Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Hal yang Tidak Boleh Dilakukan di Ranu Kumbolo, Catat!

5 Hal yang Tidak Boleh Dilakukan di Ranu Kumbolo, Catat!
potret Ranu Kumbolo (commons.wikimedia.org/Daryant.id)

Pernah membayangkan bangun pagi dengan pemandangan danau yang tenang di tengah pegunungan? Ranu Kumbolo menawarkan pengalaman itu dengan suasana alam yang masih sangat asri. Tempat ini menjadi salah satu spot favorit para pendaki yang menuju Gunung Semeru. Namun, keindahan ini hanya bisa dinikmati jika semua pengunjung ikut menjaga kelestariannya.

Sayangnya, masih ada saja perilaku kurang bijak yang dilakukan oleh sebagian pendaki. Padahal, kawasan ini termasuk area konservasi yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab. Dengan memahami hal-hal yang tidak boleh dilakukan di sini, kamu bisa ikut berkontribusi menjaga keindahan alamnya. Yuk, simak daftar pentingnya sampai selesai agar pengalaman mendakimu tetap menyenangkan.

1. Membuang sampah sembarangan

ilustrasi sampah
ilustrasi sampah (pixabay.com/Hans)

Membuang sampah sembarangan menjadi salah satu pelanggaran yang paling sering terjadi di kawasan ini. Padahal, sampah yang ditinggalkan dapat merusak ekosistem dan mencemari keindahan danau. Selain itu, sampah plastik membutuhkan waktu lama untuk terurai sehingga berdampak jangka panjang.

Setiap pendaki seharusnya membawa kembali sampahnya turun dari gunung. Hal ini penting agar lingkungan tetap bersih dan nyaman untuk pengunjung berikutnya. Prinsip leave no trace wajib diterapkan agar alam tetap terjaga dengan baik.

2. Mencuci peralatan atau mandi di danau

potret Ranu Kumbolo
potret Ranu Kumbolo (commons.wikimedia.org/Richo ketut widiyanto)

Air di Ranu Kumbolo merupakan sumber air bersih bagi para pendaki. Jika digunakan untuk mencuci atau mandi, kualitas air bisa menurun akibat sabun atau kotoran. Hal ini tentu dapat berdampak pada kesehatan dan kenyamanan semua orang.

Sebagai alternatif, pendaki disarankan mengambil air secukupnya dan jika menggunakannya untuk melakukan aktivitas bersih-bersih, disarankan jauh dari area danau. Dengan cara ini, kebersihan air tetap terjaga dan tidak tercemar. Kesadaran kecil seperti ini memiliki dampak besar bagi kelestarian lingkungan.

3. Menyalakan api unggun sembarangan

ilustrasi api unggun
ilustrasi api unggun (pexels.com/Saleh Bakhshiyev)

Menyalakan api unggun tanpa kontrol bisa berpotensi menyebabkan kebakaran hutan. Apalagi di area pegunungan yang memiliki banyak rumput kering dan mudah terbakar. Hal ini tentu sangat berbahaya bagi ekosistem dan keselamatan pendaki.

Jika ingin menghangatkan diri, gunakan kompor portable yang lebih aman dan praktis. Pastikan juga api benar-benar padam sebelum ditinggalkan. Tindakan sederhana ini bisa mencegah risiko besar yang tidak diinginkan.

4. Memetik atau merusak tanaman di sekitar

potret edelweis di Ranu Kumbolo
potret edelweis di Ranu Kumbolo (commons.wikimedia.org/Candra Dwi Wicaksono)

Tanaman di sekitar danau memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Memetik bunga atau merusak tanaman dapat mengganggu habitat alami yang ada. Selain itu, tindakan ini juga merusak keindahan alami yang seharusnya dinikmati bersama.

Pendaki sebaiknya hanya menikmati keindahan tanpa harus merusaknya. Mengabadikan momen dengan kamera adalah pilihan yang jauh lebih bijak. Dengan begitu, alam tetap lestari dan tetap indah untuk generasi berikutnya.

5. Membuat kebisingan berlebihan

potret camping di Ranu Kumbolo
potret camping di Ranu Kumbolo (commons.wikimedia.org/Herdik.herlambang)

Suasana tenang di sekitar danau adalah salah satu daya tarik utama tempat ini. Kebisingan berlebihan dapat mengganggu kenyamanan pendaki lain yang ingin menikmati ketenangan. Bahkan, suara keras juga bisa mengganggu satwa liar di sekitar.

Menjaga sikap dan volume suara adalah bentuk menghargai sesama dan alam. Nikmati suasana dengan tenang dan penuh rasa syukur. Pengalaman mendaki pun akan terasa lebih berkesan dan damai.

Menjaga keindahan alam bukan hanya tugas petugas, tapi tanggung jawab kita bersama sebagai penikmatnya. Dengan bersikap bijak selama berada di alam terbuka, kamu ikut menjaga keajaiban yang tak ternilai ini.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Febrianti Diah Kusumaningrum
EditorFebrianti Diah Kusumaningrum
Follow Us

Related Articles

See More

Berapa Tarif Kereta Bandara Yogyakarta International Airport ? Ini Harga Tiket dan Rutenya

12 Mei 2026, 17:45 WIBTravel