SIMAKSI. Kondisi tersebut secara tidak langsung mendorong sebagian pendaki beralih ke jasa open trip  untuk memudahkan administrasi.

Situasi ini diperparah oleh keterbatasan jumlah pendau lokal resmi yang disebut Pemandu Pendakian Gunung Semeru Terdaftar (PPGST). Pendaki mandiri bisa saja berhasil mendapatkan slot SIMKASI, tetapi tetap berpotensi kesulitan menemukan pemandu resmi yang tersedia. Alhasil, rombongan berisiko tertahan saat verifikasi di pos keberangkatan meski tiketnya sudah di tangan.

Bagi pendaki perorangan, bisa bergabung dengan kelompok yang lebih besar atau mempercayakan pengurusan SIMAKSI kepada pihak ketiga. Cara ini sering dianggap lebih aman daripada mencari pemandu di menit-menit akhir. Bukan solusi ideal, tetapi bisa jadi strategi realistis di tengah keterbatasan yang ada.

Nah, sekarang kamu sudah tahu alasannya kenapa SIMAKSI Ranu Kumbolo susah didapatkan. Bukan hanya dipengaruhi oleh keterbatasan kuota harian yang tidak sebanding dengan peminat. Bagaimana menurutmu?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article